Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
191



"Kenapa hubungan kalian sangat rumit seperti itu? "kata Nakesha menatap Angga, Daihan dan Bella bergantian, terlalu pusing memikirkan hal ini, jadi dia putuskan untuk ya sudahlah, itu urusan mereka, yang penting sekarang ke salamatan Archie nomor satu, karena dia tidak akan rela kehilangan keponakannya ini.


Angga memperhatikan wajah Archie yang sedang tertidur, dia bisa melihat kemiripannya dengan Mika dan Aksa, sudah pasti dia anak mereka. Bella menangkap suaminya sedang mengamati Archie.


"Tampan sekali bukan? " kata Bella pada Angga.


"Hmm … " kata Angga seadannya saja, tidak terlalu ingin menanggapi perkataan Bella, dia lalu menjauh dan duduk di salah satu sofa di sana. Daihan mendekatinya.


"Aku benar-benar berterima kasih padamu, aku tahu kau takut jarum suntik, tapi kau tetap memberikan darahmu pada Archie, " kata Daihan, mengingat tadi mereka berpisah dengan tidak baik, namun Angga tetap mau membantu Archie.


"Jangan berterima kasih padaku, terima kasihlah padanya, kalau Bella tidak memintaku, aku tidak akan melakukannya, " kata Angga dingin pada Daihan, Daihan menatap Bella, lalu segera memalingkan wajahnya sambil tersenyum.


"Sampaikan saja terima kasihku padanya, "kata Daihan.


"Ya, aku datang kemari dan menolongnya tapi bukan berarti aku bisa memaklumi perbuatanmu tadi, Aku serius padamu, dia istriku, jangan dekati dia,  Aku tidak akan mengunakan Archie untuk mengancammu, tapi berhentilah mengejarnya,"kata Angga menatap wajah Daihan dengan sangat serius. Daihan terdiam manatap Bella dalam-dalam. Angga melihat respon Daihan hanya bisa terdiam, tidak  di sangka ternyata Daihan begitu keras kepala.


"Aku tidak akan menganggunya lagi, aku akan menjaga jarakku dengannya, aku berjanji padamu, tapi buatlah dia bahagia, aku serahkan tugas itu padamu, Angga, aku melepaskan Bella untukmu, "kata Daihan terdengar bergetar, dia menatap mata hitam Angga, Angga menemukan luka itu, rasa sakit karena harus mengikhlaskan, Angga pun pernah mengalaminya, Angga hanya mengangguk.


"Satu lagi, Setelah mendapatkan darahku, jika Archie sembuh, kemungkinan besar darahnya akan menjadi seperti darahku, dia akan memiliki penawarnya, lindungi dia, kau tahu bagaimana pihak kerajaan bisa melakukan apa pun untuk mendapatkan penawar penyakit mereka, dan dalam hal ini, dia adalah anak Aksa, bukan tidak mungkin Aksa akan mengambilnya, kalau dia sudah mendapatkan Archie, kau tidak akan bisa mengambilnya lagi, hal itu akan sangat berbahaya baginya, apa lagi jika Raja Leonal mengetahui itu, dia akan sangat terobsesi dengan Archie, dan dia tidak punya belas kasihan walau pun pada cucunya sendiri, "kata Angga lagi.


Daihan terlihat sedikit terkejut, benar apa yang dikatakan oleh Angga, kalau pihak kerajaan tahu bahwa ada orang lain yang memiliki penawar itu dalam darahnya selain Angga, mereka akan segera memindahkan target mereka dari Angga ke Archie, dan mereka tidak akan segan-segan menghisap semua darah Archie demi tujuan mereka.


"Aku akan menjaganya,"kata Daihan mantap.


"Iya, baiklah. "


"Kalian sedang apa? " kata Nakesha mendekati Angga dan Daihan yang dari tadi dia lihat sedang berbicara sangat serius.


"Aku rasa yang satu ini cocok denganmu, "kata Angga menepuk bahu Daihan, membuat Daihan sedikit kaget akan tepukan Angga, hal ini sering mereka lakukan saat mereka kecil namun sudah lama Angga tidak melakukannya pada Daihan, setelah itu dia lalu melihat Nakesha.


"Hei, Tuan Angkuh, aku bukan barang ya, tidak semudah itu mencocokkan aku dengan seseorang," kata Nakesha sewot pada Angga.


"Baiklah, sahabatku ini orangnya penuh misteri, aku saja sudah mengenalnya dari kecil dan baru tahu kalau banyak hal yang dia sembunyikan dari ku, dan ternyata aku juga baru tahu salah satu sifatnya adalah keras kepala, berusahalah terus merebut hatinya, " kata Angga berdiri memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, menatap pada Nakesha dengan dingin, Nakesha yang mendengar nasehat dari Angga itu langsung diam, melirik pada Daihan.


"Kalian pasangan yang manis," kata Bella merangkul tangan Angga dengan senyuman manis.


Daihan tampak diam saja, lalu Daihan segera berdiri, Nakesha mencoba mencari dukungan, namun Daihan hanya memandangnya, sekarang semua orang di sana memandangnya.


"Bagaimana menurutmu, kita pasangan yang manis? "kata Daihan tertarik untuk ikut juga mengoda Nakesha.


"Ha? Kau ini kenapa malah mengikuti mereka? Aku tidak abis pikir, "kata Nakesha kaget mendengar kata-kata Daihan, dia lalu mengeleng-gelengkan kepalanya, memutar ke dua bola matanya yang indah. Bella hanya tertawa melihat kelakukan Nakesha, Nakesha lalu meninggalkan mereka, walaupun begitu, dia masih terlihat sangat gugup.


"Baiklah, aku rasa kami menganggu di sini, karena itu, kami akan pulang dulu ya, "kata Bella tersenyum pada Daihan.


"Hati-hati di jalan, "kata Daihan lagi.


"Nakesha kami pulang ya, "kata Bella pada Nakesha yang sudah ada di sisi ranjang Archie.


"Hati-hati ya kak, "kata Nakesha lagi.


"Kau semangatlah mendapatkannya, "kata Angga lagi, hari ini dia cukup bijak.


"Benar, dia sedikit keras, namun juga lucu bukan? "kata Bella yang ikut-ikutan Suaminya. Daihan tersenyum.


"Baiklah, terima kasih, "kata Daihan.


Melihat respon Daihan yang positif, mereka berdua cukup senang, lalu mereka segera pergi dari sana. Daihan menutup pintu mereka perlahan, lalu memandang Nakesha yang masih duduk di sana. Dia segera berjalan ke arah Nakesha dan berdiri di sampingnya, membuat Nakesha bingung.


" Ada apa? " kata Nakesha melihat Daihan sedikit bingung.


" Tidak apa-apa, istirahat saja, kemarin kau terus terbangun kan? jadi istirahatlan, jika dia bangun, aku juga akan membangunkanmu," kata Daihan lagi.


"Ehm … baiklah,"kata Nakesha yang memang merasa sedikit mengantuk. Nakesha segera berjalan menuju ranjang penunggu, dia lalu merebahkan dirinya, mengunakan selimut dan langsung memejamkan matanya, tak lama terlelap.


Daihan memperhatikan wajah Nakesha, dia tak yakin bisakah menerima wanita dengan wajah seperti ini lagi, baginya setiap melihat Nakesha yang terlintas adalah Mika, dia ingat bagaimana dia menjaga wanita itu selama 9 bulan, berusaha menjaganya penuh dengan perasaannya, tapi yang di dapatkan adalah tubuhnya yang bersimbah darah, karena itu dia tidak yakin bisa menima Nakesha, tidak ingin mengulang hal yang sama lagi untuk yang kedua kalinya.


Tapi apakah ini adil buat Nekesha? dia bahkan tak tahu apa pun tentang hubungan Mika dengan Daihan, bukan dia yang sudah membuat trauma di hati Daihan, adilkah jika dia menanggung kesalahan Mika? tidak di berikan sama sekali kesempatan, padahal dia bukan Mika. Daihan duduk di kursi di antara ranjang Nakesha dan Archie, mencoba menenangkan hatinya.