Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
254



Selama perjalanan Angga dan Bella hanya mengamati Suri yang sedang asik Bermain dengan Archie, tampak keduanya menikmati perjalanan ini, melihat itu Bella hanya bisa tersenyum.


"Kau benar, anak itu punya kharisma yang kuat," ujar Angga.


"Ya, lihatlah, dia bahkan bisa membuat Suri jadi begitu senang bermain dengannya, dan lupa padamu," kata Bella mengoda suaminya.


"Ya," kata Angga sedikit cemburu karena Suri bahkan tak mencarinya.


"Haha, jangan cemburu, dia juga harus bersosialisasi, masa mau sama papanya terus," kata Bella merangkul tangan suaminya, menyender manja.


"Baiklah, mungkin ada baiknya, kita jadi bisa berduan," goda Angga.


"Haha, ini di dalam pesawat, lagian ada Ratu dan teman-temanmu, masa iya berduan di sini," tawa Bella sembari mengetatkan rangkulannya.


"Ya, siapa tahu setelah ini," kata Angga tersenyum genit.


"Kau mulai nakal ya," kata Bella lagi mencubit pipi suaminya, Angga hanya tertawa, sekali lagi melihat anaknya, masih seceria tadi bermain dengan Archie.


Pesawat mereka mendarat dengan selamat,


Bella segera melepaskan sabuk pengamannya dan berjalan ke arah tempat Suri, Suri tampak lebih tenang dari pada saat dia terbang tadi, Bella lalu tersenyum melihat anaknya, dia juga tersenyum melihat Archie.


"Kakak Archie, terima kasih ya sudah menjaga Suri," kata Bella tersenyum mengelus kepala Archie.


"Hem" kata Archie mengangguk serius.


Bella lalu melepaskan sabuk pengaman Suri dan langsung mengendong anaknya, sedangkan Archie sudah membuka sabuk pengamannya sendiri, Archie langsung turun dan segera ingin mendatangi neneknya, namun saat dia ingin berlari ke  arah Ratu Ayana, dia hampir bertabrakan dengan Jofan yang juga baru saja berdiri.


Archie melirik pada Jofan, namun dia langsung menunduk dengan cepat, seolah sangat takut dengan Jofan.


"Paman, maafkan aku," kata Archie masih menunduk takut, Jofan hanya diam, menatap Archie dengan lirikan tajam yang bahkan orang dewasa saja takut melihatnya, apalagi anak umur 7 tahun, Jofam lalu pergi begitu saja tanpa menjawab permintaan maaf dari Archie, Bella yang melihat hal itu langsung mengerutkan dahi, ada apa dengan Jofan?.


" Ada apa dengan Jofan?" tanya Bella ketika Nakesha mendekatinya.


"Kak Jofan punya masalah dengan Archie, dia kurang menyukai Archie karena berpikir Archie nantinya akan seperti ayahnya, karena itu Archie juga takut dengan Kak Jofan," kata Nakesha berbisik menjelaskan pada Bella, Bella mengerutkan dahinya lebih dalam, menghakimi anak berumur 7 tahun itu sepertinya cukup kejam, dan dia kasihan melihat Archie yang ketakutan. Archie segera mengenggam tangan Daihan.


"Ada apa Archie? " kata Daihan lembut yang melihat anak angkatnya itu sedikit ketakutan dan murung.


Archie hanya mengelengkan kepalanya, Bella yang melihat itu sedikit kagum dengan kepribadiannya, bisa saja Archie mengaduh pada Daihan tentang apa yang di lakukan oleh Jofan, namun dia hanya diam.


Jofan turun duluan bersama dengan Ratu Ayana, Angga dan Daihan selanjutnya, lalu Bella dan Nakesha mengikutinya, beberapa orang sudah menunggu di sana, salah satu yang menarik perhatian Bella adalah seorang wanita dengan 2 anak seumuran Archie dan Suri, mereka tampak tersenyum menyambut ke datangan mereka.


Setelah mengijakkan kaki di tanah yang sudah lama mereka tinggalkan, Bella lalu menurunkan Suri dari gendongannya, Suri segera mengenggam tangan ibunya. Bella melihat ke arah Nakesha, seolah tahu apa yang ada di pikiran Bella, Nakesha langsung menerangkannya.


"Namanya Aurora, dia gadis yang saat ini sedang di jodohkan dengan kak Jofan oleh orang tuanya, cantik ya, " Nakesha melirik ke arah Aurora, begitu juga Bella, melihat gadis yang umurnya mungkin baru  20-an, cantik dengan tubuhnya yang kecil dan mungil, rambutnya sedikit dibiarkan bergelombang terurai indah hingga sepinggannya, senyumnya juga cerah, perawakannya anggun dan keibuan.


"Lalu siapa anak-anak itu?" tanya Bella lagi, dia benar-benar sudah banyak ketinggalan hal-hal penting di sini.


"Oh, Jered dan Jenny, mereka kembar, Anak Madeline, semenjak kalian menikah, dia patah hati dan bersedia di tunangkan oleh orang tuanya, sayangnya … " kata Nakesha sedikit menurun nada bicaranya.


"Kenapa?" kata Bella lagi.


"Madeline dan suaminya meninggal 3 tahun yang lalu pada sebuah kecelakaan mobil, saat ini yang menjaga mereka adalah kak Jofan," kata Nakesha.


"Benarkah? Jadi Madeline sudah meninggal?" kata Bella tak percaya, mereka benar- benar kehilangan banyak peristiwa, Nakesha hanya mengangguk.


"Selamat datang," suara Aurora terdengar lembut menyambut Jofan, Jofan hanya tersenyum tipis melihatnya.


Raut wajah Jofan yang tadinya datar menatap Aurora langsung sumringah ketika kedua keponakannya menyambutnya dengan semangat, dia langsung memasang wajah senyuman khasnya.


"Terima kasih, jagoan dan putrinya Paman," kata Jofan ramah memeluk kedua keponakannya, Aurora mengigit bibirnya sedikit, perlakuan berbeda Jofan itu sangat terasa, namun Aurora tidak mengambil pusing soal itu, dia lalu melihat ke arah Nakesha dan Bella.


"Hai," kata Nakesha yang memang sudah pernah berkenalan dengan Aurora sebelumnya.


"Oh, Hai, bagaimana kabarmu? " kata Aurora ramah.


"Baik," kata Nakesha seadannya.


"Ehm, baiklah, aku akan perkenalkan kalian, Ini Jared dan Jenny, keponakanku, Jared, Jenny, berikan salam pada Paman Angga dan Bibi Bella, itu putri mereka Suri," kata Jofan memperkenalkan keponakannya pada Angga dan Bella.


"Selamat datang Paman dan Bibi," kata Jared dan Jenny serempak, Bella melihat wajah mereka, lucu dan imut. Angga dan Bella hanya tersenyum melihat mereka memberikan salam.


"Lalu siapa wanita ini?" kata Bella ramah menjulurkan tangannya ke arah Aurora, Angga hanya melirik ke arahnya.


"Dia?", Jofan melirik ke arah Aurora, dia tak tahu harus mengenalkan Aurora sebagai apa?. Aurora yang melihat keraguan Jofan segera mengambil alih.


"Namaku Aurora, aku teman Jofan, Jofan sudah banyak berbicara tentang kalian," Kata Aurora menyambut tangan Bella, Angga hanya sedikit tersenyum tipis, Bella juga tersenyum


"Aku Bella, ini suamiku Angga, dan putri kecil kami, Suri," kata Bella lagi seraya mengusap rambut Suri.


"Wah, Suri, kamu cantik sekali, Jared dan Jenny pasti senang, mereka punya teman baru, "kata Aurora yang tampak begitu ramah pada anak-anak.


Jofan tampak hanya membuang wajahnya, Angga melihat itu hanya menepuk pundak temannya, Jofan yang mendapatkan tepukan pundak itu hanya tersenyum terpaksa.


" Suri, ayo beri salam pada tante dan teman barumu," kata Bella pada Suri.


"Salam kenal Tante, namaku Suri," kata Suri dengan sopan.


"Halo Suri, kau sangat mengemaskan," kata Aurora lagi.


"Hai," kata Jenny menyambut Suri dengan senyuman manisnya, memperlihatkan beberapa bagian ompong di giginya.


"Hai," kata Suri melambaikan tangan.


Jared tidak bereaksi, dengan wajahnya yang tegas dan matanya yang tajam, dia memandang wajah cantik Suri, namun dia tidak mengatakan apa pun, hanya mengamati, hal itu membuat Suri juga hanya mengerutkan dahi melihat Jared.


"Di sini panas, ayo kita pulang dulu, lalu mengobrol," kata Ratu Ayana menghentikan sejenak pertemuan ini.


"Aku harus kembali ke kantorku," kata Jofan yang sedikit merasa tak ingin melanjutkan obrolan, dia tahu akan ada obrolan tentang dia dan Aurora nantinya.


"Benarkah? ya, seorang presiden pasti sangat sibuk, datanglah jika kau ada waktu," kata Ratu Ayana lagi.


"Baiklah, ehm … kalian? " kata Jofan melirik ke arah Aurora.


"Aku akan membawa Jared dan Jenny pergi bermain sambil belajar, kalian pasti lelah, jadi aku tidak akan menganggu kalian dulu, lain kali aku akan datang dan mengobrol," kata Aurora yang mengerti posisinya di sana.


"Baiklah, datang kapan saja ya," kata Bella lagi pada Aurora, Aurora tersenyum manis.


"Ya, sudah, aku permisi dulu," kata Jofan pamit dan segera pergi menuju mobil kepresidenannya.


Aurora dan Si kembar juga izin dan segera masuk ke dalam mobil mereka, sedangkan sisanya mereka segera pergi menuju kerjaaan.