Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
28



' Maaf jika ku sering marah padamu, bukan tak menyayangimu, tapi terkadang itulah tandanya aku peduli tentangmu,'


____________________________________________


Aksa mengerutkan dahinya, memangnya dia apa? Apa dia tidak tahu Aksa itu siapa? Masa si Angga ini berpikir dia bisa membuat penyakit kekasihnya makin parah, dia benar-benar arogan,pikir Aksa.


Di sisi lain, Daihan baru saja datang, dia terhenti melihat pemandangan di depannya, cukup jauh hingga Angga dan Bella tidak menyadari kedatagannya, dia ingin mendekat, namun entah kenapa saat melihat Bella sekarang ada di pelukan Angga, rasanya cukup menyesakkan. Dia hanya terdiam menatap adegan di depannya.


" Jadi ternyata kau sudah punya kekasih? Siapa wanita yang beruntung itu? " kata Aksa lagi dengan sedikit nada sarkas.


" Itu bukan urusan Anda, maaf, aku harus pergi sekarang " kata Angga menarik Bella yang ada di pelukannya menjauh dari sana. Membuat Aksa, sania, dan Daihan yang ada di sana hanya terdiam melihat tingkah Angga.


Aksa dan Sania merasa pria itu sangat arogan dan sombong, Namun Aksa cukup penasaran dengan kekasih Angga, dari perawakannya telihat mengoda, di otaknya terlintas pikiran yang licik, dia akan mengoda wanita itu, sanggupkah dia menolak pesona seorang Aksa?, dia tersenyum sangat sinis, memperhatikan Angga yang menjauh.


Sedangkan Daihan yang dari tadi hanya memperhatikan, menatap lurus kearah Aksa, Aksa awalnya tidak memperhatikan Daihan, namun karena Daihan terus melihatnya, pandangan Aksa pun jatuh ke arahnya, tidak seperti Angga yang menatapnya tajam, Daihan hanya mengamati, ternyata Pria itu yang begitu tega membunuh wanita sepeti Bella. Aksa memasang wajah herannya, kenapa hari ini dia banyak sekali di perhatikan oleh pria? Biasanya dia hanya di perhatikan oleh wanita-wanita. Tak lama Daihan pergi meninggalkan tempat itu.


Angga membawa Bella ke dalam mobilnya, dia lalu menyuruh supir untuk segera pulang ke rumah, dalam perjalanan pulang itu Bella dan Angga hanya diam saja, Angga sebenarnya sedang kesal, karena seharusnya Bella lebih mengerti bahwa hal seperti ini akan terjadi, dia lalu melihat Bella, Bella masih menunduk, tangannya masih mengepal, karena melihat itu, emosinya sedikit diredam olehnya.


Bella duduk menunduk, tangannya mengepal bukan karena masalah Aksa, tapi karena sikap Angga tadi padanya, entah lah dia benar-benar tidak habis pikir kenapa tadi Angga melakukan itu padanya, sampai sekarang dia masih ingat bagaimana wangi tubuh Angga, suara napasnya, hingga detak jantungnya, sekarang malah napasnya sangat sesak karena detak jantungnya masih berdetak sangat keras, gra-gara itu dia sangat gugup duduk di samping Angga.


" Lain kali jika kau ingin keluar, beri tahu aku dulu, jika kau bertindak ceroboh seperti ini, semua yang kita lakukan sekarang akan sia-sia, apa kau mau Aksa akan kembali membunuhmu? " kata Angga dingin karena dia masih kesal.


" Iya, baiklah, aku tidak akan melakukan hal ini lagi " kata Bella gugup, menangkap nada kesal dari suara Angga, dia jadi takut.


" Mulai besok lebih baik jangan keluar kemana- mana, walaupun dengan Daihan, " kata Angga.


" Kak Daihan! Aku lupa dengannya, " kata Bella baru ingat tadi dia pergi dengan Daihan.


" Owh, benar juga, sekarang aku punya handphone ya, " kata Bella lagi tersenyum senang. Angga hanya menatap Bella yang segera menelepon Daihan. Setelah beberapa kali nada sambung, akhirnya Daihan mengangkat teleponnya.


" Halo, " kata Daihan.


" Halo, kakak, kakak di mana? Maaf, aku sekarang sudah di jalan pulang bersama Angga, tadi Angga datang, " kata Bella menjelaskan. Daihan tidak langsung menjawab… setelah menunggu sesaat Daihan akhirnya menjawab.


" Tidak apa-apa, aku juga sudah di jalan pulang, "


" Owh, syukurlah, sekali lagi maaf ya kak , " kata Bella sungkan. Angga yang mendengar itu bertambah kesal, kenapa Bella tidak minta maaf padanya?, dia juga salah padanya karena pergi tanpa memberi tahu, dan berakibat seperti ini kan?.


" Ya, baiklah, sudah dulu yah, aku sedang menyetir, jaga dirimu, " kata Daihan lagi, lalu dia menutup sambungan teleponnya. Bella lalu melirik ke arah Angga yang ternyata sudah kembali menatap handphonenya dengan serius.


" Terima kasih ya, " kata Bella lagi.


" Mmm " kata Angga hanya menanggapi biasa.


Selanjutnya semuanya hening, sesampainya di rumah, pelayan langsung membukakan pintu untuk Bella, tapi Angga tidak beranjak sama sekali. Judy juga langsung keluar dari mobil itu.


" Judy, mulai besok jika Nona Mika keluar, laporkan semuanya padaku, " kata Angga tanpa mengalihkan pandangannya pada handphonenya.


" Baik Tuan, " kata Judy.


Angga tak melihat Bella sama sekali, dia lalu mengeluarkan gestur agar supir kembali berjalan, Bella yang melihat itu hanya memasang wajah herannya, Angga benar-benar pria yang susah di tebak, terkadang begitu perhatian hingga membuat orang kaget, tapi terkadang bahkan melihat wajahnya pun tidak mau.