Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
101



Otak Bella terasa berputar, jadi Mika berpacaran dan bertungan dengan Angga, tapi sebenarnya pria yang di cintainya adalah Daihan, bagaimana bisa seperti itu? jadi selama ini Mika hanya pura-pura mencintai Angga? dan selama ini Daihan dan Mika berselingkuh di belakang Angga?, Bella merasa nasib Angga begitu buruk, dia merasa bersalah karena kematian wanita yang sama sekali tidak mencintainya, menunggu 2 tahun, begitu terpuruk, tapi wanita itu malah berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Bella menahan rasa kesalnya, bagaimana wanita yang dari kecil di jaga oleh Angga, di rawatnya, diberikan segalnya, malah membalasnya dengan hal yang sangat memalukan seperti ini?, tega sekali dia.


Dan apa benar pria sebaik Daihan melakukan hal seperti ini pada sahabatnya? Rasanya kepala Bella sudah ingin meledak karena kaget menerima kenyataan ini.


Bella lalu mencoba mencari-cari lagi, di antara begitu banyak foto, terselip sebuah folder dengan judul, Diary, Bella lalu meng-klik-nya, namun langsung mucul kotak kecil, sepertinya membutuhkan kata sandi. Bella agak kecewa.


Jika dia jadi Mika, kira-kira apa kata sandinya akan di buatnya, Laut? Di cobanya, bukan, Angga? tidak mungkin, Jangan-jangan Daihan, Bella mengetik nama Daihan, tapi juga gagal. Dia mencoba semuanya, tanggal lahir, makanan kesukaan, bunga kesukaan Mika semuanya. Dan hampir tengah malam, Bella menghempaskan badannya di ranjang itu, punggunya yang dari tadi duduk tegak karena mencoba-coba itu terasa sedikit lelah, Bella bahkan tidak bisa tidur sekarang karena penasaran.


Tiba-tiba Bella ingat, bukannya Daihan pernah bilang, bunga kesukaan Mika bukanlah mawar merah, tapi anyelir merah, Bella langsung kembali duduk bersila, mencoba keberuntungannya sekali lagi, dia mengetiknya perlahan-lahan, takut dia mengetiknya salah. Dia lalu menekan ‘Enter’ dan file itu terbuka.


Wah! Bella senang sekali, ternyata benar kata Daihan, bunga kesukaan Mika adalah anyelir, dia bahkan takjub karena bisa berpikir sampai sana.


Bella langsung penasaran, di sana terdapat banyak sekali file. Bahkan tanggalnya bertahun-tahun yang lalu, dan paling dekat adalah beberapa hari sebelum Mika meninggal.


Bella membuka salah satu file dari 5 tahun yang lalu, dia mulai membacanya.


‘Hari ini hari ulang tahunku, dan lagi-lagi Angga melupakan itu, tidak jelas sih dia lupa atau terlalu fokus bekerja, bagaimana aku bisa menerima pria seperti itu jadi pacarku ya?’


Bella tersenyum membaca itu, itu juga yang ada di pikirannya sekarang, bagaimana dia bisa menerima  Angga dan menyukainya padahal dia sangat dingin, tidak romantis dan selalu melakukan hal semuanya?. Ternyata Mika juga menanyakan hal yang sama.  Bella lalu mencoba membaca lagi.


‘Untungnya kak Daihan datang, dia membawakanku bunga kesukaanku dan makanan kesukaan ku, dia juga menemaniku menonton film horor yang baru saja aku beli, kami menghabiskan malam bersama, dia menunggu hingga aku tertidur, lihatlah, betapa romantis dia bukan? Sayang sampai sekarang aku tidak berani mengungkapkan perasaanku yang aku pendam selama ini padanya. Lagi pula sekarang statusku adalah pacar sahabatnya, kenapa dulu aku tidak enak menolak Angga, sekarang aku tersiksa dengan status hubungan ini, aku tidak bisa mengungkapkannya pada kak Daihan? ‘.


Bella melihat foto Mika memegang bunga anyelir merah, ada pula Chocomint cake dengan tulisan 'Selamat Ulang Tahun Mika! Wish you all the best for you and Angga!'.


Bella lalu menutup file itu, dia membuka file yang lebih baru. Melompat jauh dari tahun itu.


‘ Aku bertengkar dengan kak Daihan hari ini, lagi-lagi dia menolakku, dia hanya mengatakan bahwa dia menganggapku hanya adik kecilnya, menyayangi ku hanya sebatas itu, padahal sudah berulang kali aku katakan aku hanya mencintai dia, lagi-lagi kak Daihan mengatakan aku begitu kejam, karena sudah mempermainkan perasaan Angga yang sudah begitu baik denganku dan dirinya, dia mengatakan walaupun dia punya perasaan padaku, dia tetap akan memilih persahabatannya dengan Angga dari pada bersamaku, rasanya sangat sakit ketika dia begitu marah padaku, dia orang yang tidak pernah marah, aku menangis semalaman, dan sekarang dia menjauhiku. Apa yang harus aku lakukan? haruskah aku putus dengan Angga? Aku sudah pernah mencobanya, namun saat ingin mengatakanya aku merasa tak tega, Angga juga sudah memberikan semuanya padaku.‘


Bella kembali terhenyak, dia terdiam, ternyata apa yang di pikirkannya tentang Daihan salah, ini kah yang di katakan Daihan jika Bella ingin di perlakukan sebagai Mika, maka dia harus menjauh?, Bella akhirnya mengerti.


Bella kembali melanjutkan bacaannya, kali ini dia memilih 3 file terakhir, mungkin ini bisa membuat Bella tahu apa sebab kenapa Mika loncat dari tebing itu?, apa mungkin karena dia tidak bisa melepaskan cintanya pada Daihan, sehingga lebih baik bunuh diri dari pada menikah dengan Angga?.


Bella membuka file ke 3.


‘ Aku melakukan kesalahan fatal, hari ini seharusnya aku ingin menemui kak Daihan, tapi lagi-lagi dia menolakku dengan sangat dingin, dia bahkan mengandeng tangan wanita lagi, aku sungguh patah hati malam itu, aku pergi ke club dan memesan minuman, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi saat aku bangun, aku sudah ada di samping pria itu, semuanya sudah terlanjur… aku tidak mengenalnya, aku langsung lari dari sana dan meninggalkannya. Apa yang terjadi nantinya? Apakah Angga akan bisa tahu kalau aku sudah pernah tidur dengan pria lain? Pernikahan kami tinggal 7 bulan lagi, bagaimana ini? ‘


Bella terdiam, matanya bahkan membesar, napasnya di tahannya, cepat-cepat dia keluar lalu mengklik file ke 2 dengan tanggal 1 bulan setelah file ke 3.


‘ Aku rasa aku akan mati, bagaimana ini bisa terjadi? Aku benar-benar tak habis pikir, aku hanya melakukannya sekali dan aku hamil?, dokter juga sudah mengiyakannya, apa yang harus aku lakukan? Aku bahkan tidak kenal pria itu. Apa aku harus tetap melanjutkan rencana pernikahan ini?, bahkan kak Daihan pun sekerang tidak ingin berbicara lagi padaku, bagaimana ini? atau aku aborsi saja anak ini, jika menunggu 6 bulan, perutku akan membuncit, dan Angga pasti marah besar, kami tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Apa aku harus menjebaknya? kepalaku sekarang ingin pecah, aku tak bisa bertemu Angga, ketika melihatnya aku merasa sangat bersalah! Kak Daihan aku butuh kamu sekarang.'


Kepala Bella tiba-tiba berat, hamil? Mika hamil anak pria yang menidurinya di club?. Apa ini alasan sebenarnya Mika minta untuk memajukan tanggal pernikahan mereka? Bukan karena ingin ikut lomba, tapi karena Mika hamil pria lain, sekarang Bella merasa Mika bukan semalaikat wajahnya.


Tangan Bella sedikit bergetar membuka file terakhir itu, tanggalnya sepertinya menunjukkan tanggal mendekati kematian Mika.


‘Angga memajukan tanggal pernikahan kami, tinggal seminggu lagi, dan semua makin terasa kacau, tubuhku juga mulai tidak enak, seluruh makanan tidak bisa aku makan, untunglah Angga tetap sibuk dengan urusannya, sekarang jika aku melihatnya aku merasa takut, merasa bersalah, Angga pria yang baik, hanya saja… walaupun dia begitu dingin, aku tetap merasa sangat bersalah padanya. Apa aku tetap bisa menikah dengannya?. Satu lagi, akhirnya aku tahu siapa pria itu, dia pria yang memang sering datang ke sana, dari seorang teman akhirnya aku mendapatkan nama dan fotonya, dan aku rasa aku semakin tidak bisa menikah dengan Angga. karena pria itu…’