
' Kau membuatku merasakan keraguan ini, keraguan karena apa yang sudah aku alami, tapi senyummu yang begitu membekas di hati, membuatku percaya pada cinta untuk kesekian kali'
____________________________________________
Dorland yang tadi asik berswafoto, mendengar Angga mengatakan itu langsung menghentikan swafotonya, dia tahu Bella sebenarnya ingin melihat pemandangan itu, karena itu dia mengajak Bella.
" My Princess, ayo kita foto bareng, " kata Dorland menarik tangan Bella.
Bella sedikit kaget karena Dorland tiba-tiba saja menariknya, padahal dia sedang memperhatikan menu makanan itu, saat Bella ingin berdiri karena di tarik oleh Dorland, tangannya yang lain malah di gengam oleh Angga, membuatnya Bella terdiam diantara Dorland dan Angga yang menariknya. Dorland menatap Angga dengan wajah cemberut.
" Duduklah, di sini saja, Mika bukan wanita yang suka di foto " kata Angga menatap Bella dengan wajah masih begitu datar.
" Ok, Fine, kita sudah seperti adegan dalam sinetron, " kata Dorland melepaskan tangan Bella, dia lalu duduk di depan Angga dan Bella.
Angga lansung memesan makannya, T-bone Steak, Bella pun mengikutinya, karena memang dari semua steak, daging T-bone adalah yang paling lengkap rasanya.
" Jangan T-bone, dia tidak suka makan steak sapi, kesukaannya adalah ikan salmon, " kata Angga lagi.
Bella kembali melihat kearah Angga, dia selalu saja begitu, seolah membiarkan Bella untuk memilih, begitu dia memilih, baru Angga mematahkan semua keinginan Bella, lain kali dia akan membiarkan Angga untuk memilihkannya makanan, mana dia tahu Mika suka makan apa?, pikir Bella menatap Angga sedikit tampak kesal.
" Baiklah, Salmon lentil dengan mustard vinaigrette, " kata Bella.
" Baik, saya sudah menuliskannya, untuk minumannya apakah Anda ingin minum wine yang biasa Anda minum Tuan? " kata pelayan itu.
" Iya " kata Angga datar.
" Bagaimana dengan Nona, apakah Anda juga ingin Wine? " kata pelayan itu juga.
Bella baru saja ingin mengatakan iya, sebelum Angga menyelanya.
" Berikan saja dia Roasted Stawberry Mint Lemode, " kata Angga.
Mendengar itu Bella langsung mengurungkan niatnya, lalu dia menutup menunya, untuk apa dia melihat begitu banyak makanan, tapi yang ada dia sudah di pesankan oleh Angga.
Dorland segera mengatakan apa makanan yang dia inginkan. Setelah itu pelayan permisi lalu keluar dari ruangan itu.
" Angga aku ingin bertanya padamu? " kata Dorland menyipitkan matanya, menatap Angga dengan keheranan.
" Ada apa? " kata Angga.
" Kau ini ingin membantu My princess untuk membalas sakit hatinya atau sedang membuat sosok Mika agar kau tak lagi merasa bersalah? " kata Dorland, dia memang orang yang tak takut apapun dan mengatakan apa yang ada di kepalanya.
Angga menatap Dorland yang juga menatapnya dengan sinis. Bella hanya bisa menatap mereka berdua. Angga sedikit terkejut sebenarnya Dorland menanyakan itu padanya karena sebenarnya dia juga tidak tahu, apa sebenarnya tujuannya membuat Bella menjadi Mika.
Angga hanya diam, lalu memandang pada Bella dengan tajam, Bella yang di pandang begitu langsung salah tingkah,
" Ah, aku tidak ada masalah ingin makan apa saja, bisa makan saja sudah sangat bersyukur, " kata Bella bingung dengan perang kedua Pria ini.
" My Princess, kau juga harus bisa tegas, ini hidupmu, walau aku tahu kau sebenarnya tidak pernah diperbolehkan memilih sebelumnya, tapi kau tetap harus tegas! " kata Dorland sekarang menatap Bella dengan tajam, ternyata Dorland juga orang yang bijaksana, di luar dari penampilannya yang sangat aneh menurut Bella.
" Owh, iya, aku akan tegas, tenang saja, setelah ini aku akan hidup dengan kemauanku sendiri, setelah Aksa dan Sania merasakan bagaimana sakitnya, " kata Bella.
" Aku sedikit ragu, gadis sepertimu bisa membalas dendam, tapi ya sudahlah, aku akan mendukung semuanya, kau bisa bertanya apapun padaku jika ingin, Ok My Princess? " kata Dorland dengan gayanya lagi.
Angga hanya memperhatikan Bella yang tersenyum dengan ceria, entah kenapa ada rasa bersalah di hatinya, Apa benar kata Daihan dan Dorland jika dia terlalu terobsesi pada Mika sehingga ingin membuat Bella menjadi Mika?, tapi dia menepis perasaan itu cepat-cepat, tak ingin berlarut karnanya, tujuannya jelas ingin membantu Bella, itu saja sudah cukup, pikirnya samb terus melihat wajah Bella yang ceria berbicara dengan Dorland.
Tak lama makanan mereka terhidang, mereka makan dengan diam, menikmati makanan mereka masing-masing, hanya Dorland yang seperti biasanya dengan gaya berlebihan menikmati makanannya dengan mengeluarkan suara yang di buat-buat.
Setelah makan, mereka duduk sebentar menunggu jam 10 agar mereka bisa berbelanja.
" Wah, makanan disini ternyata 'Waw' sekali rasanya, sangat beruntung bisa datang kesini, kau tahu Bella, jika ingin makan di sini, waiting listnya hingga 2 bulan ke depan, aku beruntung kau datang padaku, kau memang My princess, " kata Dorland lagi.
" Benarkah? Hanya ingin makan menunggu sebegitu lama? " kata Bella tak percaya.
" Benar, coba saja tanpa mengunakan nama Angga, pasti mereka akan menyuruhmu untuk menunggu 2 bulan lagi, " kata Dorland.
" Mereka sudah tahu tentang dja, selanjutnya kau tidak akan di suruh menunggu, " kata Angga lagi melirik sedikit ke arah Bella.
" Benarkah, aku mendapatkan keistimewaan seperti itu? " kata Bella tak percaya. Angga hanya mengangguk tanpa menjawab.
" Kalau begitu, aku bisa membawamu ke sini jika ingin makan, " kata Dorland dengan mata berbinar-binar.
" Kalau kau tetap harus membayar, " kata Angga meminum winenya tanpa mengubah ekspresi dinginnya.
" Kau ini pria paling kaya, tapi sangat pelit, masa aku juga harus bayar, mana rasa persahabatan mu? "
" Bisnis tetap bisnis, " kata Angga lagi.
Dorland melihat ke arah Angga dengan sangat sinis.
" Sudah, nanti setiap makan di sini, aku yang traktir, Angga memberiku banyak uang, " kata Bella menenangkan Dorland.
" Ah! Kau ini memang cocok menjadi putri, putri yang baik hati, " kata Dorland.
Angga hanya melirik ke arah Bella yang sedang tertawa kecil melihat gaya Dorland. Gadis ini ternyata begitu besar hatinya membuat Angga sedikit menaikkan sudut bibirnya, namun dia segera membuang wajahnya, membuat Bella dan Dorland yang sedang mengobrol tak bisa melihatnya.