Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
181



"Kak, wanita aneh itu siapa? " kata Nakesha membuat perhatian Jofan teralih ke arah suaranya.


Mata Jofan langsung menatap Nakesha, Jofan langsung terbelalak kaget melihat sosok yang ada di depannya, dari tadi Nakesha sebenarnya sudah ada di sana, tapi kerena fokus Jofan kepada Madeline, dia jadi tidak melihat ada Nakesha di sana.


"Mika? " kata Jofan kaget.


Angga dan Daihan langsung melihat Jofan, mereka lalu melihat Nakesha, Nakesha yang di lihat seperti itu langsung mengerutkan dahinya, wajahnya tak suka, masa iya Jofan melihatnya seperti melihat hantu.


"Tuan, aku bukan Mika, namaku Nakesha, " kata Nakesha kesal melihat ekspresi Jofan.


"Angga? " kata Jofan menuntut jawaban.


"Dia adik kembar dari Mika, mereka sama-masa tinggal di panti asuhan sebelum Mika di adopsi oleh keluarga Angga, " kata Daihan yang mengambil alih untuk menjelaskan siapa Nakesha sebenarnya.


"Benarkah? kenapa begitu mirip? " kata Jofan berdiri, mendekat ke arah Nakesha dan memperhatikan Nakesha dengan sangat detail, melihatnya dari atas sampai ke bawah, membuat Nakesha merasa risih.


"Ya, namanya kami kembar, tentu mirip, kau ini melakukan apa sih? " kata Nakesha marah.


"Yap,wajah mirip, sifatnya sangat berbeda," kata Jofan baru sadar wajahnya saja yang mirip namun kelakukan dan cara berbicaranya sangat berbeda.


"Sudah, jangan kesal, kita jadi makan siang kan? " kata Bella meletakkan tangannya pada pundak suaminya.


"Ya, baiklah, kalian bisa ikut makan siang? " kata Angga berdiri, lalu mengenggam tangan istrinya. Jofan melihat hal itu.


"Ah, sepasang pengantin baru, selalu membuat orang iri, aku ikut, aku butuh minum sejenak agar bisa dengan tenang pulang ke rumah, " kata Jofan yang kepalanya masih pusing. Daihan hanya mengangguk.


"Baiklah,  Asisten Jang tolong kabarkan sky tower, kita akan makan di sana,"kata Angga.


"Baik Tuan, saya akan siapkan helikopter, laporan lalu lintas mengatakan sangat padat di jam makan siang seperti ini. " kata  Asisten Jang langsung sigap, dia mengelap bibirnya yang merah karena lipstik Madeline.


" Asisten Jang,aku ingin kau melupakan semua yang terjadi pada hari ini, tolong hapus rekaman CCTVnya juga, itu bisa sangat berbahaya untuk keluarga kami, " kata Jofan menatap  Asisten Jang.


"Baik Tuan, " kata  Asisten Jang langsung.


Sesampainya di Sky Tower Restoran, Angga duduk di samping Bella, sedangkan Nakesha dan Daihan duduk di depan mereka, Jofan mengambil posisi duduk ujung tengah mereka. Mereka sudah selesai makan siang, duduk sebentar untuk saling bertukar cerita, Jofan terus melihat ke arah Nakesha. Nakesha yang melihat itu hanya memandangnya sinis.


"Dia benar-benar mirip Mika, hanya saja terlalu gampang emosi, "kata Jofan pada Angga dan Daihan.


Angga dan Daihan tak menjawab, mereka hanya mendengarkan perkataan Jofan.


"Bagaimana pertama kali kalian bertemu dengannya? Angga kau tidak terkejut? Bagaimana kau mengakurkan mereka berdua, " kata Jofan sedikit pernasaran bagaimana bisa Bella dan Nakesha tampak akur, padahal seharusnya mereka berdua ini semacam rival bukan, dan Angga tampak tidak memiliki perasaan sedikit pun pada wanita ini, mengingat Angga bahkan begitu emosional saat tahu penyebab kematian Mika waktu itu.


Jofan yang mendengar jawaban Angga jadi merasa tambah penasaran dan kesal, kenapa malah menjawab rahasia?. Bella, Nakesha dan Daihan yang mendengar kata-kata Angga hanya bisa tersenyum tipis.


"Bro, kau ini, aku sudah kesal, kau malah membuat aku makin kesal," kata Jofan.


Angga tidak merespon perkataan Jofan, ah, dia bisa gila karena penasaran.


"Bella, bagaimana pertama kali kalian bertemu? " kata Jofan lagi.


"Kami bertemu di rumah sakit tempat ibuku dirawat, selama ini Nakesha yang merawat ibuku, awalnya tentu hubungan kami tidak baik, tapi sekarang kami sudah seperti saudara, " kata Bella menjelaskan dengan lembut, Nakesha yang mendengar suara Bella hanya terpukau, kapan dia bisa berbicara seperti itu ya?.


Jofan menganggukan kepalanya, mengerti apa yang dijelaskan oleh Bella, suasana kembali diam.


"Pemandangan di sini indah sekali, berputar terus menerus, "kata Nakesha asal saja, tak suka suasana diam canggung seperti ini.


"Kau belum pernah ke tempat seperti ini Nona Nakesha? " kata Jofan.


"Tentu belum, kalau aku sudah pernah untuk apa aku memujinya, " kata Nakesha lagi.


"Oh, sayang sekali, aku sudah sering sekali ke sini, " kata Jofan yang awalnya ingin menyombongkan diri pada Nakesha karena dia tahu sifat Nakesha yang mudah terpancing.


"Tuan Jofan, kau pernah ke Milky way star island? Tempat di mana kau bisa melihat bintang-bintang bagaikan galaxy di malam hari, "kata Nakesha dengan gayanya menatap serius pada Jofan.


"Ehm, sepertinya belum," kata Jofan mencoba mengingat, dia sudah hampir berkeliling dunia dan tempat seperti itu sepertinya belum pernah dia dengar.


"Sayang sekali, aku sudah sering kesana, dan itu tempat wisata yang banyak pengunjungnya, jadi kau tahu kan setiap orang punya tempat-tempatnya masing-masing, " kata Nakesha tak mau kalah dengan Jofan, Jofan yang mendengar nada bicara, melihat sikap Nakesha, menjadi kesal sendiri, kenapa malah dia yang kesal?. Bella dan Daihan hanya tersenyum tipis, Angga hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua.


"Haha, aku suka gaya Nakesha ini, terlalu berbeda dengan yang lain, " kata Jofan tertawa seperti biasanya meninggalkan sejenak kewibawaannya.


"Kalau aku kesal melihat gayamu, "kata Nakesha memberikan senyum yang di buat-buat pada pada Jofan, membut Jofan makin tertarik melihat kerakter Nakesha yang tak takut sekali padanya, apa lagi saat ini mereka sedang berkumpul begini, wanita ini terlihat bebas, tidak banyak berpikir apapun, wajahnya yang imut dan manis membuat dia tambah menawan.


"Nona Nakesha, minggu depan kau punya waktu? " kata Jofan lagi, mencondongkan tubuhnya lebih ke arah Nakesha menandakan dirinya tertarik pada Nakesha, membuat Daihan yang ada di antara mereka sedikit terganggu dengan sikap Jofan, dia melirik ke arah Jofan, Angga dan Bella hanya memperhatikan mereka semua.


"Memangnya kenapa Tuan Jofan? " kata Nakesha mengambil air putih lalu meminumnya, dengan lirikan matanya yang tajam menatap Jofan seolah memanggil Jofan untuk lebih tetarik dengannya, wajahnya terasa familiar, namun sifatnya jauh lebih menarik dari pada  Mika, pikir Jofan mengamati.


"Aku akan membawamu pergi melihat lebih banyak pemandangan yang lain, " kata Jofan tersenyum manis, Nakesha memandang wajah Jofan, tak bisa dia pungkiri, pria-pria di ruangan ini punya wajah yang indah, Angga dengan wajah tampannya yang dingin, Daihan dengan wajahnya yang tampan dan senyum hangat nan manisnya, Jofan sendiri, siapa yang bisa mengatakan dia sama sekali tidak menarik, dia bahkan sangat bisa menarik seluruh wanita, wajahnya, kharismanya, peringainya, kekayaannya, apa lagi yang kurang dari pria ini.


"Dia ada keperluan dengan ku, "kata Daihan dengan suara berat secepatnya memutus pembicaraan ini, Jofan yang mendengar itu kaget, memundurkan tubuhnya, dia mengamati Daihan, Mata Daihan mengikuti pergerakan Jofan, Jofan megerutkan dahinya, begitu juga Angga, Angga melihat ke arah Bella, Bella hanya sedikit tersenyum, Angga mengerti maksud Bella, kembali memperhatikan kedua sahabatnya.


"Kalian berdua? Ada hubungan apa? " kata Jofan menatap Daihan karena terakhir yang dia tahu Daihan tergila-gila dengan Bella, makanya dia berani merayu Nakesha.