
Mari melakukannya bersama, mendukung dalam suka maupun duka, melewati tangis dan tawa, menghadapi segala badai yang ada di dunia, hingga nanti yang memisahkan kita hanya tinggal surga atau neraka.
____________________________________________
"Ada apa?".
"Aku masih sedikit penasaran, kenapa kau membantuku? Mereka keluargamu walaupun kalian tidak dekat, tapi aku rasa itu bukan alasan yang cukup untuk membantuku membalas mereka, " kata Bella lagi, pernyataan ini memang sering terngiang di kepalanya, pasti ada sesuatu hingga Angga setuju mencelakakan keluarganya sendiri.
"Saat umurku 12 tahun, ayah dan i1buku meninggal karena kecelakaan pesawat. Saat itu aku tidak memilki siapapun lagi, jadi pengasuh dan Asisten kepercayaan ayahku membawaku ke kerajaan, saat itu mereka menolakku, mereka bilang sekali keluar dari kerajaan, tidak akan ada jalan kembali lagi. aku mendengar itu, mereka menatapku seolah aku penjilat, memandangku dengan tatapan menjijikan, sejak itu aku bertekat untuk menjadi orang yang bisa melebihi mereka dalam segala hal, " kata Angga tampak menerawang jauh.
Bella mendengarkannya dengan serius, tidak ingin menyela pembicaraan Angga, maka itu dia hanya diam saja, tapi dia berpikir, pantas saja sekarang Angga menjadi pria yang begitu menganggap serius pekerajaanya, ternyata lukanya saat kecil yang membuatnya seperti ini.
"Saat umurku 22 tahun, aku baru tahu bahwa pesawat pribadi yang dinaiki ibu dan ayahku tidak jatuh karena masalah teknis ataupun masalah alam, tapi karena memang pesawat itu sengaja di buat jatuh, dan yang merencanakan semua itu adalah pihak kerajaan. Pangeran Leonal yang sekarang yang menjadi Raja adalah dalangnya, " kata Angga menatap Bella yang serius mendengarkannya, tampak kebencian yang sangat di matanya, namun wajahnya masih tetap datar, seolah berusaha menutupi emosinya.
Bella kaget, dia tak menyangka ternyata hal itu yang menjadi alasan Angga, pantas saja dia langsung setuju membantu Bella, Bella juga tidak percaya, dulu saat dia masih di kerjaan, Bella beberapa kali bertemu dengan Raja Leonal, perawakannya memang tampak keras dan berwibawa, namun Bella sama sekali tidak menyangka ternyata dia begitu kejam, dapat melenyapkan keluarganya dengan cara yang kejam. Bella baru tahu, memang buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, pantas Aksa bisa begitu tidak berperasaan, darah yang mengalir di tubuhnya juga adalah darah pembunuh, Bella jadi sedikit mengigil mengetahui jika saja mereka tetap bersama, berarti nantinya anaknya akan memiliki darah pembunuh itu juga.
"Tapi kenapa sekarang mereka ingin sekali kau kembali ke kerajaan, hingga utusan selalu datang untuk memanggilmu? " kata Bella penasaran.
Angga tersenyum sinis sebelum dia melanjutkan ceritanya.
"Karena hanya akulah yang bisa menyembukan mereka, di keluarga kerajaan punya penyakit keturunan, dan yang bisa menyembukan mereka hanya aku, penyakit itu berhubungan dengan darah, tidak diketahui kapan terjangkit, saat kecil aku sudah terkena penyakit itu, dokter mengatakan bahwa aku tidak akan selamat, umurku dikatakan hanya tinggal 1 atau 2 tahun lagi, maka mereka memangkat Mika menjadi temanku dan juga akan menjadi teman mereka ketika aku meninggal, tapi aku tidak tahu bagaimana, tubuhku dapat melawan penyakit itu dan membuat penangkal untuk penyakit itu, karena mendengar itu mereka mencoba untuk terus membawaku kembali, kedua orang tuaku pun terbunuh karena itu, karena Pangeran Leonal takut jika aku di bawa kembali ke kerajaan, maka ayahku akan mengantikan tahtanya, " kata angga menjelaskan panjang lebar.
Bella mendengarkannya dengan tidak percaya, ternyata walaupun dia sudah hidup 20 tahun di lingkungan kerajaan dan berlajar begitu banyak tentang mereka, tetap saja keluarga itu penuh dengan rahasia, bagaimana mereka menyembunyikan masalah penyakit keturunan darinya, seharusnya dia berhak tahu hal itu, Bella tak habis pikir.
"Jangan - jangan penyakit itu juga ada hubungannya dengan kisah tentang Putri Alexandrite? " kata Bella yang menangkap itu semua.
"Ya, aku rasa begitu, dulu mereka mengatakan itu kutukan karena memang perkembangan teknologi belum seperti sekarang, tapi sekarang sudah diketahui bahwa semua ini adalah masalah gen, karena itu saat aku mendengar tentang kisahmu, aku sangat terkejut mereka masih mengunakan cara itu mendapatkan calon ratu selanjutnya, " kata Angga menatap dalam pada Bella
"Iya, pasti, Raja leonal dan Aksa membawa penyakit itu di darah mereka, hanya saja tidak di ketahui kapan gejala penyakit itu muncul, dalam kasusku aku mendapatkannya saat umur 7 tahun, sedangkan kakek buyutku baru mendapatkannya saat umur 70 tahun, aku dengar adik Aksa meniggal saat umur 1 tahun karena penyakit ini, karena itu Raja Leonal sekarang sangat takut, dia selalu saja memanggilku ke sana dengan alasan kakek buyutku yang sakit karena penyakit itu, alasan itu juga kenapa aku dibiarkan hidup, sedangkan kedua orang tuaku dibunuh, " kata Angga.
Bella terkejut, dia sekarang sedikit merasa bersyukur bahwa Aksa tidak menginginkannya, kalau tidak anaknya akan menderita seperti itu, tapi tetap saja, mereka tidak punya perasaan, menculik seorang anak, mengurungnya lalu menjadikan dia istri tanpa mengetahui bahwa keturunannya akan mati mengenaskan karena penyakit itu, tidak masalah jika anak mereka bisa tumbuh dan dewasa, bagaimana jika baru berumur 3 tahun dan gejala itu mucul, apakah tidak begitu menyedihkan kehilangan anak saat anak itu sedang lucu-lucunya?, bukankah itu juga sama saja mereka menyiksa dan menjerumuskan hidup Bella selama-lamanya?
"Baiklah, aku akan dengan serius membantumu membalaskan dendam pada mereka, " kata Bella dengan begitu serius pada Angga.
Angga melihat keseriusan di wajah Bella, menatapnya dengan sangat dalam, dia sedikit menaikkan sudut bibirnya.
"Baiklah, mari sama-sama menjatuhkan mereka, " kata Angga.
"Ya! " kata Bella dengan semangatnya yang malah membuat Angga merasa dia sangat lucu.
"Sekarang yang harus kau lakukan adalah tidur, kau harus menjaga dirimu agar tampil mengesankan di perta itu, jika kurang tidur kau akan tampak lesu, " kata Angga berdiri dan memadang Bella, padahal sebenarnya Angga sedikit khawatir karena Bella balum tidur begitu larut.
"Benar juga, baiklah aku akan tidur, " kata Bella.
"Baiklah, selamat malam," kata Angga dengan nada sedikit melembut, membuat Bella terdiam, Angga lalu berjalan menuju tangga, tapi dia masih melihat Bella terdiam di sana.
"Masuklah ke kamarmu, jangan sampai tertidur lagi di sofa, kali ini aku tidak akan membawamu kembali ke kamar lagi jika kau tidur di sana," kata Angga.
Bella yang mendengar itu malah tambah terdiam, jadi selama ini benar Angga yang membawa dia kembali ke kamar jika dia tidur di sofa? Jadi bukan karena dia berjalan waktu tidur?.
"Hei, kau benar-benar ingin tidur di sana ya? " kata Angga lagi.
"Tidak, tidak, aku akan ke kamar, ini aku sudah berjalan ke sana, " kata Bella segera bangkit dan berjalan meninggalkan Angga dengan buru-buru, Angga yang melihat tingkah dari Bella tersenyum lebar, lalu dia mulai menaiki anak tangga tersebut.