Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
24



' Kau tak tahu, mungkin saja tak akan pernah tahu, karena selama ini aku menjaga dan mencintaimu dalam diamku'


____________________________________________


Bella terbangun, dia menatap kesekitarnya, lalu dia sadar, bukannya kemarin terakhir kali dia sedang membaca di sofa, tapi sekarang kenapa dia malah ada di ranjang? Apa dia tidur sambil berjalan tanpa sadar kembali ke kamarnya? Atau jangan-jangan… sepertinya tidak mungkin, mana mungkin Angga yang membawanya ke sini, dia kan orang yang dingin, tidak mungkin peduli hal seperti ini. Pikir Bella lagi.


Dia mengambil handphonenya yang ada di meja samping tidurnya, melihat jam masih jam 4 pagi, dia lalu melihat sebuah notifikasi pesan, dia lalu membukanya, dari Daihan.


Hai, apakah kau sudah tidur? Jangan tidur telalu malam ya, Mika. Pesan dari Daihan.


Bella mendapatkan pesan pertamanya merasa sangat bahagia, apa lagi membaca pesan dari Daihan yang begitu perhatian. Dia merasa berbunga-bunga sekarang.


Maafkan aku kakak baru membalasnya sekarang, tadi malam aku ketiduran, sepertinya sudah terlambat untuk mengucapkan selamat malam, karena itu aku ucapkan, selamat pagi kakak. Balas Bella.


Dia kembali tersenyum, setelah itu dia meletakkan kembali handphonenya, namun belum sempat dia meletakkannya, handphonenya kembali berbunyi, Bella kembali melihatnya sambil mengerutkan dahi, ternyata Daihan membalasnya.


Sudah bangun jam segini? Tidurlah kembali. Balas Daihan


Lalu Bagaimana dengan kakak? Sudah bangun jam segini?. Balas Bella.


Tidak, hanya terbangun mendengar notifikasi darimu, kata Daihan.


Maafkan aku kakak, aku bodoh sekali, baiklah, aku akan tidur kembali, kakak juga ya, kata Bella lagi, dia mulai tertidur, namun tidak mengembalikan handphonenya lagi karena mungkin saja Daihan akan membalasnya lagi.


Angga bangun pukul 5 pagi, semalam apapun dia tidur, dia pasti bangun pukul 5 pagi, sepertinya memang dia memiliki jam biologis sendiri, sehingga dia tidak akan bisa tidur lagi jika sudah jam 5 pagi. Dia lalu keluar dari kamarnya, seperti biasa dia akan berolahraga, namun saat dia melewati kamar Bella, ada perasaan untuk melihat keadaan gadis itu, dia lalu membuka pintu kamar Bella. Melihat Bella yang masih tidur dengan tenangnya, dia hanya sedikit tersenyum, namun sebelum dia kembali menutup pintunya, dia mendengar suara notifikasi handphone.


Angga mengerutkan dahinya, siapa yang pagi-pagi ini mengirim pesan pada Bella?, lagi pula dia baru memberikan handphone itu kemarin pada Bella, selain dia, Asisten Jang dan Judy, tidak ada yang tahu nomor handphone Bella bukan? Entah kenapa dia malah jadi penasaran.


Dia lalu mendekati Bella, lalu melihat Bella yang tidur dengan memegang handphonenya, Angga jadi sedikit kesal, bagaimana dia tidur dengan handphone di genggam begitu? Apa dia tahu bahayanya? Pikir Angga.


Perlahan-lahan Angga mengambil handphone itu dari tangan Bella, dia ingin segera meletakkanya, namun teringat akan bunyi notifikasinya, dia lalu membuka handphone Bella. Satu notifikasi tampak di layarnya, Angga lalu membukanya, ternyata dari Daihan.


Selamat pagi, semoga harimu cerah hari ini, apa ada waktu hari ini?. Pesan Daihan.


Angga melihat itu entah mengapa merasa kurang senang, karena itu dia langsung menghapus pesan Daihan yang baru saja di bukanya itu. Tapi setelah itu dia jadi menyesal, kenapa dia harus merasa tidak senang? Bukannya Bella juga harus berhubungan dengan Daihan, seperti Mika yang juga berhubungan dengan Daihan. Namun pesan yang sudah di hapus tidak mungkin di kembalikan lagi, jadi ya sudah, dia hanya meletakkan handphone Bella jauh dari dirinya, lalu dia keluar dan mulai mempersiapkan diri untuk berolah raga.


Bella kembali bangun pukul 7 pagi, dia melihat matahari sudah sangat terang menembus gorden kamarnya. dia mencari-cari handphonenya, lalu melihat handphone itu ada di meja rias, dia merasa bukannya kemarin dia tertidur sambil memegang handphone, lagi pula dia tidak akan meletakkan handphonenya begitu jauh.


Apa benar-benar aku sekarang tidur berjalan? Pikir Bella.


Seperti biasa dia turun dari ranjang, dan melihat ke arah jendela, matahari masih terasa hangat, belum begitu terik, namun sudah cukup terang untuk melihat keadaan sekitarnya. Begitu cukup menikmati pemandangan, dia lalu berjalan menuju kamar mandi dan segera mandi.


Dia lalu keluar, melihat Judy sudah berdiri dengan setia menunggunya. Bella tersenyum.


" Selamat pagi, begitu yah? Dia dimana? " kata Bella lagi.


" Tuan baru saja pergi, Nona ingin sarapan sekarang? " kata Judy lagi,


" Iya "


" Baiklah, semua sudah di siapkan di ruang makan Nona, " kata Judy.


" Owh, sebentar aku harus mengambil berkas dulu, " kata Bella lagi masuk kedalam kamarnya, mengambil berkas yang ada di sana, lalu kembali ke luar, dia berjalan menuju ke ruang makan. Duduk dan mulai sarapannya sambil kembali mempelajari tentang Mika, bahkan hingga dia selesai makanpun, dia tetap duduk dan membaca berkas itu.


" Judy, di mana Nona Mika bekerja? " kata Bella bertanya pada Judy yang begitu setia berdiri di dekatnya.


" Di sekolah Disabilitas Blessing, sekolah milik Tuan Angga, " kata Judy


" Owh, jadi dia bekerja untuk Angga juga, " kata Bella lagi.


" Tidak Nona, sekolah itu memang dijalankan oleh Nona Mika, dia yang memiliki ide untuk membuat sekolah khusus tersebut, Nona Mika memang gadis yang sangat baik, " kata Judy mendeskripsikan.


" Yah, dia gadis yang sempurna, " kata Bella.


Pantas saja Angga begitu mencintainya, gadis itu selain begitu cantik, juga berhati mulia, sifatnya yang ceria, siapa yang tidak akan tertarik padanya?, tidak seperti Bella yang setiap orang melihatnya hanya merasakan kasihan, gadis yang penuh kesedihan dan kemuraman, hanya itu yang ada pada dirinya.


" Judy, bisakah kapan-kapan aku datang kesana? " kata Bella lagi.


" Tentu, jika Anda ingin, besok senin saya akan menjadwalkan Anda kesana, " kata Judy.


" Baiklah, terima kasih, apa hari ini kita punya jadwal? " kata Bella kembali tersenyum.


" Tidak Nona, apa Anda ingin pergi hari ini? " kata Judy.


" Ehm, ayo kita berjalan-jalan saja, bagaimana?, " kata Bella


" Baiklah Nona "


" Kalau begitu aku akan siap-siap dulu ya "


Bella segera berdiri dan berjalan menuju kamarnya, dia segera mengeluarkan pakaian yang kemarin sudah di pilihkan oleh Dorland, begitu banyak hingga membuat dia pusing. Akhirnya dia memakai skinny jeans hitam dengan T-shirt dan kardiangan rajut berwarna mocca lalu mengenakan sedikit lipstik agar tidak terlalu pucat karena dia masih di larang mengunakan lotion apapun. Tidak lupa dia membawa kaca mata dan maskernya.


Setelah itu dia langsung keluar melihat Judy yang sudah ada di pintu keluar menunggunya dengan setia, pelayan membukakan pintu mobil untuk Bella, Judy duduk di kursi depan. Mobil mereka berjalan lambat agar Bella bisa melihat-lihat pemandangan kota itu.


Mereka berkeliling menyusuri kota yang sangat ramai dengan gedung-gedung pencakar langitnya, Bella menikmati semua yang dapat di lihatnya, hingga kurang lebih 30 menit mereka bekeliling, Bella melihat sebuah taman yang ramai.