
Nakesha terbangun karena suara tangis Archie, kepalanya pusing sekali, saat dia membuka matanya dia sudah ada di ruangan yang sangat mewah dengan penuh sofa-sofa besar di sana. Dia sendiri di dudukkan di salah satu sofa, dia melihat ke arah kanan dan kiri, Nakesha menemukan sosok Aksa yang sedang mengendong Archie yang tampak tak nyaman di gendongnya.
"Sudah bangun?" kata Aksa, menatap Nakesha dengan tatapan lembut, namun hal itu malah membuat Nakesha makin geram melihat Aksa.
"Apa yang kau lakukan! berikan Archie padaku," kata Nakesha langsung segera berjalan ke arah Aksa, tidak peduli dengan kepalanya yang masih nyeri. Para penjaga yang ada di sana segera menahan Nakesha.
"Kenapa kau begitu takut, aku tidak akan melukai anakku sendiri, tenang saja," kata Aksa menatap Nakesha yang memandang Aksa dengan rasa ngeri.
"Kenapa kau begitu tega, dia pasti sudah menangis begitu lama," kata Nekesha dengan nada kasihan, melihat Archie yang wajahnya memerah dan matanya yang sembab karena menangis terus menerus dari tadi.
Aksa yang melihat itu, sebenarnya bingung, apa yang harus di lakukannya agar Archie bisa diam, dari tadi dia hanya menangis terus, padahal Aksa sama sekali tidak melakukan apa pun padanya.
"Dia pasti mengantuk, dia ingin minum susu, apa kalian membawa perlengkapannya," kata Nakesha lagi dengan perhatian, Aksa melirik pada para penjaganya, penjaga itu langsung menunjukkan sebuah tas perlengkapan bayi.
"Kami hanya membawa tas ini pangeran," kata penjaga itu.
"Bagaimana?" kata Aksa yang masih terus mencoba menenangkan Archie, namun Archie masih saja tidak ingin berhenti menangis.
"Aku akan melihatnya, biarkan aku melihatnya, suaranya sudah serak, pasti tenggorokannya sangat kering," kata Nakesha memelas agar Aksa memperbolehkannya mengendong Archie.
"Periksa lah dulu," kata Aksa, dia mengeluarkan gestur agar penjaganya tidak lagi menghalangi Nakesha. Nakesha segera membuka tas itu, di dalamnya dia temukan gendongan Archie dan beberapa perlengkapan susunya, dia tersenyum senang.
"Ya, ini ada, kemarikan dia, aku akan mengendongnya sambil membuatkan susu," kata Nakesha menjulurkan tangannya untuk mengendong Archie, Archie yang melihat Nakesha langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Nakesha, namun Aksa menariknya, Archie menangis lebih keras hingga suaranya benar-benar serak.
"Kau benar-benar tega, lihatlah dia sudah sangat mengatuk, dia tidak bisa tidur jika tidak aku gendong, Aku mohon, aku tidak akan macam-macam, kau pikir aku akan lari dengan begitu banyak penjaga," kata Nakesha lagi menyakinkan Aksa, berbicara pelan dan lembut. Mau tak mau Aksa akhirnya menyerahkan Archie pada Nakesha, Nakesha segera mengoyang-goyangkan tubuh Archie, dia segera melilitkan kain gendongan Archie di depan tubuhnya, mengendongnya seperti kanguru, Archie langsung tampak nyaman walau pun masih sengugukan.
Aksa yang melihat itu langsung kagum, dia juga heran, dari tadi, hampir 1 jam dia mengendong Archie, anak itu sama sekali tidak diam, yang ada di hanya berontak, namun baru 1 menit dia bersama Nakesha dia langsung terlihat nyaman.
"Di mana aku bisa membuat susu?" kata Nakesha melihat Aksa.
"Di bar," kata Aksa yang menunjukkan bar yang ada di belakangnya sekarang.
"Di bar?" kata Nakesha melihat sebuah meja bar, di sana berjejer minuman-minuman beralkohol.
Tiba-tiba di otaknya muncul sebuah ide, dia lalu segera berjalan ke arah bar itu, membawa botol susu dan juga susu yang sudah di takar oleh pengasuh Archie sebelumnya, Nakesha melirik ke arah penjaga, mereka menjaga di pinggir ruangan, dia juga melihat ke arah lorong di sebelah bar itu.
Aksa mengikuti Nakesha, dia berhenti di depan bar, sedangkan Nakesha masuk ke dalam bar itu, Aksa memandang Nakesha yang sedang membuat susu untuk Archie yang sudah tenang di gendongan Nakesha, Nekesha sedikit mengecangkan gendongannya, dia melirik ke arah
botol salah satu minuman keras yang cukup tebal dan besar, dia melirik ke arah Aksa yang masih sibuk memperhatikan apa yang dilakukan oleh Nakesha.
Dan dengan cepat, tangan Nakesha menggapai botol minuman yang ada di meja itu, dia langsung mengayunkannya dan memukulkannya tepat di kepala Aksa dengan sangat keras hingga botol itu pecah, melihat hal itu semua penjaga langsung kaget, Nakesha tidak mengambil waktu lagi, di segera berlari ke arah lorong yang ada di samping bar, para penjaga yang kaget melihat kejadian itu segera melihat ke arah Aksa yang kesakitan, tentu sakit, botol tebal itu saja sampai pecah saat menyentuh kepalanya, darah mengalir dari bekas pukulan Nakesha.
Dengan darah yang mengalir kental dari kepalanya yang robek karena pukulan Nakesha, menahan nyeri dan pusing, bahkan sesaat telinganya terasa berdengung, kepala berdenyut, Aksa langsung melirik ke mana Nakesha pergi, dia segera mengejar Nakesha, tidak ada yang boleh membawa anaknya keluar dari sini, pikirnya dengan penuh emosi, wanita ini! harus mati. Pikirnya.
---***----
Sebuah konfrensi pers di buat di aula, Ajudan Jofan sudah melakukan tugasnya dengan baik, seluruh wartawan datang ke acara itu, Asisten Yu yang sudah bersiap di sana, langsung memberitahukan pada mereka tentang apa yang terjadi, di sana juga di hadiri oleh petinggi polisi dan militer yang memang sengaja di panggil oleh Jofan untuk mengikuti acara itu, dia sendiri tidak ikut, karena menurut protokol, dia tidak bisa langsung berbicara di sana, akan menjadi pertanyaan publik jika dia langsung turun tangan dengan masalah seperti ini.
"Saya sebagai Asisten Pribadi, mewakili Tuan Daihan Alexander Crawford, Ahli waris utama perusahaan Crawford yang juga sekarang ada Direktur utama dari Hexal Corp. menyatakan bahwa Anak Tuan Daihan yang sah secara hukum dan sudah diputuskan oleh pengadilan dan juga Nona Nakesha selaku teman dekatnya telah diculik oleh Pangeran kerajaan, yaitu Pangeran Aksa, " kata Asisten Yu membuka acara konfrensi pers.
" Penculikan terhadap anak dan teman dekat Tuan Daihan terjadi pada malam ini, sekitar pukul 19.45 malam ini dan kami sudah mendapatkan bukti yang sangat kuat dan menunjukkan bahwa benar pelakunya adalah Pangeran Aksa Luthier Huxley," kata kepala kepolisian itu langsung memberikan pernyataan pada para wartawan yang ada di sana, semua wartawan di sana langsung ricuh. Apa lagi saat bukti dari penculikan itu langsung di pertontonkan di sana.
"Lalu bagaimana dengan penanggulangannya pak?" kata salah satu wartawan yang ada di sana.
"Kita tahu bahwa keluarga kerajaan punya hak istimewa, salah satunya bahwa mereka kebal hukum, dan daerah kekuasaanya seperti istana mereka tidak dapat di sentuh oleh penegak hukum dan pihak militer, namun Presiden saat ini telah memberikan mandatnya kepada saya dan Jendral Indra untuk melakukan penyelamatan, karena saat ini yang diculik salah satunya adalah warga sipil, Presiden malam ini langsung mengambil keputusan untuk mencabut hak istimewa dari kerajaan dengan wewenangnya dan Beliau mengatakan semua keputusan ini akan dipertanggung jawabkan oleh Beliau sendiri, dan kami akan melakukan penyelamatan secepat mungkin dan sebaik mungkin, karena itu kami di sini hanya akan menyampaikan hal itu pada media, selanjutnya kami akan segera fokus dengan misi penyelamatan ini, baiklah, sekian dan terima kasih," kata kepala petinggi polisi itu segera, mereka segera pergi dari sana tanpa menjawab begitu banyak pertanyaan wartawan selanjutnya.