Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
122



"Kau tahu apa yang dia katakan padaku! Dia ingin mengugurkan anak dalam kandungannya! Kau pikir aku tega melakukan itu pada anakmu? Aku juga tidak tahu dia akan senekat itu. aku memang menolaknya berulang kali. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur begitu saja karena Mika. " kata Daihan juga sudah tidak sabar lagi menghadapi Angga.


Angga terdiam…


"Itu bukan anakku." kata Angga lirih, matanya suram. Daihan yang mendengarkan itu wajahnya langsung berubah kaget.


"Lalu?" kata Daihan tak percaya.


"Itu anak Aksa. Mika sendiri yang menuliskannya. Dia minta kau membantunya untuk mengugurkan anak itu, agar bisa tetap menikah denganku, tapi kau menolaknya, dan kau tahu dia sangat mencintaimu." kata Angga lirih, membayangkan nasibnya yang buruk, entah apa salahnya?.


Daihan terdiam, dia bukan hanya kaget, dia sampai lemas dan terduduk. Menatap kosong, dia masih tidak percaya apa yang dj dengarkannya, dia pikir anak yang di kandung Mika adalah anak Angga, sehingga dia sama sekali tidak menanggapi wanita itu.


"Aksa? bagaimana bisa? Mika tak menceritakan apapun. Dia hanya mengatakan dia hamil, aku kira itu anakmu. Karena itu aku menolak membantunya. " kata Daihan lagi.


Angga pun terdiam, jika begini ini juga bukan salah Daihan, Mika tidak menceritakan pertemuannya dengan Aksa, Daihan hanya tahu Mika mengandung, dan pantas saja Daihan menolak membantunya, karena dia pikir itu anak Angga. Angga pun ikut terduduk. Jofan yang mendengar itu pun hanya diam saja.


"Saat kau menolaknya, Mika pergi ke club, di sana dia bertemu dengan Aksa, dan entah bagaimana mereka melakakukan hal yang tidak di ingikan." kata Jofan mencoba untuk menjelaskan, karna hanya dia yang masih bisa berpikir dengan logis.


Mendengar itu, Angga dan Daihan terdiam, mereka tampak kaget dan masih syok dengan apa yang baru mereka dengar, walaupun Angga sudah membaca langsung dari flashdisk itu, dia tetap tak bisa menerima kata-kata Jofan.


"Aku benar-benar tak tahu tentang itu, Mika datang padaku, dia bilang dia tidak bisa menikah denganmu, karena itu dia ingin mengugurkan anak itu, dia memang mengancam akan bunuh diri jika aku tidak menerimanya, tapi aku kira itu hanya emosinya semata, aku tahu Mika bukan orang yang berpikiran sempit, tapi… " kata Daihan mengingat malam yang di penuhi hujan lebat dan petir itu, mengingat wajah Mika yang begitu tertekan, tapi dengan dingin dia menolaknya, ada sedikit rasa sesal, tapi tak mungkin kembali lagi.


Angga tak bisa berpikir lagi, kepalanya rasanya sangat penuh, pusing sekali, amarah menguasainya, namun dia sendiri tak tahu harus melampiaskannya bagaimana.


"Sekarang apa yang ingin kau lakukan Angga? " tanya Jofan lagi.


"Aku akan menjumpai Aksa, aku yakin Mika tidak mungkin melakukan hal seperti itu tanpa campur tangan Aksa, dia bukan orang yang suka lupa diri.


"Jangan bertindak gegabah, jangan karena hal ini, semua rencana kita akan rusak. Aku akan mencari informasi jika memang kau sangat ingin tahu. Tapi Angga, haruskah? Mika sudah meninggal." kata Jofan menjelaskan pada Angga mencoba agar dia mengerti dan tidak membuat hal-hal yang menuruti emosinya.


"Kenapa kalian tidak jujur denganku sejak awal, bahkan kalian tega menipuku selama ini, aku merasa seperti orang bodoh, bertingkah memiliki Mika tapi ternyata dia mencintaimu. " kata Angga tampak tertawa kecil, menyesali kebodohannya, dia menatap dalam pada Daihan.


"Apa jika aku mengatakan hal ini dari dahulu, kau akan menyerahkan Mika padaku?" kata Daihan menatap Angga.


Angga menatap Daihan, dia tak tahu apakah dia dulu sanggup memberikan Mika pada Daihan walaupun dia tahu yang dicintai Mika adalah Daihan.


"Bagaimana dengan Bella, apa dia tahu sekarang kau begitu marah mengetahui tentang Mika? apa dia tahu kau ingin Mika sekarang masih hidup? " kata Daihan menatap Angga.


Angga terdiam, karena emosi yang di tahannya 2 tahun ini meluap, dia melupakan perasaan wanita yang saat ini ada di sampingnya, apakah tadi Bella melihatnya seperti ini? kenapa dia baru sadar sekarang.@


" Angga, aku sudah pernah menyerahkan Mika padamu, Sekarang serahkan Bella padaku? " kata Daihan serius.


"Jangan mengambil keuntungan dalam hal seperti ini. "


"Bersamamu dia akan menderita, kau yakin dia bisa menerima kenyataan bahwa di hatimu masih ada Mika."


"Lalu apa kau yakin dia bisa menerimamu?. Aku tidak akan pernah menyerahkannya, walaupun kau memberikan Mika kembali padaku. " kata Angga tegas.


" Aku tidak akan pernah melakukan hal sama seperti yang aku lakukan pada Mika, walaupun sekarang kita harus menjadi musuh, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Bella. " kata Daihan sama  tegasnya.


"Cobalah, aku yakin siapa di hatinya. " kata Angga lagi. Tak ingin melanjutkannya, Angga  Lalu dengan cepat keluar dari ruangan itu. Jofan yang melihat Angga keluar segera keluar dari sana, hanya melihat ke arah Daihan yang menatap mereka dengan nanar.