Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
202



Daihan sedang duduk di ruang tengahnya, dia sedang melihat Archie yang bermain dengan Nakesha, tampak sangat bahagia dan damai, membuat dia mengembangkan senyum manisnya. Namun tiba-tiba  Asisten Yu datang mendekatinya dengan buru-buru.


"Ada apa? " kata Daihan yang tidak pernah melihat  Asisten Yu yang tergesa-gesa seperti itu.


"Ada kabar yang harus saya sampaikan Tuan,"kata Asisten Yu tampak cemas, dia melirik ke arah Nakesha dan Archie, Daihan tahu bahwa ada kabar yang tidak bisa dikatakan oleh Asisten Yu di depan Nakesha dan Archie.


"Sebentar ya, " kata Daihan lembut, Nakesha yang mendengar itu hanya mengangguk, dia juga tidak ingin tahu semua tentang Daihan. Daihan segera berjalan di ikuti oleh  Asisten Yu di belakangnya, mereka menuju ke ruang kerja Daihan.


"Ada apa? " kata Daihan serius.


"Tuan Angga terlibat kecelakaan serius, 3 orang tewas di tempat,"kata Asisten Yu to the point.


"Apa? kau serius? "kata Daihan kaget mendengar kabar ini.


"Benar Tuan, dan kabar siapa yang tewas masih simpang siur Tuan, " kata Asisten Yu.


Daihan langsung memutar otaknya, dia tahu Jofan pasti punya informasi yang bisa membantunya, namun baru saja dia ingin mengambil handphonenya, dia melihat Nakesha yang berdiri di luar ruang kerjanya, sedang mengendong Archie, dia terlihat ingin berbicara dengan Daihan, karena itu dia langsung keluar dan menemui Nakesha.


"Kenapa? " kata Daihan lagi.


"E … Ada berberapa orang mencarimu, Jofan juga ada di bawah,"kata Nakesha pada Daihan.


"Jofan? Baiklah, Terima kasih,"kata Daihan cepat, dari wajahnya Nakesha bisa mendapatkan kecemasan, namun dia tidak bisa bertanya karena Diahan segera turun dari sana. Nekasha hanya bisa mengikutinya saja.


Daihan segera turun dan bergegas menemui Jofan yang sudah ada di ruang tamu rumahnya, Daihan langsung melihat Jofan yang mukanya sangat tidak enak di lihat, wajah cemas, sedih, tegang, dan kusutnya terlihat, lingkaran hitam di bawah matanya terlihat begitu nyata. Melihat itu saja Daihan sudah tahu, ada masalah berat yang di tanggung Jofan.


"Apakah … " kata Daihan tak sanggup melanjutkan.


"Kami sudah menemukan Angga, dia sekarat," kata Jofan, Daihan yang mendengar itu menjadi tambah kaget, dia bingung harus melakukan apa.


"Bagaimana Bella? "kata Daihan mengingat Bella seketika.


"Kami tidak tahu di mana keberadaannya, kemungkinan besar dia di culik oleh Aksa, "kata Jofan dengan suara lemas.


"Kak Bella di culik Aksa? " kata Nakesha tiba-tiba ada di belakang Daihan, Daihan dan Jofan langsung menatapnya, wajah Nakesha tampak terkejut.


"Baiklah,"kata Daihan segera bergegas, dia menarik Nakesha dan Archie pergi ke dalam, Nakesha segera menyiapkan beberapa barang keperluan Archie, Daihan dan Nakesha juga bersiap sedikit, lalu mereka segera menemui Jofan.


"Sudah Siap? " kata Jofan serius, Nakesha menatap ke arah Jofan yang sikapnya berubah 180 derajat dari pertama kali mereka bertemu, jika dari awal dia bertemu dan melihat sikap Jofan seperti ini, pasti dia akan cukup menghormatinya.


Mereka segera pergi dari rumah Daihan, awalnya Daihan mengira mereka akan pergi ke markas militer, namun Daihan salah, mereka marah mengarah keluar kota dan mulai masuk ke dalam hutan, di dalam hutan itu mereka keluar dan berganti mobil, setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan, masuk lebih dalam dan tiba-tiba di depan mereka terdapat rumah kecil yang tampak tak terawat, Daihan bingung, kenapa mereka kemari, namun Jofan tampak sedang tidak bisa di ajak bicara sama sekali, karena itu Daihan hanya mencoba percaya dengan apa yang di lakukan oleh Jofan.


Jofan turun di ikuti oleh Daihan dan Nakesha juga Archie yang di gendongnya, Jofan segera masuk ke dalam rumah itu, di dalam rumah itu kosong, Jofan segera berjalan menuju sebuah dinding, dia menekan sesuatu, dan menyerahkan suatu untuk di scan, tak lama muncul pintu yang langsung terbuka, ternyata itu sebuah lift, Jofan langsung masuk ke dalamnya.


"Ayo, " Kata Jofan.


Daihan yang melihat hal itu cukup kaget, apa lagi Nakesha, dia belum pernah melihat hal-hal seperti ini, biasanya hal seperti ini hanya dia lihat di film, tidak di sangka sekarang dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Archie dengan nyaman tidur di gendongan Nakesha.


Hanya Jofan, Daihan, dan Nakesha yang memasuki lift itu, Beberapa penjaga yang mereka bawa tampak mengambil posisi mereka masing-masing untuk menjaga tempat itu. Pintu Lift tertutup, hanya ada 2 tombol di Lift itu, Jofan segera menekan tombol G, dan lift itu segera turun, suasana di dalam lift itu terasa tegang, Jofan bahkan tidak melihat ke belakang sama sekali, Daihan tahu Jofan sangat tertekan tentang semua ini.


Tak lama lift berhenti dan pintunya langsung terbuka, Daihan dan Nakesha tampak terkejut melihat lorong besar, banyak orang yang tampak sibuk di dalamnya, Jofan langsung keluar, Daihan dan Nakesha segera mengikuti Jofan, Daihan bisa melihat tempat ini seperti tempat perlindungan atau semacam tempat untuk melakukan penelitian karena banyak orang-orang yang tampak mengunakan pakaian penelitian.


Jofan segera berhenti di depan sebuah kaca besar, Daihan segera mengikutinya, ternyata kaca itu adalah kaca pembatas untuk melihat ruangan di dalamnya. Mata Daihan membesar, Nakesha  yang melihat pemandangan di dalam pun terhenyak kaget. Mereka melihat tubuh Angga di dalam, 3 orang dokter dengan perlengkapan khusus juga alat-alat penunjang kehidupan yang lengkap ada di dalam ruangan itu, Angga tampak tak sadarkan diri, bahkan wajahnya begitu pucat.


"Kami menemukannya tadi pagi di pinggir jalan tol, tubuhnya sudah dingin, darahnya di sedot habis, bahkan dia sudah di nyatakan meninggal 2 kali, namun dia tetap saja bisa kembali, namun keadaannya sama sekali tidak baik, kami sudah berusaha mengembalikan kekuarangan darahnya,  tapi belum ada tanda-tanda dia membaik, "kata Jofan menjelaskan keadaan Angga di dalam sana.


"Tempat apa ini? " kata Daihan kembali melihat sekelilingnya.


"Angga sudah menyiapkan semuanya, dia tahu bahwa dirinya ada dalam bahaya, jadi dia membuat semua ini, perlengkapan dan tim medis terbaik di siapkan di sini, selain itu ini juga menjadi tempat perlindungan, sebelum dia mengalami hal ini semua, dia ingin aku memberikan perlindungan untuk anak Aksa, orang yang sudah membuatnya seperti ini, "kata Jofan melirik Archie yang masih tidur di dalam pelukan Nakesha, dia tersenyum sinis, Nakesha melihat itu langsung memeluk Archie.


"Dia tidak tahu apa-apa,"kata Nakesha tak suka dengan cara  Jofan memandang Archie.


"Aku tak akan melakukan apapun padanya, aku akan memegang janjiku untuk melindunginya, " kata Jofan pada Nakesha.


"Lalu apa yang bisa aku lakukan di sini? " kata Daihan, Jofan melirik ke arah Daihan.


"Ikutlah aku, kita berdua saja, Kalian tunjukan Nona ini di mana dia bisa beristirahat di sini,"kata Jofan memberitahukan pada penjaga yang ada di sana.


"Baik Tuan. Mari Nona,"kata penjaga itu sigap, Nakesha melirik ke arah Daihan, Daihan mengangguk kecil mengisyaratkan untuk mengikuti penjaga itu. Setelah melihat Nakesha pergi, Jofan segera memimpin jalannya menuju ke suatu tempat, mereka langsung masuk ke dalam sebuah ruangan seperti ruang kerja.