Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
61



Mari duduk bersama, berbincang dengan mesra, diiringi oleh tawa dan canda, menyingkir sejenak dari duka, ya... kita berhak untuk bahagia, dan ya! Ayo kita duduk bersama.


____________________________________________


Ini malam tahun baru, dan Angga sudah duduk di sofa di ruangan bersantai di tengah kapal itu, Bella keluar dengan gaunnya yang tampak sangat cocok dengannya, Angga melihat dirinya dengan wajah berkerut.


"Aku rindu menggunakan gaun, "kata Bella seadanya.


"Ya, baiklah," kata Angga acuh, dia lalu kembali sibuk membaca buku yang cukup tebal yang ada di tangannya sekarang.


Bella melihat sekitar,  Asisten Jang dan Judy tampak sibuk menyiapkan hidangan makan malam untuk tahun baru, hidangan itu tampak istemewa, kapten kapal dan pelayan juga tampak sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing.


Bella lalu mendekati Angga, duduk di sebelahnya dengan perlahan, Angga memperhatikan itu tapi tidak berpaling dari apa yang sedang dibacanya.


"Angga, ehm… bolehkah aku mengatakan sesuatu?" kata Bella perlahan-lahan.


"Mm" kata Angga, suara itu keluar dari tengorokannya, tandanya mengiyakan.


"Ehm… ini kan malam tahun baru,  Asisten Jang dan Judy seharusnya berkumpul dengan keluarganya, tapi mereka malah masih sibuk melayani kita," kata Bella lembut, seolah merayu.


"Ya, karena itu mereka aku bayar mahal," kata Angga melirik Bella sedikit.


"Ya, tapi walaupun begitu, mereka akan merasa sangat kesepian jika harus makan sendirian," kata Bella lagi.


"Mereka akan makan bersama setelah kita makan," kata Angga seperti tidak menanggapi Bella. Bella kesal dengan reaksi Angga, pria ini memang tidak punya rasa simpati.


"Ya, apa kau juga tidak kesepian hanya kita makan berdua, padahal makanannya begitu banyak, aku rasa jika tahun baru akan lebih enak di habiskan bersama-sama," kata Bella lagi tetap dengan suara lembutnya, mencoba menahan kesalnya.


"Jadi? Kau mau apa sebenarnya?" kata Angga, Bella manatap Angga kesal, dari dia tadi bicara, masa sih Angga tidak tahu, dia kan bukan orang yang bodoh.


"Aku ingin kau perbolehkan  Asisten Jang dan Judy, kapten dan yang lain makan bersama kita, pasti akan terasa hangat," kata Bella mengatakan maksudnya yang sebenarnya.


Angga menatap Bella dengan lirikan tajam, menutup buku yang di bacanya, Bella sedikit kaget dengan reaksi Angga yang menurutnya berlebihan, masa begitu saja dia marah?


" Begitu saja, memangnya susah sekali mengatakan yang kau inginkan secara langsung,"kata Angga berdiri, berbicara sedikit ketus, lalu pergi meninggalkan Bella, dia tersenyum melihat wajah kesal Bella.


Sedangkan Bella yang dikatakan begitu langsung tampak begitu kesal, pria ini memang aneh, kadang baik, kadang seperti iblis, apa salahnya Bella mengatakannya dengan lembut, lain kali dia akan mengatakannya langsung di mukanya, dasar pria aneh, pikir Bella, aneh… tapi kenapa dia bisa suka pria itu?


" Nona, makanan sudah siap, Tuan Angga sudah menunggu Anda di ruang makan," kata Judy memanggil Bella tak lama, Bella berdiri, dia masih kesal.


Bella masuk ke ruang makan, di sana sudah duduk  Angga,  Asisten Jang, kapten, dan beberapa pelayan dan awak yang ada di kapal ini, bahkan koki pun ada, Bella awalnya terkejut, namun dia langsung tersenyum, Angga melirik sedikit ke arah Bella, namun wajahnya masih sok dingin, menjaga wibawanya, namun Bella tahu dia hanya pura-pura menjaga egonya, Angga ini, orang yang penuh kejutan.


Bella duduk di sebelah Angga, di sebelah Bella, Judy duduk, mereka terlihat begitu gugup dan tegang, seolah sedang menghadiri rapat penting, Angga tampak tenang mengambil makanannya, Bella merasa makan malam ini malah jadi aneh, dia lalu menyiku Angga. Angga yang di perlakukan seperti itu langsung melihat Bella.


Kenapa kau tidak mengajak mereka makan?, kata Bella dengan bahasa isyarat.


" Mari makan, jangan sungkan ini tahun baru, " kata Angga dengan suara beratnya, mereka di sana segera tersenyum, mereka baru berani bergerak, seolah perintah Angga adalah segalanya.


Bella berdiri, mengambil semangkuk daging yang di masak spesial untuk Angga, dia lalu meletakkannya untuk Angga, semua orang di sana melihatnya, Angga juga hanya bisa melihatnya. Biasanya dia akan mengambil sendiri makanannya, melihat perlakuan Bella, dia merasa sedikit tersentuh. Setelah itu dia meletakkan potongan danging yang lain ke piringnya, dia juga meletakkan daging ke piring Judy, membuat semua orang di sana kaget, Angga hanya memperhatikan apa yang di lakukan oleh Bella.


"  Asisten Jang, "kata Bella meminta piring  Asisten Jang yang duduk di seberangnya,  Asisten Jang memandang Angga, Angga hanya membuang pandangannya, dengan ragu dan tangan gemetar dia lalu menyerahkan piringnya, Bella lalu meletakkan beberapa daging di sana, setelah itu Bella meletakkan mangkuk itu, semua orang di sana memandang dengan sungkan, Angga hanya diam.


" Malam ini malam tahun baru, aku ingin berterima kasih untuk semua yang ada di sini, merelakan waktunya untuk melayani kami di sini, teruntuk  Asisten Jang dan Judy, kalian sudah begitu bekerja keras untukku dan Angga tahun ini, aku tidak tahu apa yang terjadi jika kalian tidak ada, karena itu, aku ucapkan, Terima kasih banyak atas kerja keras kalian untuk kami, semoga tahun depan kita tetap bisa bersama dan lebih baik dari ini," kata Bella menunduk, memberikan hormat setengah badan pada mereka, penghormatan tertinggi, semua orang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Bella, belum selesai kaget mereka, tiba-tiba Angga berdiri, mengikuti langkah Bella, dia membungkuk, semua terbelalak kaget, pria paling dingin dan kejam, tak berperasaan ini membungkuk di depan mereka, apakah hari ini akan ada badai? pikir mereka. Bella saja juga ikut kaget melihatnya, dia tidak berpikir Angga akan mengikutinya.


" Kalian sudah bekerja keras untukku, terima kasih," kata Angga dengan suara berat dan sedikit serak, dia memandang wajah-wajah mereka, terutama wajah  Asisten Jang yang selalu setia untuknya. Setelah itu lalu duduk kembali, Bella masih tak bisa percaya, duduk perlahan menatap Angga yang bertingkah seolah tidak terjadi apapun.


Semua yang ada di ruang tercengang, terdiam, senyap, bahkan jika ada jarum yang jatuh akan terdengar, mereka tidak menyangka apa yang mereka lihat dan mereka dengar, apa ini benar-benar akan kiamat?.


Asisten Jang bahkan sampai terharu, tanpa sadar dia malah mengeluarkan air mata, Judy juga begitu, air matanya turun, melihat penghargaan seperti itu bahkan lebih senang dari pada mendapatkan bonus gaji, selama bertahun-tahun ikut dengan Angga yang angkuh, sombong, dingin, kejam dan seenaknya ini, baru kali ini kata terima kasih keluar dari mulutnya.


Melihat  Asisten Jang berusaha menutupi tangisnya, Bella terharu, Angga hanya diam saja, dia juga cukup terkejut dengan reaksi mereka, kenapa sampai menangis, memangnya dulu dia kejam sekali?


" Sudah-sudah  Asisten Jang, Judy, ini tahun baru, jangan menangis, mari makan, nanti tidak enak loh,"kata Bella memberikan mereka tisu, mendengar itu mereka hanya tersenyum.


Awalnya semua orang masih sedikit malu-malu, tapi lama-lama karena sikap ramah Bella yang sama sekali tidak merasa sungkan mengambilkan mereka makanan, suasana jadi mencair, mereka tertawa dan becanda, Angga saja kaget ternyata  Asisten Jang begitu punya selera humor, dan Judy juga lumayan cerewet, mereka biasanya hanya diam saja di depannya, dia mendengar itu tersenyum menunduk, menyembunyikannya.


Bella mangambil tempat air minum, menuangkannya pada gelas Angga, Angga melihat itu tersenyum, Bella membalasnya sebelum dia kembali duduk.


Angga memperhatikan Bella terlihat begitu akrab dengan mereka. Ternyata menyenangkan juga bisa makan bersama seperti ini.


" Nona, setelah makan malam, kita akan menyalakan kembang api, kami sudah menyiapkannya, kembang apinya akan sangat indah, seindah Anda, "kata Kapten itu sedikit mengoda.


" Andrew, kau ingin kehilangan pekerjaanmu ya? "kata Angga yang tidak suka Andrew, kapten kapal itu mengoda Bella, Andrew memang masih seumuran Angga, dan kata Judy, kapten kapal ini sebenarnya salah satu teman Angga saat dia masih kuliah dulu, mereka cukup dekat, makanya Andrew tidak terlalu takut dengan Angga.


" Haha, Maafkan aku bos, tapi aku lihat kau begitu cocok dengan Nona, Kau pasti sangat menyukainya, hingga bisa menjaganya seperti ini, Aku tidak pernah melihat kau begitu cemburu, bahkan dulu saat  dengan Nona Mika kau tidak pernah melarangku mengodanya, "kata Andrew lagi sambil tertawa meminum champagnenya


Mendengar itu Bella langsung terdiam, ha? Dia tidak salah dengar? Angga menyukainya? Angga cemburu? Apa benar dulu Angga tidak pernah seperti ini?, Bella menatap Angga yang tampak menutupi kegugupannya, dia mencoba tenang.


" Kau benar-benar ingin di pecat ya,"kata Angga melemparkan buah anggur yang ada di depannya pada Andrew yang duduk di depannya.


" Haha, lihatlah, dia salah tingkah,"kata Andrew lagi. Orang-orang di sana tampak tersenyum sedikit, takut menyinggung Angga.


" Sekali lagi kau mengodaku, akan ku tutup seluruh usahamu,"kata Angga lagi.


"Ups, maaf bos, iya aku akan diam,"kata Andrew masih terlihat tertawa.


Bella melihat reaksi Angga itu hanya tersenyum sedikit, apa benar Angga menyukainya? Tapi bukannya di hatinya hanya ada Mika? bahkan kemarin saja dia masih memikirkan gadis itu… Bella tersenyum sedikit, tidak ingin berharap… nanti sakit.