
Hei, diam lah di sana, nikmati caraku bekerja, hingga kau terjebak pada perangkapku yang luar biasa.
____________________________________________
"Benar, Anda sangat cantik,"kata Aksa seadanya meminum minumannya, Bella melirik Aksa dengan senyuman sedikit sinis.
Tak lama makanan mereka datang, mereka makan dengan tenang, lalu setelah itu, pelayan menghidangkan makanan penutup, Peanut Butter Chocolate, Bella terlihat tampak antusias, ini makanan kesukaannya dari kecil.
" Silahkan Nona Mika, semoga Anda menyukainya,"kata Aksa dengan senyum mengembang melihat tingkah Bella, jika Bella memakan makanan ini, Aksa bisa tahu kemungkinan besar dia adalah Bella, karena menurut file yang dia baca Mika alergi kacang, sedangkan makanan kesukaan Bella adalah kacang dan coklat.
Bella lalu mengingat bahwa Mika alergi kacang, yah… bagaimana ini?, padahal hidangan penutup itu benar-benar mengoda baginya, apa lagi dia ingat bahwa Aksa kemungkina besar sudah mencari data-data Mika kalau dia memakan ini sama saja membuka kedoknya sendiri, dia mengigit bibirnya, benar-benar tergoda oleh makanan yang ada di depannya, dia lalu mencoba mengambil 1 sendok, dan mencoba melihatnya, mencium baunya saja sudah membuatnya ingin cepat-cepat mengunyah makanan itu, namun dia berusaha untuk menolaknya, dia berjanji setelah ini dia akan membeli banyak makan seperti ini, dan memakannya di rumah sampai puas.
" Apakah ini kacang? "kata Bella menatap Aksa.
"Yah, ini kacang,"kata Aksa.
"Maaf Tuan Aksa, saya sangat alergi dengan kacang, jadi saya tidak bisa memakan ini,"kata Bella tersenyum
Aksa menatapnya dengan tajam, hingga menyipitkan matanya sedikit, wanita ini benar-benar bukan Bella atau memang terlalu pintar menutupi segalanya?.
"Baiklah, silahkan pilih yang lain,"kata Aksa lagi.
"Tidak perlu, saya juga sudah kenyang, silahkan Anda saja yang menikmati hidangan penutup,"kata Bella lagi.
"Saya tidak menyukai makanan manis,"kata Aksa.
"Anda cukup aneh Tuan Aksa, jika tidak menyukainya untuk apa memesannya?,"kata Bella terlihat sedikit menyinggung Aksa.
"Baiklah, aku rasa makan siang kali ini cukup sampai di sini Tuan Aksa, aku harus kembali ke yayasan,"kata Bella tersenyum dan berdiri, dia menyerahkan kartu debitnya pada pelayan.
"Apa yang kau lakukan? Aku yang mengajakmu makan,"kata Aksa terkejut, dia merasa harga dirinya jatuh jika dibayari makan oleh seorang wanita.
"Baiklah, aku hanya akan membayar makanan yang aku makan, aku tidak suka makananku di bayar orang lain, maaf jika aku lupa mengatakan pada Anda soal itu,"kata Bella
"Tapi… "kata Aksa bingung, dia baru kali ini bertemu wanita seperti ini, biasanya dia selalu membayar semuanya.
"Itu sudah jadi kebiasaan dan prinsipku, Tuan Aksa, tolong Anda menghargainya, terima kasih sudah makan siang bersama saya, saya permisi,"kata Bella dengan senyumannya lalu keluar dari ruangan itu.
Aksa terdiam, bingung dengan apa yang terjadi? Wanita itu benar-benar membungkamnya, semakin dia tahu Mika, semakin dia penasaran dengannya, gadis itu berbeda dengan wanita yang lain yang sangat mudah jatuh dalam pesonannya, namun gadis itu malah membuatnya terkejut pada makan siang pertama mereka.
Bella berjalan keluar meninggalkan Aksa sendiri, namun seperti yang sudah di prediksi oleh Bella, Aksa segera memanggilnya lagi.
" Nona Mika,"kata Aksa yang tampak mengejar Bella, berjalan dengan gayanya.
" Ada apa lagi Tuan Aksa? " kata Bella tersenyum tipis.
" Bisakah kapan-kapan kita bertemu lagi?" kata Aksa.
" Nanti akan ku pertimbangkan, Angga pasti marah jika aku terlalu banyak keluar dengan Anda," kata Bella lagi berbalik dan kembali berjalan meninggalkan Aksa.
Aksa terdiam, mendengar penolakan itu bukannya marah, dia tambah bersemangat, akhirnya ada wanita yang bahkan menolaknnya mentah-mentah. Aksa tersenyum khas nya, wanita itu harus di dapatkannya, atau namanya bukan Aksa.