Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
189



"Aww … " kata Bella sedikit kaget dan menahan sakit karena Angga tiba-tiba mencengkram pinggangnya lebih erat, tidak terlalu sakit, namun membuat Bella kaget. Angga tidak perduli, dan terus membawa Bella menyusuri lorong itu.


"Kita mau ke mana? " kata Bella pada Angga yang marah. Namun Angga tidak menjawab, dia terus menyeret Bella, hingga akhirnya membawa Bella masuk ke dalam Lift, Asisten Jang mengerti, dia tidak masuk ke dalam lift itu, dia juga melarang para penjaga mengikuti Angga dan Bella, membiarkan mereka berdua.


Begitu pintu terbuka, Angga kembali menarik Bella hingga masuk ke dalam ruangannya, Bella bahkan sedikit di hempaskan oleh Angga, untung saja Bella tidak sampai jatuh.


"Angga, aku tidak suka kalau kau begini, "kata Bella protes, kenapa Angga harus marah padanya, kan bukan dia yang menyuruh Daihan memegang kepalanya.


"Memangnya kau pikir aku suka begini? " kata Angga lagi menatap Bella dengan nada bicara yang marah.


"Kenapa kau memarahiku, kan bukan aku yang menyuruh kak Daihan seperti itu, " Kata Bella kesal juga di perlakukan seperti ini.


Angga diam, dia langsung memojokkan Bella ke tembok, Angga letakkan tangannya tepat di kepala Bella, wajahnya di dekatkannya pada Bella, matanya menatap tajam pada Bella, Bella melihat itu merasa sedikit ketakutan dengan kelakukan Angga.


"Kau milikku, dan tidak boleh ada yang menyentuhmu sedikit pun," kata Angga dengan tegas. Angga mendorong kepala belakang Bella, mencium Bella  dengan sangat ganas dan kasar, dia mengigit bibir Bella hingga Bella merasa sedikit kesakitan, Bella benar-benar tidak menikmati ciuman Angga, bahkan dia sampai benar-benar tidak bisa bernapas.


Angga menyedot bibir Bella dengan sangat keras sebelum melepaskan bibir Bella. Membuat bibir bawah Bella tampak sedikit bengkak, Angga benar-benar terbakar api cemburunya.


Saat melihat Bella yang kesusahan bernapas hingga terbatuk dan bibirnya yang bengkak, Angga baru sadar dan merasa sedikit bersalah, jika dia marah, dia memang tidak bisa mengontrol dirinya.  Bella menatap Angga nanar, Angga selalu saja begini jika dia sedang marah.


“Sudah puas?" kata Bella menatap Angga, sambil mengusap bibirnya yang basah akibat ciuman Angga, Angga mulai sadar apa yang sudah di lakukannya.


"Aku minta maaf, "kata Angga mengelus bibir Bella yang Bengkak, Bella hanya menatap Angga dengan sinis, namun tak menjawab Angga. "Bella, Tolong jangan melakukan hal yang aku tidak suka, "kata Angga menarik Bella masuk ke dalam pelukannya.


"Aku tak melakukan apapun, aku hanya mengatakan pada Kak Daihan untuk tidak menungguku, aku menegaskan agar dia tidak lagi menungguku, "kata Bella pada Angga dengan suara sedikit meninggi, tak mau di salahkan karna memang tak ada salahnya tadi.


"Maafkan aku, aku tidak bisa mengontrol diriku, aku hanya takut kehilangan dirimu,"kata Angga mengeratkan pelukan pada Bella. Mendengar hal itu emosi Bella sedikit menurun, lagi pula dia tidak mungkin terus marah dengan suamiya.


"Kau harus mulai mengontrol emosimu itu, "kata Bella menatap Angga tegas.


"Aku akan usahakan, bibirmu nyeri? " kata Angga memegang bibir Bella. Bella hanya mengigit bibirnya, lalu mengelengkan kepalanya. "Maafkan aku, aku seharusnya tidak marah padamu " kata Angga lagi yang merasa sangat bersalah.


" Baiklah, lain kali jika kau mengulanginya, aku akan marah besar, dan kau ke sini ingin melihat Archie kan?" Kata Bella pada suaminya yang masih terus mendekapnya.


"Tidak, aku ke sini untuk melihatmu, "kata Angga.


"Benar, aku ke sini karena kau ada di sini, aku tidak mengenal Archie, untuk apa aku melihatnya, " kata Angga lagi membela diri.


"Baiklah, ayo kita melihatnya, " kata Bella tersenyum mencoba melepaskan diri dari dekapan Angga.


"Haruskah? Aku merasa agak aneh bertemu dengan anak Mika, "kata Angga tak membiarkan Bella keluar dari pelukannya.


"Kenapa? kau masih punya rasa pada Mika? " kata Bella menatap Angga serius.


"Tidak, hanya merasa aneh, apa lagi dia anak Aksa, mantan suamimu, kau tidak merasa Aneh? " kata Angga lagi.


"Saat kau mengatakannya sekarang baru terasa aneh, "kata Bella, benar juga, Archie adalah anak dari mantan suaminya, sedangkan bagi Angga, dia adalah anak dari mantan tunangannya, kenapa Bella sama sekali tidak menyadarinya.


"Dan sekarang, dia di urus oleh pria yang benar-benar ingin memilikimu, bagaimana aku tidak merasa aneh, aku tidak mau Archie menjadi alasan Daihan agar bisa mencari celah di antara kita, " kata Angga lagi serius.


Bella tersenyum, kembali memainkan dasi S


suaminya, merasa pria ini benar-benar mencintainya, menatap dengan erat pada bola matanya yang hitam menghayutkan itu. Seketika perasaan Bella menjadi manis, semanis senyuman yang sekarang di sungingkannya.


"Bagaimana pun dia mencoba, aku akan tetap memilihmu, Tuan Angga, walau pun kau semenyebalkan tadi, aku tetap saja akan bersamamu, "kata Bella yang mencoba merayu suaminya, mendengar itu, Angga langsung tersenyum manis.


"Pengoda kecil, benar-benar tahu bagaimana membuatku tersenyum ya? Baiklah, ayo kita lihat Archie, "kata Angga dengan senyuman manis. Bella hanya mengangguk, mereka segera keluar dari ruangan kantor Angga menuju ke kamar rawat Archie.


Pintu lift terbuka, saat Angga dan Bella sampai di lantai ruang rawat Archie, ternyata  Asisten Jang dan para penjaga yang di bawa Angga tadi masih menunggu  dengan setia di sana.


" Asisten Jang, kalian boleh menjaga di luar, kami akan ke kamar Archie, "kata Angga mengenggam tangan Bella.  Asisten Jang yang melihat itu hanya tersenyum, syukurlah tak harus berlarut-larut.


Angga dan segera berjalan menuju ke ruangan Archie, dari arah berlawanan, tampak tim dokter dan perawat berjalan tergesa-gesa, mereka bisa melihat mereka segera masuk ke dalam ruangan Archie, Angga mengerutkan dahinya, lalu menatap Bella, Bella yang memasang wajah khawatirnya juga menantap Angga, mereka mempercepat jalannya, tidak mengetuk, dan segera masuk ke dalam ruangan itu, di dalam sudah terlihat riuh, dokter itu segera memberikan pertolongan pertama, sedangkan para suster mengikuti semua perintah dari dokter, di tempat tidurnya, Archie tampak lemah, tubuhnya kejang.


"Ada apa? " kata Bella pada Nakesha yang berdiri di dekatnya. Nakesha yang melihat Bella langsung memeluknya, dari tampangnya, dia sudah menangis melihat karena keadaan Archie, Bella hanya tampak cemas dan khawatir, dia mencoba menenangkan Nakesha.


"Dia tadi bermain, tidak tahu bagaimana dia tiba-tiba lemas dan kejang, dari hidungnya keluar darah begitu banyak, " kata Nakesha diselingi dengan isak tangisnya. Bella menatap Angga yang hanya tampak memperhatikan dokter yang memasukkan obat anti kejang pada infus Archie, dia lalu melihat pandangan istrinya padanya, dia lalu mengangguk.