
"Aku saja yang menyuapi Suri, lihatlah siapa yang datang?" kata Bella lagi masih dengan wajah yang bingung.
"Baiklah," kata Angga segera berdiri.
Angga berjalan keluar dari ruang makannya dan langsung menuju ke ruang tamu yang ada di depan, dia lalu sedikit terkejut melihat wanita anggun yang duduk di ruang tamunya, dengan senyuman sumringah dia seperti melihat anak yang sudah lama tidak di lihatnya.
"Apa kabarmu Angga? "kata Ratu Ayana berdiri melihat Angga.
"Ratu Ayana, saya Baik, silakan duduk, " kata Angga bingung kenapa Ratu Ayana ada di sini, di sampingnya seorang anak laki-laki dengan umur yang hampir sama dengan Suri duduk dengan tenang. Perawakannya tenang, wajahnya tampan, namun yang paling indah di wajahnya adalah sorot matanya yang tajam, juga bulu matanya yang lentik, mengingatkan Angga dengan pemilik mata indah itu sebelumnya.
"Archie beri salam pada pamanmu," kata Ratu Ayana memberikan perintah pada cucunya.
Archie segera berdiri, dia langsung memberikan salam formal pada Angga yang kaget melihat Archie.
"Selamat siang Paman," kata Archie begitu sopan.
"Selamat siang juga," kata Angga yang tidak menyangka melihat Archie yang sudah sangat berbeda dari terakhir kali dia melihatnya, Ratu Ayana tersenyum manis.
"Papa!" Teriak Suri berlari memasuki ruangan tamu, seolah tak rela di tinggalkan ayahnya tadi walaupun hanya sebentar,Benar-benar putri ayahnya. Bella mengejar Suri langsung berhenti ketika melihat sosok Ayana sedang duduk.
Ayana yang melihat Bella dan Suri sedikit kaget, apa lagi melihat Suri, dia tampak begitu bahagia, terpana oleh kecantikan Suri, seharusnya jika Aksa tidak melakukan kesalahan, Suri sudah pasti menjadi cucu kandungnya.
"Ratu Ayana?" kata Bella memberikan salam.
"Aku sedang tidak ada di kerajaan, tidak perlu begitu sungkan," kata Ratu Ayana.
Bella melihat ke arah Angga, Angga juga hanya menatapnya bingung, menunjukkan bahwa dia juga tak tahu apa tujuan Ratu Ayana ke sini.
"Kemarilah, duduk bersama, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian, kalian pasti sangat kaget melihatku di sini," kata Ratu Ayana, Bella segera duduk, sedangkan Suri mengambil posisi untuk duduk di pangkuan Ayahnya, begitu takut ayahnya pergi.
Suri menatap Archie yang duduk dengan tenang di samping neneknya, Archie pun melihat ke arah Suri, Suri memberikan senyuman manisnya untuk Archie, sedikit canggung karena selama ini Suri tidak punya teman seumuran, Archie yang melihat wajah imut Suri juga hanya bisa tersenyum kecil, namun segera duduk tegak lagi, seperti tidak ingin meninggalkan jejak kewibawaannya, Daihan dan Nakesha benar-benar mendidiknya menjadi anak yang sopan.
"Maafkan kedatanganku ingin begitu membuat kalian terkejut, sebenarnya aku hanya ingin mengatakan padamu Angga, kau tidak bisa pungkiri, bahwa di darahmu mengalir darah keluarga Huxley, walau pun aku dengar kau tidak ingin lagi mengunakannya, tapi … itu memang garis keturunanmu," kata Ratu Ayana menerangkan dengan cara lemah lembutnya, penuh wibawa dan kharisma.
Angga mendengarkan dengan seksama, dia merasa bisa menebak ke mana jalan cerita ini akan berakhir, Bella juga merasakan, dia mengerti akan ke mana arah pembicaraan ini.
"Setelah Aksa meninggal, seharusnya tampuk kerajaan jatuh pada Archie, namun Archie masih sangat muda, bahkan setelah 6 tahun kematiannya, Archie belum juga bisa memimpin, kerajaan memang sama sekali tidak punya pengaruh apa pun sekarang, tapi kita tetap harus menjaga sejarah, garis keturuann juga tidak bisa di putus, karena itu Angga, bisakah kau pulang dan mengurus kerajaan hingga Archie sanggup untuk meneruskannya?" kata Ratu Ayana dengan suara yang merayu, Angga yang mendengar itu tidak kaget, dia sudah menabak itu.
"Tapi Anda sudah bertahta selama 6 tahun ini, keluarga ku juga sudah keluar dari kerajaan, bahkan 3 garis keturunan di atasku sudah tidak di akui oleh kerajaan, " kata Angga, merasa tak enak untuk menolak secara langsung.
"Aku sudah tua, urusan kerajaan ini sangat membuatku pusing, aku di tempah untuk menjadi istri raja, bukan sebagai raja, Bella kau seharusnya tahu itu bukan?" kata Ratu Ayana melihat ke arah Bella, Bella hanya mengangguk, Angga melirik Bella yang juga memalingkan wajahnya ke arah Angga.
Angga dan Bella sering berbicara tentang ini sebelumnya, mereka pernah bimbang ke mana mereka akan tinggal dan mereka memutuskan untuk tinggal di sini sampai mereka merasa Suri tidak bisa lagi tinggal di sini.
"Maaf Ratu, tapi kami sudah benar-benar tidak ingin berurusan dengan apapun di sana, " kata Angga.
"Walaupun aku datang dan memohon padamu? " kata Jofan tiba-tiba masuk ke dalam rumah Angga, akhirnya setelah 6 tahun dia kembali lagi ke rumah kecil sederhana ini.
Jofan hanya tersenyum melihat pasangan yang di depannya menatap dengan wajah bingung, dia melirik ke putri kecil di dalam pangkuan Angga, terlihat sangat menarik perhatiannya.
"Wah, Suri kecil sudah besar dan sangat cantik, " kata Jofan mengoda Suri, Suri yang melihat Jofan cukup ketakutan, dia langsung memeluk Ayahnya.
"Kalau seorang Presiden dan Seorang Ratu tidak bisa juga mengubah pendapatmu, mungkin aku seorang CEO penganti Hexan Corp. Bisa, " kata Daihan yang juga tiba-tiba masuk ke dalam rumah Angga, membuat rumah itu ramai seketika. Angga dan Bella benar-benar terkejut dengan kedatangan mereka semua, "Jangan sampai istriku datang dan mengeluarkan unek-uneknya di sini loh," kata Daihan lagi tertawa, tak lama Nakesha masuk mengendong seorang balita mungkin baru berumur 3 tahun, tampak lucu dan mengemaskan.
"Kalian datang untuk mengeroyok ku ya? "kata Angga berdiri dan langsung memeluk sahabat-sahabatnya.
"Sebenarnya tidak, kami hanya rindu pada kalian berdua, pekerjaan Presiden sangat membosankan tanpa ada masalah dari kalian," kata Jofan bercanda.
Bella juga langsung berdiri, berhadapan langsung pada Nakesha, Nakesha langsung memeluk kakaknya, Bella sampai terharu, apa lagi melihat anak Nakesha yang sangat lucu itu.
"Siapa namanya?" kata Bella mencubit pipi anak Nakesha yang montok.
"William, ah, itu Suri? Kak Jofan, dia benar-benar secantik yang kau katakan, lihatlah sayang, dia cantik sekali ya? " kata Nakesha melihat Suri yang bersembunyi di belakang ayahnya, Angga lalu menggendong Suri.
"Iya, benar-benar perpaduan sempurna Angga dan Bella," kata Daihan melirik ke arah Bella yang sudah sangat lama tak dilihatnya, bahkan 5 tahun, dia tetap secantik yang di ingat oleh Daihan, Bella yang melihat tatapan Daihan, hanya tersenyum mendengar kata-kata Daihan.
"Selamat atas pernikahan kalian, Maaf aku tidak bisa datang," kata Bella pada Nakesha lagi.
"Tidak apa-apa kakak, kami juga mengerti, melihat kalian bahagia di sini kami sudah senang," kata Nakesha, terlihat lebih dewasa dari terakhir kali Bella melihatnya.
"Suri, Sini sama Paman, " kata Jofan mencoba menggoda Suri yang lengket dengan ayahnya, masih bingung dan kaget kenapa rumahnya tiba-tiba ramai sekali, namun Suri semakin memeluk ayahnya, seolah takut di culik oleh Jofan.
"Dia anak ayahnya, dia sama sekali tidak mau dengan siapapun, bahkan dengan ku, padahal aku yang mengandungnya," kata Bella mengadu pada mereka semua.
"Anak- anak memang begitu, Jika punya seorang putri, maka dia jadi saingan ibunya, jika punya seorang Putra, maka dia akan menjadi saingan ayahnya, " kata Ratu Ayana mengelus rambut Suri dari belakang, Suri hanya melirik ke arah Ratu Ayana.
"Hahaha, Suri, kau mengingat ku? " kata Jofan ingin menggoda Suri lagi, Suri langsung menggeleng. "Ah, hatiku patah, aku ada saat ibumu melahirkan mu, dia berjanji menikah kan ku padamu," kata Jofan, Suri hanya menatap Jofan dengan bingung,
"Kak Jofan, Jangan menggoda anak kecil, makanya carilah wanita dan segera menikah," kata Nakesha langsung, semua orang di sana tertawa.
"Bagaimana? Paduka Raja?" kata Daihan melihat ke arah Angga.
"Akan kami pikirkan nanti," kata Angga lagi.
"Baiklah, tak perlu buru-buru, kami akan menginap di sini, kau tidak boleh menolaknya, ini perintah seorang Presiden," kata Jofan lagi.
"Baiklah, aku akan menyuruh Nadia dan Eza untuk mengurus semuanya" kata Bella.
"Bisakah kita buat pesat kecil lagi seperti dulu? " kata Jofan lagi.
"Tentu, aku akan menyiapkannya, masuk lah, di dekat pintu terasa panas,"kata Bella masuk ke dalam rumahnya, memerintahkan Nadia menyiapkan semuanya.