Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
53



Dan... mari kita mulai permainan, aku ingin tahu sampai kapan kau akan bersikap begitu arogan.


____________________________________________


Bella sedang duduk untuk makan kembali peanut butter chocolatenya yang memang dia simpan untuk di makan pagi ini, dia terus tersenyum menikmati manisnya hidangan penutup itu, semanis hatinya sekarang, dia masih ingat kelembutan dan perhatian yang di berikan Angga tadi malam, ah rasanya benar-benar menyenangkan.


Saat dia menikmati hidangan penutupnya itu, Angga dan  Asisten Jang lewat, Angga sedikit berhenti melihat Bella yang tampak senyum-senyum sendiri, dia mengerutkan dahinya melihat tingkah Bella.


" Jangan terlalu banyak makan makanan manis, nanti berat badanmu akan naik,"kata Angga dengan aksen datarnya.


"Oh, kau sudah ingin pergi? Iya, aku akan makan dengan perlahan,"kata Bella kaget, orang yang sekarang ada di pikirannya tiba-tiba muncul.


"Baiklah, aku pergi dulu, ingat untuk tidak pergi kemana-mana tanpa sepengetahuanku,"kata Angga dengan wajah seriusnya.


"Baik Tuan,"kata Bella tersenyum, tidak akan ada yang bisa menganggu hatinya yang berbunga-bunga sekarang. Melihat tingkah Bella, Angga sedikit menaikkan sudut bibirnya. Gadis itu sudah membuat moodnya baik pagi begini,  Asisten Jang pun merasa senang, setidaknya dia tahu hari ini akan sedikit menyenangkan karena mood Angga begitu baik.


Jam terus bergulir, Bella mulai bosan, dia tidak tahu harus apa, jadi dia putuskan untuk membaca novel secara online, untungnya Judy memberitahukannya ternyata tidak perlu lagi memeli buku, di handphone saja dia sudah bisa membaca buku, dia tidak pernah menyangka sekarang semuanya bisa di lakukan hanya dengan alat sekecil ini.


Dia duduk di ruang tengah, mencoba menikmati harinya, hari sebentar lagi malam, Bella benar-benar tidak sabar untuk menanti Angga pulang, tapi semakin dia berharap, entah kenapa detak jarum jam semakin lambat rasanya, tiba-tiba pintu depan berbunyi, kepala pelayan segera membukakan pintu, itu tidak mungkin Angga, karena jika itu Angga dia akan di beritahu bahkan sebelum Angga sampai di rumah.


"Selamat sore Nona, Anda ingin mencari siapa? "kata kepala pelayan itu.


"Saya ingin bertemu dengan Nona Mika,"kata Sania berdiri tegak dengan anggunnya di depan pintu itu,


"Anda siapa?”


"Sania"


"Saaya akan memberitahukan Nona Mika terlebih dahulu, silahkan Anda menunggu di sini, "kata kepala pelayan itu.


Kepala pelayan itu langsung masuk dan menemui Bella yang sedang asik main game di handphonenya, di belakangnya ada Judy yang begitu setia menunggunya.


"Nona, ada seorang wanita bernama Sania yang mencari Anda,"kata Bibi Ran, kepala pelayan di rumah itu.


"Sania? "kata Bella menekuk dahinya, kenapa Sania datang kemari? Apa maunya?


"Nona, apa saya perlu mengatakan Anda tidak bisa di ganggu? "kata Judy mendekati Bella


"Tidak usah, biar aku menemuinya, aku ingin tahu apa yang di inginkannya,"kata Bella


Dia lalu berdiri dan segera merapikan penampilannya, dia lalu segera berjalan dengan percaya diri ke arah pintu keluar, melihat Sania yang ada di sana sudah menunggunya.


"Selamat sore Nona Sania, tidak di sangka Anda mencari saya sampai ke sini,"kata Bella dengan senyum sinisnya menatap Sania, di mata Sania terlihat kebencian dan amarah, namun dia tidak mungkin menumpahkan semuanya di sini, itu sama saja cari masalah di kandang macan.


"Ya, kediaman Anda sangat bagus Nona Mika, "kata Sania basa-basi


"Aku rasa tak seindah istana yang nantinya akan Anda tempati,"kata Bella sedikit menyindir Sania, dia rasa Sania tidak akan menempati istana apapun, karena sampai sekarang statusnya pun belum jelas.


Sania yang menangkap sindiran itu, hanya mengulas senyum tipis, dia cukup pintar mengatur emosinya.


"Nona Mika, saya ingin bicara dengan Anda, apakah Anda punya waktu? Saya juga ingin mengajak Anda makan malam, sebagai permintaan maaf saya sebelumnya,"kata Sania begitu tenang.


" Sebentar lagi Angga akan pulang, aku rasa aku tidak bisa menerimanya, dia akan marah jika saya tidak ada di rumah,"kata Bella mencari alasan.


" Benarkah? Atau apakah Anda sudah terbiasa terkurung di rumah? Ini hanya makan malam, dan untuk permohonan maaf, apakah Anda benar-benar akan menolaknya?, itu sangat tidak sopan,"kata Sania dengan senyumannya yang cukup sinis.


Bella terdiam, menatap wajah Sania dalam-dalam, kalau Bella terus mengelak, Sania akan makin curiga.


"Baiklah, Aku akan bersiap dulu, silahkan menunggu sebentar, "kata Bella.


Sania lalu masuk dengan senyumanya, memperhatikan ruang tamu yang tampak megah dengan nuansa putih namun juga cukup minimalis, Bella melihat Sania cukup terpukau dengan ruangan itu, dia lalu pergi berjalan masuk ke dalam, Judy mengikutinya, setelah keluar dari area ruang tamu itu, Bella langsung jalan cepat-cepat.


"Judy, sudah kah kau memberitahu Angga? "kata Bella cemas. Dia tidak tahu apa yang akan di rencanakan oleh Sania, dia yakin Sania ingin mengetahui dirinya sebenarnya.


"Sudah,  Asisten Jang menagatakan, Tuan Angga sudah setuju, tapi saya harus terus memberitahukan keadaan Anda pada Tuan Angga karena sekarang Tuan Angga sedang ada di perusahaan yang lain, di pesisir selatan,"kata Judy.


"Benarkah? "kata Bella, pantas saja Angga belum pulang sekarang.


"Ya"


"Judy, bantu aku untuk bersiap-siap,"kata Bella


"Baiklah Nona,"kata Judy


Bella segera memasuki kamarnya, untung saja dia sudah mandi tadi, dia lalu mencari baju yang sesuai dengannya, setelah dapat dia segera bersiap-siap, Judy menyiapkan beberapa aksesoris, tas dan sepatu untuk Bella, setelah selesai, dia segera keluar dari kamarnya, menghembuskan napas dalam-dalam agar tidak terlalu gugup, dan dia segera menjumpai Sania yang sudah menunggunya, melangkah begitu percaya diri kemeja putih polos, dan ripped jeans, dan coat abu-abu yang di taruh di bahunya, dia juga mengunakan pump heel berwarna abu senada denagn coat yang di pakainya. Tampak begitu modern dan classy, membuat Sania melihatnya cukup kagum, Mika ini memang beda sekali dengan Bella.


"Baiklah Nona Sania, ayo kita pergi, tapi dengan satu syarat, Angga menyuruhku untuk menaiki mobilku sendiri,"kata Bella karena kata Judy Angga menyuruhnya begitu.


"Ehm, baiklah kalau begitu,"kata Sania sedikit bingung dengan syarat itu.


"Kalau begitu ke mana Anda ingin berbicara dengan saya?,"kata Bella lagi dengan gayanya yang sekarang mulai menganggu Sania, terlalu percaya diri.


"Café Retro Night,"kata Sania


"Baiklah, kita akan bertemu di sana, Judy, apa mobil ku sudah siap? "kata Bella lagi


"Sudah Nona, mobil Anda sudah ada di depan,"kata Judy lagi.


" Baiklah,"kata Bella meninggalkan Sania, Sania yang melihat gaya Bella hanya bisa menahan dirinya, gadis ini sama saja reputasinya dengan pasangannya, sangat arogan.


Bella keluar melihat mobil Maserati Quarttroporte berwarna putih keluaran terbaru sudah terparkir mewah di depan pintu keluar, Sania saja yang melihat mobil itu terlihat sedikit tercengang, Angga benar-benar memanjakan pasangannya, berbeda dengan Aksa yang begitu kasar, pikir Sania memandang Bella yang sedang memasuki mobil mewahnya itu, dia benar-benar iri, dia lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir.


Di dalam perjalanan, Bella tampak diam, mempersiapkan dirinya untuk menghadapi apa yang Sania akan lakukan padanya, namun dia yakin, dia pasti bisa menanganinya, dia juga ingin membuktikan pada Angga dia juga bisa melakukanya sendiri.


Tak lama mereka segera sampai di café itu, café itu lebih terlihat seperti bar, di depannya terdapat taman yang cukup luas, tempatnya cukup asing bagi Bella, Sania tiba tidak lama setelahnya.


" Baiklah, ayo masuk ke dalam, aku sudah memesan tempat yang terbaik untuk kita, "kata Sania tersenyum.


"Baiklah, "kata Bella mencoba menutupi bahwa dia belum pernah ke tempat seperti ini, dan benar tempat ini seperti campuran restauran dan bar, ada kursi panjang khas bar di tengahnya, jajaran botol- botol minuman keras ada disana, tempatnya pun remang-remang, Bella mencoba untuk tetap bersikap tenang, padahal dia cukup takut memasuki tempat seperti ini.