Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
100



2 minggu kemudian...


Hari ini Bella izin untuk menginap di apartemennya, ingin mengambil beberapa barang dan sedikit menyegarkan kepalanya di sana, Angga awalnya menolak, namun akhirnya setuju setelah Bella bilang akan membawa para penjaga.


Bella menghirup wangi kamarnya yang sangat membuai, lilin aroma terapi dengan bau lavender yang dibakarnya memang membuatnya tenang, hah, apa lagi yang di cari Bella, rasanya hidupnya sudah sangat menyenangkan, penuh cinta, dan kebahagiaan.


Bella melihat ke dindin kaca yang sekarang menunjukkan betapa indahnya kota itu dengan kerlap-kerlip lampunya, kontras dengan langit malam yang tampak kelam, beberapa awan bergumpal, terlihat pula beberapa petir yang bergumul di dalamnya, membuat awan-awan itu seperti lampu terkadang gelap, terkadang terang menunjukkan lekukannya.


Bella menyudahi menikmati pemandangan itu, dia berjalan ke arah meja riasnya, mengambil sisir untuk mengikat rambutnya, handphonenya yang ada di meja rias itu bergetar, dia melihat ada pesan dari Angga hanya mengucapkan jangan lupa makan, Bella yakin bukan Angga yang mengirimkannya, pasti  Asisten Jang karena bahasa begitu baku, mungkin Angga hanya menyuruh  Asisten Jang untuk mengingatkan Bella makan, tapi walaupun begitu, cukuplah, setidaknya dia masih ingat Bella walaupun begitu sibuk.


Bella kembali meletakkan handphonenya di meja rias itu, karena mungkin tidak hati-hati, salah satu dari lipsticknya jatuh, bergelinding hingga masuk ke dalam celah di bawah meja rias itu. Hah, dasar ceroboh, pikir Bella, dia lalu mencoba memasukkan tangannya ke dalam celah di bawah itu, mengapai-gapai dan akhirnya tanganya mengapai sesuatu. Tapi itu bukan lipstick, bentuknya aneh, Bella tidak pernah melihatnya, benda itu juga punya gantungan kunci, di gantungan itu tertulis, MIKA.


Bella mengerutkan dahinya, Mika? benda ini milik Mika, karena penasaran Bella langsung keluar, lalu menuju ke Judy yang sedang duduk di ruang tengah.


"Judy, kau tahu ini benda apa? " kata Bella menyerahkan benda kecil itu pada Judy.


"Ini Flashdisk Nona, tempat kita menyimpan data-data kita, bisa di akses dari komputer atau laptop." kata Judy menjelaskan.


"Oh, benarkah? berarti aku bisa membukanya dong ya?" kata Bella.


"Iya, Anda ingin membukanya, saya akan membawakan laptop untuk Anda." kata Judy tersenyum


"Baiklah, tolong juga ajari aku membukanya ya." kata Bella


"Baik Nona, tunggu sebentar." kata Judy


Bella memutar-mutar *f*lashdisk itu di tangannya, ehm, apa yang di simpan Mika di dalamnya? Bella jadi sangat penasaran.


Tak lama Judy masuk, dia segera membawa laptop keluaran terbaru, lalu dia duduk di sebelah Bella, dia mengajari Bella bagaimana mengunakan laptop itu, Bella mendengarkannya dengan seksama, tidak ingin melewatkan sedikitpun, untungnya di benar-benar gampang mengingat sesuatu.


"Terima kasih Nona. "kata Judy.


Bella berjalan masuk ke dalam kamarnya, dia lalu meletakkan laptop itu di atas ranjangnya, dengan buru-buru dia juga naik, dengan kaki bersila dan punggung yang tegak, dia meletakan bantal kecil di pangkuannya.


Bella mulai membuka isi flashdisk yang memang sudah di persiapkan Judy. Di dalamnya ada banyak folder, folder pertama berjudul Holiday with love. Bella sedikit ragu membukanya, takut foto-foto itu akan menganggu perasaannya, pasti di dalamnya banyak foto-foto Mika dengan Angga, judulnya saja sudah terlihat sangat romantis. Tapi ternyata rasa penasaran Bella lebih besar dari rasa khawatirnya jadi dia menarik napasnya dalam-dalam dulu, mempersiapkan dirinya dan lalu membuka folder itu.


Bella melihat foto pertama, itu foto Mika dengan Daihan dan Angga, Angga dan Daihan sama sekali tidak bertambah tua, muka mereka masih sama saja, satu penuh dengan senyum ceria, satu lagi dingin bagai hamparan salju.


Melihat foto Angga 2 tahun yang lalu itu membuat Bella tersenyum. Bella menatap wajah Mika sekali lagi, dia tampak tersenyum begitu bahagia, wajahnya yang cantik itu bertambah menarik, gadis ini sangat beruntung tumbuh di antara dan di jaga oleh pria-pria yang begitu menyayanginya, Bella menjadi iri melihatnya. Karena tidak ingin menjadi kesal, Bella langsung mengklik foto selanjutnya.


Di foto lain Bella mulai mengerutkan dahi, kenapa selanjutnya hanya ada foto Mika dan Daihan, with love? Kenapa Angga tidak ada di dalamnya? Bahkan foto-foto mereka terlihat sangat dekat, walaupun tidak intim, tapi cukup terlihat dekat, Mika di sana tersenyum sangat bahagia, benar-benar wanita malaikat.


Bella keluar dari folder itu, dia membaca nama-nama folder di sana, beberapa ternyata berisi pekerjaan dan foto-foto laut. Lalu Bella melihat folder 'New year'. Bella lalu mengkliknya, lagi-lagi dahi Bella berkerut, kenapa semua foto hanya dengan Daihan? Ke mana Angga? dilihat dari tanggalnya, itu bahkan setahun sebelum Mika meninggal, tapi kenapa semuanya hanya Daihan, disalah satu foto, bahkan Mika membuat namanya dengan emoticon love, foto itu memperlihatkan foto Daihan seorang diri sedang memperhatikan laut, di dalam foto itu memang diakui Bella, Daihan begitu tampan, gayana, posenya, semuanya terlihat sempurna, tapi bukannya Mika itu adalah wanitanya Angga? apa jangan-jangan sebenarnya Mika itu mencintai Daihan?.


____________________________________________


Wahh udah 100 episodenya..


Seharusnya Episode ini keluarnya besok, tapi Quin mau bikin penasaran dikit ya, hahaha... jahat Quin!!


Banyak yang sudah nunggu-nunggu ini kan? next episode akan terbongkar semua.


Tunggu besok ya!!


Sekalian mau minta maaf... ternyata upnya tetep gak bisa 2 kali... hahaa.. sok sokan sih Quin... ya udah... see you next episode!!!