Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
30



' Awalnya kau bukan siapa-siapa, namun sekarang, aku malah tak terbiasa, jika di hariku kau tidak ada'


____________________________________________


Bella membuka matanya kembali pukul 5.30 pagi, dia sebenarnya ingin tidur kembali tapi sepertinya tidak bisa, karena dari terakhir dia bagun, dia terus saja tidak bisa tidur dengan tenang, jadi dia putuskan untuk turun dari ranjangnya dan melihat perkarangan belakang, dan dia bisa menangkap sosok Angga seperti biasanya sudah berolahraga di sana, bukannya dia juga baru tidur pukul 3 kemarin? Sekarang sudah berolahraga?.


Bella lalu pergi ke kamar mandi, mencuci mukanya dan mengosok giginya, setelah itu dia baru keluar menemui Angga yang masih fokus berolahraga.


" Kenapa sudah bangun? " kata Angga yang melihat kearah Bella.


" Tidak bisa tidur lagi, " kata Bella sekenanya melihat Angga yang sekerang berhenti dan terlihat sedang merengangkan otot-ototnya, tak lama pelayan datang membawakan minuman dan handuk seperti biasanya.


Angga segera mengambil air dan mengusap wajahnya yang di penuh dengan cucuran air keringat.


" Kau baru tidur jam 3 pagi, dan sekarang sudah bangun? " kata Bella lagi.


" Terbiasa bangun pukul 5, jadi walaupun libur tetap terbangun, " kata Angga lagi.


" Owh, begitu? Hari ini jadi mengambil kontak lensnya? "


" Yah, nanti jam 9 pagi kita akan pergi kesana "


" Baiklah, Aku akan bersiap-siap "


" Iya "


Bella lalu berbalik, tidak ingin lagi merasa canggung karena Angga yang hanya menjawab pertanyaannya dengan sedikit kata-kata, dia lalu masuk ke kamarnya lagi, dia lalu melihat ke arah Handphonenya yang tidak ada pesan sama sekali, dia lalu membuka kontak Daihan, baru saja ingin menyapa, Daihan tiba-tiba meneleponnya.


" Halo, kak? " kata Bella.


" Selamat pagi, apa aku membangunkanmu? " kata Daihan.


" Tidak, aku sudah bangun dari tadi, aku baru mau menyapamu kak, tapi tidak di sangka kau malah meneleponku, " kata Bella tersenyum.


" Hahaha, mungkin itu yang namanya kontak batin, aku hanya ingin mengatakan maaf, " kata Daihan lagi.


" Maaf? Kenapa? "


" Karena semalam, seharusnya aku tidak membawamu masuk "


" Owh, itu tidak apa-apa "


" Apakah Angga memarahimu? "


" Tidak, tapi aku merusak jadwalnya, " kata Bella dengan nada suara suram.


" Kau merusak jadwalnya dan dia tidak marah? " kata Daihan lagi.


" Iya "


" Owh, aku sedikit terkejut mendengar hal itu, " kata Daihan.


" Kenapa? "


" Karena dia biasanya akan marah sekali jika ada yang merusak jadwalnya, bahkan dia saja bisa marah pada Mika dulu, " kata Daihan.


" Benarkah? " kata Bella tak percaya, kenapa padanya Angga sama sekali tidak marah? apa memang alasanya karena hari ini hari libur?


" Benar... apa jadwalmu hari ini? " kata Daihan lagi.


" Setelah sarapan, aku dan Angga akan mengambil kontak lens khusus "


" Sesuatu? Apa itu? " kata Bella.


" Lihatlah nanti, aku harus pergi sekarang, " Kata Daihan lagi.


" Owh, baiklah, hati-hati kak, " kata Bella.


Bella sedikit penasaran kira-kira apa yang akan di berikan oleh Daihan, setelah bermain game sebentar di handphonenya, Bella segera pergi membersihkan diri, setelah membersihkan diri dan bersiap-siap, dia keluar kamar dan menemukan Angga sedang duduk di ruang makan, dia kelihatan lebih santai tidak seperti hari biasanya yang kaku dengan jasnya. Dia belum mulai makan, hanya masih membaca buku yang kelihatan tebal.


Ketika Bella datang, Angga meliriknya sedikit lalu menutup bukunya.


" Kenapa lama sekali? " kata Angga.


" Eh? Kau menungguku? " kata Bella yang duduk di tempat dia biasa makan, Bella tidak tahu kalau Angga ternyata menunggunya, biasanya dia selalu makan saja tanpa menunggu Bella.


" Biasakan sarapan jam 7, " kata Angga dengan nada dinginnya.


" Baiklah, " kata Bella seadanya, apa lagi yang dia bisa katakan kecuali hanya menurut.


Pelayan segera menghidangkan makanannya. Ketika pelayan ingin menuangkan susu untuk Angga dia langsung melarangnya.


" Tuangkan Jus saja untukku, aku sudah minum susu tadi pagi, " kata Angga, Pelayan yang mendengar itu sedikit mengernyitkan dahi, Angga selalu minum susu setelah sarapan, tapi ini dia bilang sudah minum susu, sedangkan Bella yang mendengar itu hanya mengulas senyum tipis namun sangat manis.


Sarapan berjalan seperti biasanya, Angga dengan wajah dinginnya juga hanya serius dengan makannya, setelah makan, Bella hanya membaca kembali berkas yang di berikan oleh Angga di ruang tengah, sedangkan Angga sudah kembali ke ruang kerjanya.


" Nona, Ada seseorang yang mengirim karangan bunga untuk Anda, " kata Judy mengalihkan perhatian Bella.


" Karangan bunga? " kata Bella dengan wajah berkerut, dia baru ingat tentang apa yang dikatakan oleh Daihan tadi pagi, mungkin itu yang di katakan Daihan.


" Benar, Saya menyuruh mereka meletakkanya di ruang tamu, " kata Judy.


" Iya, akan ku lihat " kata Bella segera berdiri.


Angga bisa mendengar perkataan Judy tadi karena memang kebetulan dia sedang ingin turun, dia mengerutkan dahi? Karangan bunga?, dia lalu bergegas turun.


Bella segera berjalan menuju keruang tamu, dia berpikir karangan bunga bagaimana yang dikirim oleh Daihan, saat dia memasukinya, dia langsung terkejut melihat karangan bunga yang begitu besar berbentuk Teddy Bear, seluruh tubuh teddy bear itu tersusun oleh bunga mawar putih yang sangat indah, di lehernya dihiasi pita hitam yang lucu, dan ukurannya bahkan hampir seukuran Bella.


Bella tersenyum sangat bahagia, karangan bunga mawar putih sangat indah, dia mendekatinya, wangi khas bunga mawar menyerembak di seluruh ruang tamu itu.


" Nona, ini dikirim bersama dengan karangan bunga ini, " kata Judy menyerahkan sebuah amplop kepada Bella.


Amplop berwarna putih itu lansung di buka oleh Bella, di dalamnya ada sebuah surat.


‘ Semoga kau menyukai apa yang aku kirimkan sebagai permintaan maafku, Maaf itu bukan bunga Peoni, lain kali aku akan mengirimkannya padamu, Daihan ‘ Tertulis kata-kata itu dalam surat itu.


Bella membacanya dengan tersenyum, hatinya sekarang terasa sangat manis, hingga dia tidak bisa menghentikan senyum itu dari wajahnya.


" Dari siapa? " kata Angga tiba-tiba muncul di samping Bella, dia menatap karangan bunga mawar putih itu.


" Kak Daihan, dia bilang ini sebagai permintaan maafnya karena kemarin dia membawaku masuk ke festival itu, " kata Bella tersenyum manis melihat ke arah Angga.


" Owh, Bawalah ke kamarmu, aku tidak suka dia ada di sana, " Kata Angga lagi.


" Baiklah, aku akan membawanya kesana, bolehkah aku berfoto disana? " kata Bella meminta izin.


" Nanti, setelah kau memakai kontak lensnya, " kata Angga lagi dia lalu pergi dari sana.


" Ok, terima kasih " kata Bella begitu senang.