
Biar saja rela, biar dikata tak punya usaha, asalkan aku tak lagi terkubur dalam genangan lumpur kenangan dan asmara.
____________________________________________
Tak lama perlengkapan mereka selesai, masker, snorkel, fin (kaki katak), sudah di siapkan untuk mereka.
"Kau bisa berenangkan? "kata Angga pada Bella.
"Ya bisa, tapi aku belum pernah snorkling sebelumnya,"kata Bella.
"Tidak apa-apa, nanti akan aku ajari,"kata Angga dengan senyumnya.
"Baiklah" kata Bella.
Mereka berdiri di tepi kapal mereka yang langsung berbatasan dengan air laut, kapten memberikan perlatan untuk Bella, Angga langsung mengambilnya, tidak mengijinkan kapten itu untuk memakainya pada Bella, Angga memasangkan semuanya pada Bella, karena Bella belum pernah snorkling, dia juga mengunakan pelampung.
Setelah memakaikan semuanya, Angga lalu berganti pakaian, dia hanya mengunakan celana renangnya, memperlihatkan tubuhnya yang sangat atletis, otot-otot di tubuhnya terpahat begitu sempurna, terlihat sangat tegas dan kencang, membuat Bella tercengang, tubuhnya sexy sekali, pantas saja dia selalu berolahraga, pikir Bella kaget,ternyata di balik bajunya, Angga begitu mengoda.
Angga masuk ke dalam air duluan, dia lalu mendekati Bella.
" Pakai maskermu, snorkelmu juga, belajar dan biasakanlah untuk bernapas dengan mulutmu, pastikan maskermu tidak bocor, " kata Angga memberikan pengarahan, Bella hanya mengangguk, mengikuti apa yang di katakan oleh Angga, dia duduk di tepian, kakinya mengunakan fin sudah masuk ke dalam air.
" Ayo, masuk, tenang saja ada aku di sini,"kata Angga lagi. Bella menatap Angga. dia lalu mengangguk, dan menceburkan dirinya ke dalam air.
Karena dia pakai pelampung, dia pasti langsung mengapung, Angga tersenyum melihat Bella, Bella juga tampak mulai terbiasa, Angga lalu membawa Bella berenang di sekitar sana, membuat Bella terbiasa, Bella melihat pemandangan di bawah air itu cukup terkagum, warna air yang biru jernih itu menampakan begitu banyak ikan yang indah, berwarna warni dengan terumbu karang yang juga sangat indah, sangat memanjakan mata. Angga terus menjaga Bella dengan berenang di dekatnya, tak di sangka, ternyata walaupun baru pertama kali Bella bersnorkling, dia cukup mahir.
" Bagaimana? Apa sudah terbiasa? " kata Angga saat mereka ada di permukaan.
"Ya, sudah, "kata Bella tersenyum bahagia, ternyata dunia ini sangat luas, sangat indah, banyak hal yang benar-benar menarik untuk di jelajahi, Bella tahu sekarang kenapa Mika begitu jatuh cinta pada laut, pemandangan di bawah laut benar-benar tak terlukiskan.
" Mau mencoba menyelam, melihat terumbu karang lebih dalam? " kata Angga.
Bella tentu mau, jika melihatnya dari permukaan saja begitu indah, apa lagi di bawah sana, pasti lebih indah, dia lalu mengangguk, Angga membawa Bella kembali ke kapal, menyuruh kapten untuk membukakan jaket pelampung Bella, setelah di lepas, Bella langsung masuk kembali ke air, awalnya dia agak sedikit kesusahan karena tadi dia terbiasa mengunakan pelampung, namun lama-lama dia terbiasa juga.
"Ayo,"kata Angga memberikan tangannya untuk di genggam oleh Bella, Bella melihat itu langsung mengapai tangan Angga.
Angga langsung membawa Bella masuk ke dalam air, menyelam lebih dalam, Bella yang baru pertama kali menyelam itu langsung terhanyut dalam suasana di dalam air itu, selain begitu indah, laut yang begitu tenang itu sangat menentramkan, terasa sunyi, sunyi dengan begitu banyak keindahan, Bella benar-benar menikmatinya.
Terumbu karang di sana begitu indah, ikan ikan kecil beraneka ragam, mereka seolah menari-nari di sekitar Angga dan Bella, Bella juga sempat melihat kura-kura yang lucu melintas dekat dengannya, Bella jadi bahagia, tampak di raut wajahnya, sedangkan Angga hanya melihat Bella yang begitu menikmati pemandangan itu, mereka tak bisa begitu lama di dalam, Angga segera menarik Bella ke permukaan, takut Bella kehabisan napas, sampai di atas, Bella langsung mengambil napas dalam-dalam, namun dia begitu senang, terlihat dari wajahnya.
" Bagaimana? Indah? "kata Angga.
" Iya, indah sekali, "kata Bella puas dengan apa yang di lihatnya.
" Sudah siap untuk melihatnya lagi,"kata Angga.
"Ya, "kata Bella,
Angga mengambil napas panjang, Bella pun begitu, begitu Bella masuk ke dalam air, barulah Angga kembali menariknya turun. Mereka melakukan itu terus, hingga siang menyambut.
" Lain kali, akan ku bawa kau untuk diving, itu lebih menyenangkan, kita bisa lebih lama di dalam, tapi kau harus belajar dulu,"kata Angga tersenyum manis.
"Baiklah," kata Bella
"Mika paling suka diving, dia punya sertifikat diving internasional," kata Angga lagi melihat air yang bergelombang dengan lembut, sangat bersahabat.
"Wah, aku sekarang tahu kenapa Mika begitu menyukai lautan, di dalam sangat indah, sangat tenang,"kata Bella memainkan kakinya di dalam air.
" Ya, dia sudah menyelam sejak kecil,"kata Angga mengenangnya.
" Aku sedikit iri dengannya, punya kehidupan begitu indah, berkeliling dan berlibur ke mana saja dia pasti bisa, menyelam menikmati pemandangan yang tidak bisa di lukiskan, aku rasa hidup Mika begitu sempurna, tidak seperti ku yang hanya terkurung di kastil, "kata Bella kembali memperhatikan air laut yang jernih yang menelan kakinya.
" Ya, tapi tidak bisa membuatnya ingin hidup lebih lama, dia malah menyerah, padahal aku sudah berusaha untuk memberikan segalanya untuknya,"kata Angga lagi, kesuraman tampak di matanya.
Bella menatap Angga, melihat wajah pria itu yang sedikit memerah karena sinar matahari, rambutnya yang basah tampak turun ke wajahnya. Benar, hidup Mika begitu indah, dia punya semaunya, uang dia tak mungkin kekuarangan, ingin apa saja tinggal katakan, prianya pun sangat tampan, punya kedudukan, tapi apa yang di pikirkannya hingga harus mengambil jalan pintas memutus kehidupan. Apa hanya karena Angga begitu sibuk? Rasanya kalau hanya gara-gara itu, terasa tidak masuk akal bagi Bella.
" Pernahkah kau memperhatikannya? Kalian bersama sudah 5 tahun, sebelum dia meninggal pasti dia menunjukkan sesuatu yang aneh, tidak mungkin langsung mengambil keputusan seperti itu, "kata Bella lagi.
Angga memperhatikan Bella, saat Mika masih ada, Angga juga sama sibuknya seperti sekarang, jarang ada waktu untuk Mika karena merasa wanita itu tidak akan ke mana-mana, sudah miliknya sepenuhnya, lagi pula dia sudah memberikan apapun yang Mika mau, Angga sangat yakin Mika tak akan meninggalkannya, dia memang tidak meninggalkan Bella untuk pria lain, tapi meninggalkannya untuk selamanya.
" Entahlah, padahal aku sudah memberikan segala, "kata Angga lagi.
" Kau memang memberikannya segalanya, kecuali satu,"kata Bella lembut, membuat perhatian Angga tertuju padanya, Bella menatap ujung lautan yang berkilau.
"Apa itu? "kata Angga.
"Waktumu, kau tidak memberikan waktumu untuknya, padahal itu adalah hal yang paling berharga, kau pikir dia akan bahagia dengan semua gemilang yang kau berikan, tapi kau tidak memberikan sedikit waktumu untuknya, kau tidak mendengarkan bagaimana keluh kesahnya, kau tidak ada saat dia kesepian, kau tidak tahu apa yang terjadi pada hari-harinya, aku yakin kau mencintainya, tapi kau salah, wanita bukan hanya butuh kekayaan dan perhiasan, mereka juga butuh perhatian, penjagaan, dan di dengarkan, lain kali jika kau jatuh cinta lagi, pastikan untuk ada di sampingnya, pastikan mendengarkan sebelum memberi sanggahan, dan pastikan kau memahami apa yang dia inginkan,"kata Bella panjang dan lebar, namun kata-kata itu menusuk langsung ke jantung Angga, rasanya bagaikan pukulan keras walaupun Bella mengatakannya begitu lembut.
Itulah yang selalu di sesalkan oleh Angga, 5 tahun mereka bersama sebagai kekasih, bahkan makan bersama pun hanya terhitung jari. Terlalu nyaman dan meremehkan… dan semua hanya tinggal kenangan.
“ Relakan lah… mari melepaskan… "kata Bella
Bella menatap Angga sekali lagi, dia tersenyum sedikit, sebenarnya kata-kata terakhir itu juga dia tujukan untuk dirinya sendiri, 'Mari melepaskan', dia takut jatuh terlalu dalam nantinya, karena Bella sekarang sadar, tak tahu sejak kapan? Tapi Bella tahu, pria ini diam-diam sudah masuk dalam hatinya, Bella takut semakin lama waktunya bersama Angga, sepertinya dia akan semakin tenggelam dalam pesonannya, untuk saat ini, dia ingin merelakan perasaannya, pria ini masih terjebak oleh kenangan… dan Bella tidak ingin berusaha dan memaksakan, dia pernah melakukannya sekali dulu, hasilnya hanya sakit hati dan dendam, dan Bella tak ingin lagi hidup begitu mengenaskan.
Cinta itu seperti lautan, terkadang terlihat tenang, terkadang ganas, merupakan tempat yang bisa membuat orang senang, namun juga bisa menjadi tempat yang menakutkan, kita bisa menikmatinya, namun jika tak hati-hati dengan sekali seretan, ombak mengulung dan kau akan mati. Kita merasa penasaran jika hanya melihat permukaannya yang indah, namun jika sudah di dalamnya, kita bahkan tak tahu di mana dasarnya, karena itu Bella tidak ingin terlalu tengelam, dia sudah pernah sekali tengelam dalam cinta, juga sudah pernah tenggelam di laut yang sebenarnya, dan pengalaman itu mengajarkannya, agar berhati-hati untuk kembali berani menceburkan diri dalam lautan asmara.
Bella lalu mencoba bangkit, dan pergi meninggalkan Angga yang masih terbungkam, mencerna dengan baik apa kata-kata Bella barusan, menatap kepergian wanita itu, perlahan-lahan memang harus merelakan…
Angga membuka cincin yang selalu melingkar di jari manisnya, cincin pertunangannya dengan Mika, kala itu tidak ada pesta, tidak ada apapun, dia hanya memberikannya pada Mika saat makan malam, malam itu Mika sangat senang, dia memakaikannya pada jari manis Angga, sejak itu tak sekalipun cincin itu lepas dari tangannya.
Dia meletakan cincin itu di telapak tangannya, memasukkanya dalam air, menatapnya dalam-dalam untuk terakhir kalinya, setelah merasa rela, dia membalikkan tangannya, cincin itu jatuh… perlahan-lahan menghilang masuk hingga dasar. Angga yang memperhatikan itu hanya tersenyum saat semuanya hilang.
Selamat tinggal Mika… aku rela… semoga bahagia dengan lautan…
Dia bangkit, lalu berjalan masuk, Judy memberikan handuk padanya, dia menyeka air yang masih ada di rambutnya. Menatap ke dalam kapalnya, mencari sosok Bella yang bahkan sudah tidak kelihatan, wajahnya suram.