Love, Revenge, And The Sea

Love, Revenge, And The Sea
218



Bella terbangun, kepalanya pusing, dia ingat terakhir kali yang dia lihat adalah Raja Leonal, dan saat dia ingin kabur, seorang pria menangkapnya dan membekapnya, lalu dia tidak ingat apa pun, Bella merasa mual, mencium bau pengap yang sangat, udara di dalam ruangan itu tidak baik sirkulasinya, membuat Bella ke susahan untuk bernapas.


 


 


Saat dia ingin bangkit, dia kaget, melihat seseorang duduk membelakanginya, dengan gaun putih dan rambut ikal yang panjang, Bella sudah berpikir dia mungkin saja melihat hantu, dia sampai gemetar, dia memegangi perutnya, takut terjadi apa-apa pada anaknya, dengan panik dia melihat ke arah sekitar, dinding suram, tempat tidur dengan kelambu besar, dan ruangan yang hampir kosong, ada di mana dia sekarang?.


 


 


Bella mencoba turun dari kasurnya, dia segera mencoba untuk mengitari ranjang itu, mengamati dari jauh siapa sosok yang duduk dengan tenang di sana, saat dia melihat wajahnya, Bella langsung kaget, Ratu?.


 


 


Bella segera berjalan ke arah Ayana, menatap Ayana yang tampak sangat suram, jauh dari keadaannya dulu, tubuhnya kurus, terlihat sekali dia benar-benar tidak terurus, Bella miris melihatnya, padahalu dulu Ayana tampak sangat cantik, tentu saja, Aksa mendapatkan semua kebaikan dari penampilannya karena turunan dari Ayana, tapi sekarang, seorang Ibunda Ratu dari seorang pangeran mahkota hanya bisa menatap lurus ke dinding kosong.


 


 


Bella mengenggam tangannya, terasa dingin dan sangat kurus, bahkan hanya berbalut kulit yang mulai mengeriput, Bella lalu duduk di sampingnya, tetap mengenggam tangannya yang dingin.


 


 


"Ratu, apa kabarmu? Apa kau mengingatku? " kata Bella lembut, sambil meletakkan beberapa rambut Ayana yang jatuh di wajahnya. Namun tetap saja Ayana tak bergeming sama sekali. Bella menghilangkan senyumnya, merasa nasib seorang Putri memang tak bisa seindah di dongeng-dongeng.


 


 


Bella lalu mencoba untuk mengamati seluruh ruangan itu, mencoba celah atau cara bagaimana membuka tempat ini, kalau di sini ada Ratu Ayana, berarti Raja Leonal membawanya ke dalam istana utama, dia juga ingat, semua istana tua punya jalan keluar sendiri, tapi kira-kira di mana kali ini jalan keluar itu, Bella sibuk mencari dia menyusuri semua tembok di sana, tapi tidak menemukannya sama sekali.


 


 


Mungkin karena sedang hamil, Bella merasa cepat sekali lelah, padahal dia baru saja menyusuri tempat itu sekali, saat dia mengatur napas, tiba-tiba pintu kamar itu terdengar seperti terbuka, Bella lalu segara berjalan menjauh, mencari pojok paling jauh dari pintu itu, dan benar saja pintu itu terbuka, Raja Leonal masuk dengan gayanya.


 


 


Bella menatap ngeri ke arah Raja Leonal, Pria itu tinggi, tegap, punya kharisma sendiri, wajahnya pun tak kalah di bandingkan yang lain, punya aura dewasa yang kuat, membuat wanita mana pun tetap akan mau mendekatinya walau pun umurnya sudah setengah abad. Raja Leonal perlahan mendekati Bella.


 


 


"Bella, kau benar-benar tumbuh seperti pikiranku, sangat cantik dan mempesona, keunikanmu benar-benar membuat dirimu berbeda, lihatlah mata birumu, aku paling menyukainya,"kata Raja Leonal dengan senyum mengodanya, namun Bella malah gemetar melihatnya.


 


 


 


 


"Tidak akan ada yang tahu, kau akan bersamaku di sini selamanya, bahkan Aksa pun tak akan bisa membantumu,"kata Raja Leonal menghentikan langkahnya, menatap liar pada Bella, dia benar-benar membenci tatapan itu, tatapan sama seperti yang selalu di berikan oleh Aksa. Anak dan Ayah sama saja, Anak?.


 


"Tidak bisa, aku sedang mengandung, Anda tidak bisa menyentuhku! "kata Bella lagi mencoba mencari alasan agar raja Leonal tidak macam-macam padanya.


 


"Karena itu aku sarankan kau untuk tidak berontak! Kalau tidak … aku tidak bisa memastikan apakah anakmu bisa bertahan jika dia dilahirkan saat ini,"kata Raja Leonal mendekati Bella kembali, Wajah Bella berubah ke takutan, matanya merah dan membesar, dia mencoba mencari apa pun untuk membela dirinya namun kamar ini benar-benar kosong, saat Raja Leonal sudah mendekatinya, dia segera mencoba kabur.


Bella lalu pergi ke pojok ruangan di dekat Ratu Ayana, Bella tak habis pikir, apa yang di pikirkan oleh Raja Leonal, dia ingin bersama Bella sedangkan Istri sahnya yang walau pun tidak bisa melakukan apa pun ada di sini. Dia benar-benar seperti binatang.


 


Bella lalu melihat lampu tidur usang yang ada di samping ranjang Ayana, dia mengambilnya untuk menjaga dirinya, melihat itu Raja Leonal malah tersenyum.


 


 


"Kau tahu Bella, semakin kau melawan, semakin takut wajahmu, aku semakin senang melihat dirimu," kata Raja Leonal bagaikan singa yang akan siap menerkam Bella, Bella hanya mengacungkan lampu itu, juga tidak yakin bahwa lampu itu bisa menyelamatkannya. Mungkin karena hormon kehamilan, otak Bella menjadi sangat lambat, apa lagi dia sudah mulai merasa susah bernapas.


 


 


Raja Leonal terus saja mendekati Bella, ketika jaraknya hanya tinggal beberapa langkah lagi, terdengar suara pukulan yang sangat keras, dan tiba-tiba Raja Leonal rubuh, Bella tentu kaget, lebih kaget lagi ketika dia melihat siapa yang sudah memukul Raja Leonal.


 


Ratu Ayana berdiri di belakangnya dengan napas yang berburu, dia menatap tubuh Raja Leonal dengan sangat marah, dia memegang sebuah tongkat yang terbuat dari besi, entah dari mana dia mendapatkannya, namun tongkat itu sudah ada di tangannya, tak lama mata Ayana melihat ke arah Bella.


 


"Pergilah, " Suara Ayana yang lembut itu akhirnya di dengan oleh Bella.


"Mari pergi bersama,"kata Bella lagi pada Ratu Ayana.


"Tidak, aku belum selesai dengan binatang ini, pergi lah, aku lahir dan akan mati di sini," kata Ratu Ayana lagi, Bella melihat itu segera melangkahi tubuh Raja Leonal yang masih pingsan, Dia segera pergi ke Pintu, namun Ratu Ayana segera melarang Bella untuk membukanya dulu, Ratu Ayana segera menunjukkan gestur agar Bella Bersiap, Bella mengerti apa yang di isyaratkan Ratu Ayana, Ratu Ayana lalu bersembunyi di balik pintu.


 


 


"Tolong, Raja Leonal pingsan,"Teriak  Bella.


Karena mendengar suara teriakan Bella, Para penjaga di luar segera membuka pintu kamar itu, mereka masuk dan memeriksa tubuh Raja Leonal yang terkapar di lantai, dan dengan cepat Ratu Ayana memukul mereka, dan seperti nasib Raja Leonal, kedua penjaga itu langsung pingsan saat pemukul besi itu dipukulkan ke arah kepala mereka.


"Sekarang pergilah dari lorong kiri, di sana gelap namun akan membawamu keluar, Jaga anakmu baik-baik,"kata Ratu Ayana mengelus perut Bella dengan lembut, Bella melihat itu sangat terharu, namun tidak bisa berlama-lama, dia segera keluar.