
Ryhan menatap tajam ke arah istri nya tanpa mengeluarkan sedikitpun senyuman nya. Wajah wanita itu nampak takut dan sedikit memerah saat mendapatkan tatapan tajam dari suami nya. "Kau takut aku berbuat seperti tadi malam lagi?" tanya Ryhan dengan senyuman penggoda nya menatap istri nya.
Senyum yang mengembang langsung hilang saat mendengar pertanyaan tersebut. "Cukup takut" jawab Nana dengan jujur nya akan pertanyaan suami nya.
"Jujur sekali kau" balas Ryhan yang kembali memeluk erat wanita nya dan kembali menenggelamkan wajah nya di perut datar istri nya.
"Hem" Nana hanya menjawab dengan deheman akibat dia juga tidak tau ingin mengatakan apa dan cukup lelah dari pagi hingga menjelang sore bermain di pantai. Nana menatap ke televisi yang di nyalakan nya tadi dengan mata yang sayu akibat mengantuk dan kuapan yang cukup terdengar di telinga Ryhan hingga membuat Ryhan kembali mendongakkan kepala nya.
"Kau tidak ingin ikut istirahat?" tanya Ryhan.
"Tidak, Kau saja istirahat" jawab Nana dengan memegang kepala suami nya.
"Kau juga kelelahan, Ayo ikut istirahat dengan ku" balas Ryhan.
"Tidak, Kau istirahat saja" jawab Nana yang berusaha menghilangkan wajah lelah nya dengan tersenyum. Ryhan mengambil remot yang ada di tangan istri nya dan langsung mematikan televisi.
Brukk
Ryhan membaringkan paksa tubuh istri nya di samping nya dan memeluk erat tubuh itu. "Ryhan" ucap Nana yang menggeliat meminta di lepaskan.
"Istirahat, Kau itu kelelahan" bisik Ryhan di leher istri nya dan nafas yang keluar dari hidung dan mulut suami nya menusuk hingga ke tulang leher nya membuat wanita itu tidak nyaman dan sedikit geli.
"Tidurlah, Nanti malam kau harus berjaga" bisik Ryhan kembali dan mencium leher istri nya yang juga sudah menjadi milik nya.
"A-apa maksud nya tuhan?" guman Nana.
"Tidak nyaman ya?" tanya Ryhan dan membalikkan tubuh istri nya menatap ke arah nya dan kembali memeluk nya.
"Ayo, Ayo istirahat" ucap Ryhan dengan memukul pelan punggung istri nya agar istri nya tertidur seperti menidurkan bayi. Nana tidak menjawab nya, Mendapatkan kenyamanan tersendiri dan tidak di dapatkan dari siapapun kenyamanan tersebut membuat nya mulai perlahan memejamkan mata nya. Lelah yang juga membuat nya tidur dengan cepat di pelukan suami nya.
Ryhan yang tidak bisa tidur tidak lagi merasakan gerakan dan mendengar suara istri nya membuat lelaki itu sedikit melonggarkan pelukan nya dan menatap lekat wajah istri nya. "Pantesan sudah tidak mengoceh, Ternyata sudah tidur" ucap Ryhan dengan nada pelan.
"Sudah tau kelelahan masih saja berpura pura tidak kelelahan" ketus nya dengan nada pelan dan kembali memeluk istri nya erat dan ikut tertidur bersama nya.
Malam hari nya 19:00
"Sudah malam?" ucap nya yang kaget dengan suara sedikit meninggi hingga hal tersebut membuat Ryhan terganggu dan terbangun.
"Kenapa Del?" tanya Ryhan dengan suara serak nya. Nana langsung menatap ke arah suami nya dan nampak suami nya sudah terbangun.
"A-ah tidak apa apa, Kembalilah tidur" jawab Nana yang kembali memeluk suami nya.
Ryhan tidak menjawab nya dan menatap ke depan dan terlihat hari sudah gelap. "Hah sudah malam?" ucap Ryhan yang sontak langsung duduk dari baring nya.
"A-ah" Ryhan memegang kepala nya akibat sakit saat bangun tidur langsung duduk.
Nana ikut duduk dan memasang wajah hawatir nya. "Kenapa?" tanya Nana dengan tangan yang memegang tangan suami nya yang memegang kepala.
"Ah" Ryhan memijat dengan memutarkan tangan nya di dahi nya tersebut.
"Kau tidak apa apa?" tanya Nana yang masih sangat hawatir dengan suami nya. Ryhan menurunkan tangan nya dan memejamkan kasar mata nya dan setelah itu membuka nya, Rasa sakit di kepala nya sudah menghilang dan pandangan nya beralih menatap istri nya. Wajah yang hawatir dengan menatap nya membuat nya gemas akan tatapan tersebut hingga membuat nya tersenyum.
"Kenapa malah tersenyum? Kau tidak apa apa kan?" tanya Nana yang sedikit kesal tapi masih saja memasang wajah hawatir nya menatap suami nya.
"Kau hawatir dengan ku?" tanya Ryhan dengan senyum menggoda nya menatap istri nya.
"Jelas saja, Kau tadi sontak bangun setelah itu duduk setelah itu merengek dengan memegang kepala, Bagaimana bisa aku biasa saja saat mendengar rengekan itu jelas saja hawatir bodoh" ketus wanita itu dengan wajah kesal akan pertanyaan dan senyum godaan suami nya.
"Kenapa kau malah marah terhadapku?" tanya Ryhan dengan kembali memasang wajah datar nya.
"Y-ya maaf, Kau sih yang tersenyum bertanya tentang hal bodoh tadi" ketus nya kembali dengan menundukkan kepala nya akibat sadar akan dia yang marah marah.
"Tapi kau tidak seharus nya berbicara ketus seperti itu dengan ku" balas Ryhan dengan wajah datar nya.
Nana mengangkat kembali kepala nya dan terlihat Ryhan memasang wajah datar nya. "Maaf, Aku memang salah" jawab Nana dan kembali menundukkan kepala nya.
Ryhan menatap tajam wanita nya dan nampak wanita nya menghentikan perdebatan kedua nya. "Sudahlah, Ayo ikut dengan ku" ajak Ryhan yang langsung berdiri dari duduk nya dan menarik tangan istri nya.
Nana mengangkat kepala nya menatap suami nya dengan tatapan bingung nya. "Mau kemana?" tanya Nana.