Dear D

Dear D
Episode 63



"Memang nya kau dekat dengan keluarga ini,.. bagaimana cara nya?" tanya Weny dengan wajah yang masih kebingungan menatap Ryhan. Entah harus percaya atau tidak tapi penjelasan Ryhan sedikit masuk akal di otak kedua wanita yang sedang berada di hadapan Ryhan.


"Rumahku berada tepat di sebelah rumah ini, Ah bukan rumahku melainkan rumah nenek ku, Del juga mengenal nenek ku dengan baik dan berteman dengan nya, Del juga sering ke rumah ku kapan pun dia mau dia akan ke rumah" jawab Ryhan dengan wajah yang masih datar.


"Kalian menikah sudah hampir dua bulan?" tanya Yura.


"Em" Ryhan mengangguk mengiyakan pertanyaan itu.


"Kalian berteman dari kecil?" tanya Yura kembali. Ryhan kembali menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan kedua wanita itu.


"Kenapa Nana tidak mengatakan nya kepada kita masalah ini?" tanya Yura dengan menatap ke arah Weny. Ryhan menatap ke arah kedua wanita itu dengan tatapan datar nya, Dia malas sebenar nya menghadapi kedua wanita itu dan ingin menghabiskan waktu berdua dengan wanita nya dan menenangkan wanita nya yang saat ini memiliki perasaan tidak baik.


"Kalian tidak ada perlu lagi bukan? Bisa kah kalian pergi?" tanya Ryhan dengan nada rendah dan mengusir dengan lembut. Kedua wanita yang tadi nya bertatapan langsung menatap ke arah nya dengan tatapan tajam.


"Kau yakin kau suami Nana?" tanya Weny yang masih belum yakin dan hendak meyakinkan nya.


"Aku kan tadi sudah menjelaskan nya semua" jawab Ryhan dengan wajah kesal nya. Akibat mengantuk makanya dia mengusir kedua wanita itu untuk pergi.


"Ah baiklah, Kau juga mengetahui seluruh nya, Tidak menutup kemungkinan untuk kau tidak ada hubungan dengan nya" ucap Weny yang sedikit yakin dan menepis keraguan di hati nya akan Ryhan.


"Baiklah jika begitu kami permisi, Nanti kami akan kembali" pamit Yura yang berdiri dari duduk nya begitupun dengan Weny.


"Jaga Nana dengan baik, Dia itu lemah jangan sakiti hati nya" ucap Weny dengan menatap datar ke arah Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan hanya menatap datar ke arah kedua wanita itu.


"Ayo kita pulang saja, Besok baru ke sini" ajak Yura kepada Weny dengan menarik tangan Weny hingga kedua nya berdiri. Ryhan tidak menjawab nya dan ikut berdiri, Yura dan Weny berjalan keluar begitupun dengan Ryhan yang mengikuti untuk menutup pagar dan juga pintu nanti nya.


Yura dan Weny keluar dari pekarangan rumah itu dan masuk ke dalam mobil. "Tas mereka" ucap Yura dan mengambil tas Ryhan dan juga Nana dan kembali mengeluarkan tubuh nya.


"Ini tas mu dan juga Nana, Sampai kan salam kami kepada nya" ucap Yura dengan menyodorkan kedua tas itu. Ryhan tidak menjawab nya dan menerima tas nya dan juga tas wanita nya setelah itu Yura kembali membalikkan tubuh nya dan masuk ke dalam mobil. Weny langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang, Ryhan menutup gerbang dan membalikkan tubuh nya dan setelah itu masuk ke dalam rumah nya.


Di kunci nya pintu rumah nya agar tidak ada yang mengganggu istri nya yang sedang tertidur. Ryhan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar, Di letakkan nya tas milik nya dan juga istri nya di gantungan tas di dalam kamar itu. "Bajuku di penuhi oleh darah" ucap Ryhan saat menurunkan lipatan tangan baju nya.


"Ini harus di ganti dan di bersihkan" ucap Ryhan. Mata nya teralih kepada baju wanita nya yang juga kotor.


"Bagaimana aku bisa membuka nya?" guman lelaki itu yang kebingungan untuk membuka baju wanita nya untuk di bersihkan.


Mata yang tajam langsung teralih kepada salah satu kancing baju yang terbuka dan itu menampakkan ada lapisan lain di dalam baju yang di kenakan oleh wanita nya. "Mengenakan dua baju saat sekolah?" ucap Ryhan yang kaget melihat wanita nya yang mengenakan baju dalam.


"Dia mengenakan baju dalam juga, Tidak masalah bukan jika aku membuka nya?" guman Ryhan. Ryhan berpikir beberapa menit.


"Aku buka saja" ucap lelaki itu dan memberanikan diri untuk membuka baju wanita nya. Perlahan tangan yang berurat itu membuka almamater yang di kenakan oleh Nana yang juga di penuhi oleh darah hingga terlepas.


"Aman" ucap Ryhan saat tangan nya dapat melepaskan almamater istri nya.


(maaf skip)


Ryhan keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa baju milik nya dan juga Nana ke dalam kamar mandi untuk di bersihkan. Dia membuka pakaian nya hingga menampakkan lekuk tubuh lelaki pada umum nya, Memiliki abs yang di sukai para wanita yang tidak pernah di tunjukkan kepada siapapun kecuali istri nya itupun secara tidak sengaja istri nya melihat tubuh nya yang indah


Ryhan memasukkan pakaian nya dan juga pakaian istri nya ke dalam mesin cuci dan mesin cuci mulai mencuci pakaian itu dengan apa yang di perlukan sudah di masukkan. Ryhan langsung keluar dengan menggunakan celana pendek dan masuk ke dalam kamar untuk mencari baju nya. Dia memilih menggunakan kaos berwarna putih dan mata nya kembali teralih kepada wanita nya yang tidur nyenyak.


"Del akan kedinginan jika hanya menggunakan itu" ucap Ryhan dan mencari baju di dalam lemari wanita nya. Dia tidak menemukan baju baisa dan hanya menemukan hoodie, Di ambilnya hoodie berwarna putih itu dan kaki nya kembali melangkah mendekat ke arah Nana.


Dia mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya dan dia mulai mengenakan hoodie itu dengan sangat perlahan agar tidak membangunkan sang pemilik tubuh. Ryhan yang sudah selesai mengenakan hoodie di tubuh kecil itu kembali berdiri dan kembali kekuar untuk melihat cucian nya.


Setelah selesai mencuci dia langsung menjemur pakaian itu di luar. Mata lelaki itu membelalak melihat sekitar rumah serasa nya jika nanti ada yang mencurigakan dia harus berjaga jaga. "Siapa itu?" guman Ryhan saat melihat sosok manusia menggunakan hoodie berjalan menjauh.


"Huh untuk saja tidak ketahuan"


"Mungkin orang itu hanya lewat" ucap nya dan kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci rumah itu.


"Astaga" Ryhan kaget saat masuk ke dalam rumah. Sosok wanita yang menemani nya di rumah itu nampak berdiri di hadapan nya saat ini dengan wajah sedikit bengkak.


"Kau ini mengagetkan ku saja" ucap Ryhan dan menurunkan tangan nya ke bawah. Nana tidak menjawab nya dan berjalan melewati wanita itu, Dia menyenggol sedikit tubuh itu dan membukakan kembali pintu rumah dan langsung keluar dari rumah.


"Del kau mau kemana?" teriak Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan terus saja melangkahkan kaki nya ke tujuan nya.