Dear D

Dear D
Episode 169



"Iya tuan" jawab bibi.


"Kau menukarkan makanan tersebut sebelum di kirim?" tanya anda kembali dengan tatapan tajam dan sedikit hawatir jika jawaban nya tidak.


"Iya tuan saya sudah mengganti nya" jawab pelayan tersebut.


"Huh" Andra membuang nafas panjang. Hati nya yang takut tadi kembali lega saat mendengar jawaban dari pelayan suruhan nya untuk mengawasi kegiatan istri nya di dapur.


"Syukurlah, Kau adalah orang paling saya percaya di rumah ini, Saya akan memberikan bonus untuk kinerja mu" ucap Andra dengan senyum nya saat sangat lega mendengar jawaban dari pelayan tersebut yang berhasil menyelamatkan cucu nya yang masih berada di perut menantu nya.


"Papa, Papa belum berangkat?" tanya Merri yang tiba tiba datang.


"Papa ingin sarapan tapi sarapan nya tidak ada" jawab Andra berbohong.


"Loh makanan yng mama sisakan dimana?" tanya Merri dengan berjalan ke arah taplon.


"Mama memasak?" tanya Andra dengan wajah bingung nya.


"Ah shit aku lupa jika dia tidak tau aku mengirimkan makanan untuk wanita jalang itu" guman Merri dengan memukul perlahan dahi nya.


"Iya pa mama masak, Mungkin seluruh makanan yang mama masak tadi tanpa mama sadari mama masukkan ke dalam kotak makan untuk Nana dan juga Ryhan, Nana kan memerlukan makanan sehat makanya mama sendiri yang masa tadi lagi pula waktu itu Ryhan bilang Nana mengatakan makanan mama enak makanya mama masak tadi" jelas Merri dengan senyum bahagia nya.


"Tadi saya membuka membuka taplon nya juga tidak ada apa apa nyonya makanya saya mencuci nya dana memasak sarapan untuk nyonya dan tuan" jawab pelayan dengan menunjuk ke arah meja makan yang sudah di penuhi oleh makanan.


"Ah baiklah terima kasih" ucap Andra dan mendudukkan tubuh nya di kursi dapur begitupun dengan Merri yang juga ikut duduk di sana.


"Delina kami datang kembali" teriak Weny dari luar hingga membuat penjaga langsung menghampiri nya dan jug Yura yang datang bersama.


"Kalian yang kemarin? Apa masih ada urusan dengan nona kami?" tanya penjaga tersebut.


"Kau pikir ini hutan hah hingga berteriak selalu?" ketus Nana yang keluar bersamaan dengan Ryhan.


"Kami takut kau tidak ada rumah makanya berteriak agar kau keluar" jawab Yura.


"Biarkan mereka masuk" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan kembali memegang pinggang istri nya dan membawa nya masuk ke dalam. Weny dan Yura yang sudah di persilahkan masuk langsung masuk dan menuju ke dekat Nana.


"Jaga jarak kalian dengan istriku" ketus Ryhan saat melihat Weny yang hendak menghamburkan pelukan nya. Weny dan Yura langsung menoleh ke arah Ryhan dan terlihat Ryhan melototkan mata nya menatap kedua teman istri nya itu dan hal tersebut membuat Nana tertawa kecil.


Ryhan langsung berlalu dari sana untuk membersihkan tubuh nya sedangkan Nana dia baru saja selesai membersihkan tubuh nya makanya Ryhan terlambat. "Suami mu terlalu posesif" bisik Weny dengan wajah kesal akibat Ryhan yang melarang nya menjaga jarak terhadap Nana.


"Kau ini, Dari kemarin dia bilang jangan memeluk erat" ketus Yura pula.


"Padahal kami hanya ingin memeluk sebentar karna kami sangat merindukan mu" ucap Weny dan memeluk Nana tidak terlalu erat.


"Sudah aku bilang jaga jarak" ketus Ryhan yang menongolkan kepala nya ke luar. Weny dan Yura langsung menatap ke arah nya dengan tatapan kesal kedua nya langsung melepaskan pelukan nya dari Nana.


Nana tertawa sebentar saat mendengar suara suami nya. "Sini sini peluk" ucap Nana dengan menelentangkan kedua tangan nya agar kedua sahabat nya itu memeluk nya.


"Jangan" teriak Ryhan saat Weny dan Yura hendak masuk ke dalam pelukan itu. Nana langsung melototkan mata nya menatap suami nya tersebut dan menerima pelukan dari kedua sahabat hya tersebut dengan mengusap kepala kedua nya.


"Jangan dengarkan perkataan lelaki bodoh itu" ucap Nana yang layak nya dia adalah kakak di antara mereka bertiga padahal dia yang paling kecil umur nya.


"Na kehamilan mu baru berapa bulan?" tanya Weny dengan mengusap perut datar sahabat nya tersebut yang saat ini sudah mengandung.


"Baru enam bulan" jawab Nana.


"Kau menikah dengan Ryhan sudah berapa bulan?" tanya Yura pula.


"Menikah dari kak Rendi meninggalkan ku jadi sudah sekitar delapan sampai sembilan bulan" jawab Nana.


"Kau berbaikan dan berlibur waktu itu sudah dua bulan yang lalu bukan?" tanya Weny.


"Kami selalu berbaikan" jawab Nana dengan sedikit kesal akan pertanyaan tersebut.


"Cepat juga Ryhan memberikan ku keponakan, Satu kali tembak langsung kena, Bagaimana ya bentuk keponakan ku nanti" ucap Yura tanpa memperdulikan beberapa pelayan yang mendengar.


"Shit apa yang kau bicarakan?" ketus Nana.


"Berbicara seperti itu di larang kah di rumah ini? Aku hanya salut terhadap Ryhan yang bisa langsung memiliki calon bayi di perut mu hanya dalam sekali tanam" ucap Yura kembali dengan wajah datar nya.


"Iya Na, Ryhan cukup hebat memberimu nutrisi hingga kau cepat hamil seperti ini" goda Weny.


"Hey omongan kalian ini" ketus Nana dengan melototkan mata nya saat mendengar ucapan demi ucapan yang ia biarkan keluar dari mulut kedua sahabat nya sedangkan beberapa pelayan nampak menahan tawa saat mendengar ucapan teman teman majikan nya.


"Tidak, Tidak kami hanya bergurau, Sudah lama tidak menggoda mu, Biasa nya Qori yang selalu menggoda mu tapi sekarang sudah tidak bisa karna kau sudah memiliki suami dan akan memiliki anak pula" ucap Weny dengan senyum nya mencoba mencairkan suasana yang dingin itu akibat Ryhan yang merusak mood Yura.


"Aku sudah mengatakan tentang kehamilan mu terhadap mama" ucap Yura dengan wajah girang.


Nana langsung membulatkan mata nya saat mendengar ucapan Yura. "Hah? Bagaimana bisa kau mengatakan nya?" teriak Nana yang cukup kaget mendengar ucapan tersebut.


"Bisa lah, Saat kau mengaku menikah dengan kami saja mama terus terusan menyuruh mu untuk membawa mu pulang begitupun dengan mama Hanah juga memaksa kami untuk mengajak mu ke tempat kami, Makanya kami juga bilang tentang kehamilan mu dan mereka meminta untuk kau berkunjung ke rumah bersama suami mu" jelas Yura sedangkan Weny menganggukkan kepala nya mengiyakan penjelasan Yura itu.


"Mama Hanah? Siapa dia?" tanya Ryhan yang sudah selesai mandi dan mengganti baju nya hingga membuat Nana, Yura, Weny dan beberapa pelayan menoleh ke arah nya.


Wajah tampan yang selalu di idam idamkan oleh banyak nya wanita membuat Yura terpana akan wajah yang nampak menyegarkan mata dan menyejukkan hati itu. "Wah tampan sekali suami mu Na" ucapan yang terdengar jelas oleh Nana hingga membuat Nana menoleh ke arah pemilik suara.


Plaakkkk


Nana memukul pundak Yura yang nampak menatap tajam suami nya, Rasa tidak suka saat suami nya di lihat terasa dan terlihat sangat jelas di raut wajah nya. "Jangan berani berani kau memuji nya di hadapan ku, Dia suami ku" ketus Nana dengan wajah kesal nya.


.


.


.


.


.