Dear D

Dear D
Episode 122



"Iih" ucap Nana yang nampak jijik dengan gombalan murahan suami nya tersebut.


"Berjanji sungguh sungguh kepada ku" ucap Ryhan yang langsung memasang wajah datar dan serius nya menatap istri nya tersebut.


"Iya aku berjanji, Lepaskan aku, Jika kau memakanku malam ini bagaimana bisa aku keluar malam ini?" tanya Nana dengan memasang wajah memelas menatap suami nya berharap di lepaskan.


"Kau mau keluar? Dengan siapa?" tanya Ryhan dengan menatap tajam wajah istri nya.


"Dengan Ten" jawab Nana dengan senyum menggoda suami nya.


"Kau...."


"Jelas saja aku akan mengajak mu, Mana mungkin mengajak kak Ten yang baru kenal hari ini, Bodoh sekali" ketus Nana dan membuang wajah kesal nya dari tatapan suami nya.


"Oh, Jadi jika sudah kenal lama akan mengajak nya keluar?" tanya Ryhan dengan menatap lekat istri nya.


"Tidak ada niat untuk seperti itu, Tapi kau mengingatkan nya, Ryhan cepatlah aku akan bersiap dan kita jalan jalan keluar malam ini, Menghabiskan waktu berdua" ucap Nana yang kembali memelas saat sudah marah kepada suami nya tadi.


"Berdua di ranjang juga menghabiskan waktu berdua, Mari kita melakukan nya untuk menghabiskan waktu berdua tanpa menghabiskan uang" balas Ryhan dengan senyum yang kembali menggoda istri nya.


"Besok aku akan meminta pengacara ku mengurus perceraian kita ke pengadilan, Kau selalu menyiksa ku" ucap Nana dengan wajah datar, Wajah yang nampak serius membuat Ryhan langsung takut dan menciut.


"Baiklah kau kenakan pakaian mu, Aku akan mandi sebentar" ucap Ryhan dan berdiri dari baring nya tadi. Nana tersenyum, Ancaman nya tadi berhasil membuat suami nya melepaskan nya.


"Baik, Aku akan menunggu mu" jawab Nana yang saat ini sudah duduk. Ryhan mencium sekilas bibir istri nya dan setelah itu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Nana tersenyum saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari suami nya dan menatap kepergian lelaki nya tersebut. Saat suami nya sudah masuk ke dalam kamar mandi dia langsung berlalu pula masui ke dalam ruang ganti. "Aneh sekali jika dia cemburu" ucap Nana dan mengambil baju yang akan di kenakan nya malam ini.


"Tapi jika dia cemburu cukup menggemaskan" ucap nya kembali dengan tersenyum lebar mengingat apa saja hal yang membuat nya gemas yang di lakukan suami nya.


"Jiwa dingin dan cuek Ryhan sejak menyatakan pedasaan nya kepada ku tiba tiba menghilang, Apa memang seperti itu lelaki jika mencintai wanita?" tanya Nana dan mendudukkan tubuh nya di hadapan meja rias dengan tubuh yang sudah menggunakan dres di atas mata kaki.


"Cukup aneh dan sangat aneh saat tau jika jiwa nya bisa berubah ubah, Saat bersama ku dia banyak bicara dan manja sedangkan saat berada di liar dan kantor sama sekali tidak banyak bicara dan selalu saja memasang wajah datar nya" ucap Nana kembali dengan wajah bingung nya memikirkan suami nya yang memiliki dua kepribadian di tempat yang berbeda.


"Kau pernah tidak mendengarkan kata kata ini?" tanya Ryhan yang mendengar seluruh ucapan istri nya dan menunduduk dengan dagu yang di letakkan nya di bahu istri nya.


"Apa?" tanya Nana dengan menatap wajah suami nya dari pantulan kaca begitupun dengan Ryhan yang juga menatap istri nya dari pantulan kaca.


"Mungkin itu yang sedang aku alami sekarang karna aku mencintai mu" Ryhan memegang dagu wanita nya hingga menatap nya dan langsung ******* bibir yang sudah membuat nya candu tersebut. Nana tidak menolak nya dan menerima ciuman tersebut dan membalas nya.


Leher yang sangat terlihat sedang menelan dengan lincah di antara kedua nya. Ryhan melepaskan ciuman nya tersebut dan tersenyum menatap istri nya. "Aku akan bersiap sebentar" ucap Ryhan dengan senyum nya menatap istri tercinta nya.


Nana membalas senyuman tersebut dengan anggukan kepala nya dan kembali menatap ke kaca untuk menggunakan bedak nya. "Kau kenakan jaket mu, Malam hari cukup dingin di luar" ucap Ryhan dan mengenakan jaket nya saat sudah selesai mengenakan baju dan celana nya begitupun dengan Nana yang sedari tadi memperhatikan nya.


Nana tidak menjawab nya dan masih saja memperhatikan suami nya tersebut. Ryhan menatap ke istri nya yang sama sekali tidak merespon dan terlihat wanita itu sedang termenung. Ryhan membuang nafas panjang dan mengambil hoodie milik istri nya dan mendekat ke arah nya, Ryhan langsung mengenakan hoodie tersebut di tubuh wanita nya tanpa mendapatkan respon apapun dari istri nya tersebut.


"Hey kenapa kau hanya diam? Tidak jadi mengajakku keluar?" tanya Ryhan dan menutup kepala istri nya menggunakan hoodie yang ia kenakan ke tubuh istri nya.


"Jelas saja jadi, Bodoh sekali pertanyaan itu, Aku sudah bersiap seperti ini tidak mungkin tidak jadi, Ayo" ajak Nana yang banyak mengomeli suami nya dan menarik tangan lelaki nya tersebut.


Ryhan mengambil dompet dan ponsel nya begitupun dengan Nana yang mengambil ATM nya dan juga ponsel nya dan mereka memasukkan barang barang yang mereka ambil tadi ke dalam kantong hoodie yang mereka kenakan. Nana yang sudah mengenakan kaos kaki hingga di atas lutut dan sepatu juga begitupun dengan Ryhan. Kedua nya langsung keluar dari kamar dan keluar dari apartemen tersebut.


Ryhan berjalan sejajar dengan istri nya dan menggandeng tangan itu hingga kedua nya masuk ke dalam lift tangan mereka masih saja memegang satu sama lain. Saat lift terbuka kedua nya langsung keluar dengan tangan yang masih menggenggam tangan satu sama lain.


Saat keluar dari area apartemen dan sudah berada di luar banyak mata yang memperhatikan kedua nya. Ada yang memperhatikan Nana ada pula yang memperhatikan Ryhan akibat ketampanan dan kecantikan yang kedua nya miliki membuat mereka menjadi pusat perhatian apa lagi saat ini mereka sedang bergandeng tangan. "Kau mau mengajakku kemana?" tanya Ryhan dengan menundukkan sedikit tubuh nya menatap istri nya.


"Berkeliling sekitar sini saja, Jika lapar akan aku bawa kau makan di pinggir jalan, Tidak masalah bukan?" tanya Nana kepada suami nya.


"Tidak masalah, Asalkan bersama mu" jawab Ryhan dengan tawa kecil nya menatap istri nya tersebut.


"Yasudah ayo" ajak Nana dan menarik tangan suami nya. Kedua nya kembali melangkahkan kaki mengelilingi kota yang nampak indah di malam hari dengan di kelilingi banyak nya lampu berwarna warni yang menerangi setiap jalanan menambah nuansa indah di sana.


"Trotoar di sini cukup kecil, Pindahkan jalan mu di sini biar aku di sana" ucap Ryhan dan mengalihkan rubuh nya ke dekat jalanan dan istri nya di balik nya. Nana tidak menjawab nya dan kembali merangkul tangan suami nya dan melanjutkan langkah kaki nya di ikuti oleh suami nya.


.


.


.


.


.