Dear D

Dear D
Episode 119



Tingg


Lift terbuka tepat di lantai satu. Mereka semua langsung keluar dan Ryhan langsung tegak seperti orang normal kembali dan mengenakan kembali kancing jas nya.


Ryhan menatap wajah istri nya dan nampak wanita itu sudah baik baik saja. "Kau pasti tidak nyaman tadi" ucap Ryhan yang tau istri nya tidak bisa mencium bau yang tidak enak dalam satu menit dan bisa bisa jika itu di biarkan akan membuat istri nya tidak sadarkan diri dan dia tidak mau itu terjadi.


"Tidak apa apa, Nama nya juga bersama" jawab Nana dengan tersenyum lebar menatap suami nya.


"Yasudah ayo kita pulang" ajak Nana saat suami nya nampak hawatir terhadap nya. Mencoba mengalihkan percakapan saat suami nya menatap tajam dan hawatir ke arah nya dengan mengajak nya untuk pulang. Mereka melangkah kan kaki keliar dari perusahaan dengan Nana yang berjalan di depan dan Ryhan mengikuti nya dari belakang.


Ryhan membuka kunci mobil dengan remot di tangan nya dan Nana langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan Ryhan yang juga ikut masuk. Ryhan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen mereka.


"Kau benar benar baik baik saja kan Del?" tanya Ryhan dengan memperhatikan istri nya sekejap.


"Iya aku baik baik saja" jawab Nana dengan tersenyum sekilas dan kembali memasang wajah datar nya. Ryhan tidak mengeluarkan suara nya lagi dan memilih untuk diam beberapa saat.


"Kau jangan terlalu dekat dengan lelaki" ucap Ryhan yang memecah keheningan di dalam mobil itu.


"Hah?" ucap Nana saat mendengar ucapan suami nya.


"Kau jangan dekat dekat dengan lelaki lain apa lagi dengan Ten, Banyak wanita yang menyukai nya karna ketampanan nya jadi jangan sampai kau juga suka dengan nya" ucap Ryhan dengan melototkan mata nya menatap istri nya.


"Kau cemburu? Kau takut kalah saing dengan nya?" tanya Nana mengejek istri nya dengan tawa.


Ryhan menoleh ke arah wanita nya. "Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu" jawab Ryhan yang mengelak.


"Jika tidak apa?" tanya Nana. Ryhan terdiam akan pertanyaan tersebut.


"I-iya jelas saja bukan aku cemburu? Kau juga tidak seharus nya dekat dengan Ten, Kau mau banyak karyawan di kantor membenci mu hanya karna kau dekat dengan Ten?" tanya Ryhan yang menakut nakuti istri nya agar istri nya tidak terlalu dekat dengan Ten.


"Biarkan saja seluruh karyawan membenci ku, Tidak masalah, Jika aku bisa membuat Ten suka dengan ku bukankah itu bagus? Jadi aku pemenang dari banyak nya karyawan kantor yang menyukai nya" jawab Nana yang menggoda suami nya agar marah kepada nya.


Ryhan nampak memasang wajah emosi nya terhadap istri nya dan menghentikan mobil nya di tepi jalan. "Apa yang kau katakan tadi? Kau berniat ingin menduakan ku? Kau mau Ten menyukai mu? Bagaimana jika dia benar mencintai mu?" tanya Ryhan dengan melototkan mata nya menatap istri nya.


"Tidak apa apa jika dia memang menyukai ku, Tidak masalah, Aku juga tidak menduakan mu, Akukan tadi bilang jika dia menyukai ku itu akan...."


"Emmmm" Ryhan langsung ******* bibir istri nya yang sedari tadi mengoceh hal yang sangat tidak di sukai nya. Di ***** nya perlahan bibir itu dengan sangat dalam sedangkan Nana berusaha menutup mulut nya agar dia bisa mudah lepas tapi usaha nya sia sia akibat Ryhan yang menggigit bibir nya hingga sedikit terbuka dan hal tersebut memudahkan Ryhan menikmati bibir wanita nya tersebut.


"Emmmm" teriak Nana yang berusaha lepas dari Ryhan. Bukan nya melepaskan Ryhan malah memperdalam ciuman tersebut dengan memegang tengkuk istri nya, Dia tidak akan melepaskan wanita itu dengan mudah dan akan memberikan hukuman kepada nya itu yang di pikirkan nya saat ini.


"Emmm" Nana masih belum menikmati hal yang di nikmati suami nya malah semakin terus memberontak meminta di lepaskan tapi Ryhan pantang menyerah dan terus saja berusaha agar wanita nya mengikuti nya dan membalas ******* nya. Hingga beberapa puluh menit akhir nya Nana bisa menerima dan menikmati hal tersebut.


Ryhan yang sudah mendapatkan balasan menurunkan ciuman nya ke leher hingga meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana dan membuka satu persatu kancing baju yang di kenakan istri nya.


Saat Ryhan membuka kancing baju nya Nana langsung tersadar dan mendorong Ryhan hingga menjauh dari nya. "Kenapa sayang? Kenapa di hentikan?" tanya Ryhan dengan tatapan penuh nafsu menatap istri nya.


"Kau masih ingat jika ini tempat umum?" tanya Ryhan dengan senyum nya. Senyuman penuh arti di berikan nya kepada istri nya tersebut.


"Kau mengatakan hal seperti tadi di hadapan ku, Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan ku?" tanya Ryhan yang nampak memasang wajah kecewa akan istri nya.


Nana terdiam dan menatap lekat wajah suami nya. "Shit, Dia menganggap nya serius" umpat Nana saat melihat keseriusan di wajah suami nya yang menatap nya dengan tatapan yang masih kecewa.


"Aku tadi hanya bergurau, Kau ini terlalu serius jadi orang" ucap Nana dengan wajah kesal nya.


"Tapi itu bukan candaan bagi ku" jawab Ryhan yang masih saja memasang wajah kecewa nya.


"Itu karna kau tidak pernah bergurau makanya seluruh ucapan ku kau pikir serius, Mana mungkin aku menghianati mu, Aku bukan wanita murahan yang bisa meletakkan dua nama di satu hati" ucap Nana dengan masih kesal akan suami nya yang hampir saja membuat tontonan gratis bagi seluruh orang yang melintas.


"Justru..."


"Kau serius kau tidak memacari ku dan langsung menikahi ku?" ketus Nana menyambungung ucapan suami nya yang di ketahui oleh nya.


"Sudah basi gombalan mu itu, Aku turun di sini saja" ucap Nana dan turun dari mobil itu. Padahal salah dia yang sudah membuat suami nya marah tapi malah dia yang marah.


"Hey jangan berani kau meninggalkan mobil" teriak Ryhan saat istri nya keluar dari mobil. Nana tidak menjawab nya dan terus saja melangkahkan kaki nya menjauh dari mobil suami nya.


Ryhan yang tidak melihat kaki istri nya berhenti pun langsung turun dari mobil dan berlari ke arah istri nya.


Nana menghentikan taxi yang melintas di hadapan nya, Sat hendak masuk ke dalam taxi tangan nya di tarik oleh Ryhan. "Pak tidak jadi, Dia menaiki mobil saya" ucap Ryhan kepada sopir taxi.


"Bujuk pacar nya pak agar tidak mempermainkan pekerja taxi" ketus sopir taxi.


Ryhan mengeluarkan uang lembaran lima puluh ribu dan memberikan nya kepada sopir taxi yang di hentikan istri nya. "Sekali lagi maafkan istri saya" ucap Ryhan dengan memebrikan uang tersebut.


"Nah begini dong" ucap sopir dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang untuk kembali bekerja.


.


.


.


.


.


.


.