
"Lapar sekali ya?" tanya Ryhan dengan mengusap bekas makanan yang ada di sudut bibir istri nya itu. Nana menghentikan makan nya dan menatap suami nya itu dengan mata sedikit membulat akibat kaget.
"Ah tidak" jawab Nana dan menepis tangan suami nya itu dari tangan.nya. Ryhan tidak menjawb nya lagi dan memilih untuk diam dan melanjutkan ucapan nya.
Uhukk
Nana terbatuk dan itu membuat Ryhan dengan segera mengambil air untuk istri nya itu dan membantu Wanita itu untuk minum. "Hati makanya" ucap Ryhan dengan menguap punggung wanita itu. Nana tidak menjawb nya dan menyelesaikan makan nya itu dan setelah itu langsung membereskan dapur yang sedikit berantakan itu.
"Aku sedikit lelah" guman Nana yang sedari tadi tidak istirahat. Ryhan menoleh ke belakang dan melihat istri nya itu tengah berdiri saja tanpa melakukan apa apa.
"Kau tidak apa apa?" tanya Ryhan dengan membalikkan tubuh nya menatap wanita itu.
"Aku tidak apa apa" jawab Nana akan pertanyaan itu dan kembali melanjutkan pekerjaan nya. Ryhan sudah selesai makan dan dia pun membantu istri nya itu untuk membersihkan piring kotor.
"Kau istirahat saja, Biar aku yang membereskan ini" ucap Nana kepada Ryhan yang membantu nya itu.
"Kau saja yang istirahat, Kau nampak kelelahan" jawab Ryhan akan ucapan itu tanpa menatap wanita nya itu. Nana tidak menjawab nya dan kembali melanjutkan apa yang ia kerjakan tadi hingga selesai. Ryhan menatap wanita itu saat dia juga sudah membersihkan piring, Nana membalikkan tubuh nya menatap Ryhan dan langsung menyentuh dahi lelaki itu dengan menggunakan punggung tangan nya.
"Sudah sembuh" ucap Nana dengan tersenyum lebar menatap lelaki itu. Ryhan membalas senyuman itu dengan senyuman tulus nya dan membuat Nana langsung mengalihkan pandang nya dari Ryhan.
"Kau ingin mandi?" tanya Nana kepada suami nya itu.
"Seperti nya iya, Tubuh ku sedikit lengket" jawab Ryhan akan pertanyaan itu.
"Aku akan menyiapkan air hangat terlebih dahulu" ucap Nana dan ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Ryhan menarik tangan wanita nya itu.
"Tidak usah, Biar aku sendiri yang menyiapkan nya" jawab Ryhan.
"Biar aku saja" jawab Nana dan melepaskan tangan lelaki itu dan menyiapkan air untuk Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan hanya mengikuti wanita nya itu dari belakang.
"Ryhan" teriak seseorang dari luar dengan menggedor pintu rumah itu.
"Tuan, Nyonya besar ke rumah nona Delina dan menggedor pintu rumah itu dengan keras" isi pesan yang di kirimkan oleh Opia kepada Andra. Andra yang sedang bekerja belum bisa membuka pesan itu.
Ryhan ingin berlalu keluar tapi Nana menghentikan nya. "Biar aku sja yang ke depan" ucap Nana kepada suami nya itu. Ryhan tidak menjawab nya dan membiarkan wanita itu menuju ke depan dengan dia mengikuti nya dari belakang. Nana membuka pintu rumah itu dan terlihat Merri ibu Ryhan sedang tegak tepat di hadapan nya.
"Mana anakku?" bentak Merri kepada Nana.
"Masuklah tante, Ryhan ada di dalam" ucap Nana yang mencoba sopan kepada wanita itu.
"Tidak sudi aku menginjak rumah jelek mu ini di tambah lagi ini rumah jalang seperti ibu mu" teriak Merri dan itu membuat Ryhan yang baru saja sampai memang wajah emosi nya.
"Mama" teriak Ryhan yang tidak suka akan ucapan ibu nya itu.
"Ayo kita pulang, Kau akan menikah dengan Dira saat kau selesai sekolah" ajak Merri kepada Ryhan dengan menarik tangan anak nya itu.
"Kenapa? apa jangan jangan kau sudah di guna guna oleh wanita pelacur ini hem?'' tanya Merri dengan melototkan mata nya kepada anak nya itu.
"Mama jaga ucapan mu, Dia tidak pernah mengguna gunakan ku" jawab Ryhan dengan nada kesal nya.
"Ada apa ini?" tanya Anggi yang baru saja samai di rumah Nana bersama dengan Febri. Nana langsung menundukkan kepala nya dan tidak menatap Anggi dan Febri sama sekali.
"Ayo kita pulang, Kau lihat banyak lelaki kaya yang menginginkan nya karna dia sudah menjual diri nya" teriak Merri kepada anak nya itu dan menarik tangan anak nya itu untuk berlalu dari sana.
"Huh" Nana mencoba untuk menenangkan diri nya supaya tidak emosi akan itu sedangkan Ryhan sudah di tarik oleh ibu nya dan di masukkan ke dalam mobil.
"Hey jaga ucapan mu" bentak Anggi kepada Merri ibu Ryhan. Merri tidak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam mobil bagian belakang.
"Jalan" perintah Merri kepada sopir. Sopir tadi mengiyakan nya dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang keluar dari area perumahan itu.
Nana menatap kepergian mobil itu sungguh sakit sekli hati nya saat di katakan seperti itu oleh Merri. "Hey" ucap Anggi saat memperhatikan adik nya itu malah menatap kepergian mobil Ryhan. Nana menatap ke arah Anggi dengan tatapan datar nya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Mama apa apaan berbicara seperti itu kepada Del?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.
"Mma hanya berbicara fakta" jawab Merri akan pertanyaan itu.
"Dia bukan anak jalang seperti ucapan mu" ucap Ryhan lagi.
"Ibu nya itu penggoda lelaki kaya sama seperti nya" jawab Merri yang tau entah dari mana.
"Mama jaga ucapan mu" ucap Ryhan dengan rahang yang sudah mengeras akibat kesal karna dia tidak yakin akan ucapan ibu nya itu.
"Kau tidak di sakiti oleh wanita tadi?" tanya Febri yang ingin menyentuh Nana, Nana memundurkan tubuh nya karna tidak ingin di sentuh oleh orang yang tidak terlalu dekat dengan nya.
"Aku tidak apa apa" jawb Nana dengan kedua tangan yang menyilang di dada nya.
"Siapa wanita tadi?" tanya Anggi kepada adik nya itu.
"Ibu Ryhan" jawab Nana dengan menundukkan kepala nya.
"Wanita itu berani sekali dia membuat adikku sedih" guman Anggi dengan rahang yang juga mengeras saat bisa melihat kesedihan di wajah adik nya itu.
"Aku ingin keluar, Kakak masuklah" ucap Nana mempersilahkan Anggi untuk masuk dan setelah itu dia langsung berlalu.
"Kau ingin kemana?" tanya Anggi dengan sedikit berteriak kepada adik nya itu tapi tidak ada jawaban.
"Aku akan mengikuti nya" ucap Febri kepada Anggi. Anggi mengangguk mengiyakan ucapan Febri itu dan Febri pun langsung berlalu menyusul Nana yang entah ingin kemana itu.
Febri terus mengikuti wanita itu karna takut terjadi apa apa dan Nana berbelok ke kuburan. "Apa yang ingin dia lakukan di sini?" guman Febri yang belum mengetahui di mana letak kuburan Rendi kakak Nana. Nana masuk ke dalam sana tanpa mengeluarkan suara apapun dia langsung mendudukkan tubuh nya di hadapan salah satu makam. Nana menundukkan kepala nya seperti berdoa di sana dengan banyak nya lumpur di sana itu yang ia duduki tanpa merasa risih ataupun apa.