Dear D

Dear D
Episode 159



"Ryhan cepat sedikit tidak bisa kau mandi?" teriak Nana dengan kesal dan memeluk guling yang ada di atas ranjang hingga dia kelelahan sendiri menunggu suami nya dan tertidur di ranjang tersebut.


"Iya ini aku...."


"Eh sudah tidur?" tanya Ryhan saat melihat istri nya yang sudah tertidur dengan memeluk guling yang ada di sana.


Ryhan berjalan mendekat dan memastikan istri nya benar benar tidur atau tidak dan benar saja istri nya benar benar tidur. "Tidak mengenakan baju saat tidur kebiasaan sekali kau menggoda ku dengan sengaja" ucap Ryhan dengan menatap tajam istri nya yang tidak dengan hanya menggunakan baju handuk saja dan sudah beberapa hari terakhir dia juga seperti itu.


"Untung saja aku belum terlalu tau boleh atau tidak melakukan nya, Jika tidak sudah aku makan kau habis habisan" umpat Ryhan dengan menyentuh dahi wanita nya tersebut.


"Em" Nana menggeliat dan langsung merangkul leher suami nya tersebut.


"Del lepaskan" ucap Ryhan dengan nada rendah berusaha untuk melepaskan tangan istri nya dari leher nya tapi itu semua gagal dengan Nana yang semakin menarik nya hingga dia terjatuh ke atas ranjang bersama.


Keesokan pagi nya.


Nana terbangun terlebih dahulu dari tidur nya dan dia langsung menemukan suami nya di bawah tangan nya. "Eh tangan ku?" guman Nana dan langsung melepaskan tangan nya dari kepala suami nya. Ryhan yang bisa merasakan kulit tersebut hilang dari wajah nya pun langsung membuka mata nya.


"Kau sudah bangun?" tanya Ryhan dengan kembali memejamkan mata nya dan membuka nya kembali mencoba mengumpul nyawa nya yang sempat terlepas.


"Em, Aku mandi dahulu setelah itu bersiap siap untuk kembali ke rumah" ucap Nana dan beranjak duduk dari baring nya.


"Eh tidak usah, Kita harus ke rumah sakit hari ini dan kau juga belum menggunakan testpack yang di kirimkan dokter, Masalah barang barang kita biarkan orang suruhan ku yang mengurus nya, Kau mandi saja dan aku menunggu hasil nya" jelas Ryhan yang kembali menelungkup kan tubuh nya akibat benar benar mengantuk.


"Baik" jawab Nana dengan senyum bahagia nya dan langsung mengambil testpack yang ada di belakang suami nya dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan juga menggunakan testpack itu.


Ryhan langsung mengambilkan ponsel nya di samping nya tersebut dan langsung menghubungi bodyguard yang ia pekerjakan beberapa waktu lalu. "Kau datang ke apartemen bersama teman teman mu dan bawakan barang barang punya ku dan juga Delina ke rumah, Di rumah sudah ada beberapa pembantu yang akan membereskan barang barang kami, Berikan saja kepada nya" jelas Ryhan dari sebalik telpon.


"Baik tuan" jawab bodyguard tersebut.


Ryhan langsung mematikan telpon nya dan duduk dari baring nya tadi dengan mata yang sudah menatap sempurna. "Papa dan mama pasti belum tau, Apa aku beritahu sekarang?" tanya Ryhan yang cukup ragu saat hendak memberitahu ibu dan ayah nya atau tidak.


"Ah tidak usah nanti saja biarkan Delina langsung yang mengatakan nya sekaligus mengajak nya berkunjung ke rumah, Tidak masalah bukan?" guman nya dengan senyum nya saat sudah yakin terhadap ibu nya yang benar benar ingin berubah akibat sikap yang di tunjukkan oleh ibu nya beberapa hari belakangan ini.


"Kau sudah selesai? Bagaimana hasil nya apa menunjukkan jika kau positif?" tanya Ryhan dan berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah istri nya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Belum menunjukkan hasil" jawab Nana dengan wajah kecewa dan memberikan testpack tersebut kepada suami nya agar dia melihat.


Ryhan mengambil testpack tersebut dan menatap lekat testpack itu. Garis merah satu nya lagi mulai menampakkan diri di samping garis merah yang sudah nampak sejak tadi hingga benar benar terlihat dan istri nya benar benar hamil. "Kau benar benar hamil" ucap Ryhan dengan senyum bahagia nya dan memeluk wanita nya tersebut dengan tangan yang menggenggam testpack yang menunjukkan jika istri nya hamil.


"Benarkah?" tanya Nana.


Wajah yang awal nya kecewa langsung tersenyum lebar hingga menampakkan nuansa cantik di wajah tersebut saat melihat hasil testpack tersebut. "Iya aku benar benar hamil" ucap Nana yang kembali memeluk suami nya tersebut.


"Tuhan sudah mempercayai kita, Kita tidak boleh menyia nyiakan kesempatan ini" ucap Ryhan dan menghujani istri nya tersebut dengan ciuman bertubi tubi.


"Em" Nana menganggukkan kepala nya mengiyakan ucapan suami nya. Hal yang di nantikan oleh kedua pasangan muda itu akhir nya terwujud sekarang, Tidak menyangka akan cepat untuk kedua nya memiliki anak di usia yang masih terbilang sangat muda.


"Yasudah kau ganti baju setelah itu kita ke rumah sakit periksa kandungan mu" ucap Ryhan dengan senyum dan tangan yang mengusap kepala istri nya.


"Em, Kau jufa cepatlah mandi" jawab Nana dan melepaskan pelukan nya dari suami nya tersebut.


"Berhati hatilah" ucap Ryhan dan langsung berlalu bersamaan dengan istri nya yang juga berlalu menuju ke ruang ganti dan dia ke kamar mandi.


"Ah tuhan tidak aku sangka aku akan menjadi ayah sebentar lagi" ucap Ryhan dengan senyum nya di bawah shower kamar mandi tersebut.


"Aku sangat memohon agar tidak terjadi apapun di keluarga kecil ku hingga nanti nya dan kehidupan ku berjalan normal tanpa ada gangguan" ucap Ryhan dan mengusapkan wajah nya memohon agar rumah tangga nya baik baik saja.


"Ini aku masukkan ke sini nanti di tambah dengan hasil rumah sakit dan juga foto nya" ucap Nana dengan sudah mengenakan seluruh pakaian nya dan memasukkan hasil testpack ke dalam kotak.


"Akan aku berikan tante Merri dan juga om Andra melihat nya nanti" ucap nya kembali dengan senyum yang mengembang dan menutup kotak tersebut.


"Kado untuk siapa itu?" tanya Ryhan saat melihat istri nya memegang kotak.


"Testpack tadi" jawab Nana dengan senyum nya dan berjalan keluar dari ruang ganti meninggalkan suami nya sendiri dan keluar dari kamar menuju dapur.


Nana membuka kulkas dan dia hanya menemukan roti saja yang tertinggal di dalam nya dengan beberapa telor. "Aku lupa hari ini aku akan kembali ke rumah makanya tidak ada lagi bahan makanan di sini" ucap Nana dan memilih menggoreng telur mata sapi dan di campurkan nya dengan roti dan juga keju yang hanya tersisa beberapa lembar.


"Anak mama sehat sehat ya di dalam" ucap Nana dengan mengusap perut datar nya tersebut dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di dapur itu.


"Masih ada makanan di dalam kulkas?" tanya Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di hadapan istri nya.


.


.


.


.


.