
"Kau tidak lihat bagaimana sifat nya saat bersama ku? Dia selalu saja datar, Tersenyum pun aku tidak pernah melihat nya" jawab Nana yang tidak ingat Ryhan pernah tersenyum kepada nya.
"Kau harus mendekati nya dan membuat nya jatuh cinta kepada mu" ucap Yura.
"Bagaimana?" tanya Nana dengan wajah bingung nya begitupun dengan Weny.
"Kau harus berani dengan nya, Kau juga harus sering membuat nya tertawa, Kau harus terbuka dengan nya dan berperilakulah layak nya istri kepada nya" jawab Yura.
"Apa itu akan mempan?" tanya Weny.
"Hem, Apa dia sudah pernah menyentuh mu?" tanya Yura menatap Nana.
"Pernah" jawab Nana dengan polos nya.
"Kalian sudah tidur bersama dan melakukan hubungan suami istri?" tanya Weny yang kaget mendengarkan nya.
"Bodoh sekali, Mana mungkin" jawab Nana dengan kesal nya.
"Apa segitu nya dia tidak menyukai mu hingga tidak menyentuhmu?" tanya Yura.
"Entahlah aku pun tidak tau" jawab Nana dengan mengangkat kedua bahu nya.
"Ah aku memiliki ide agar Ryhan bisa menyukai mu" ucap Weny.
"Apa?" tanya Yura dan Nana secara bersamaan.
"Shit jika aku tidak mengatakan kepada kedua nya pada hari itu tidak mungkin aku menyentuh nya hari ini" umpat wanita itu dalam hati nya akibat ucapan kedua sahabat nya membuat nya takut nanti Ryhan meninggalkan nya.
"Tapi tidak apa, Aku juga sudah menikah dengan nya, Jika masih pacaran sih aku memang seperti wanita murahan" guman nya kembali dan kembali menatap Ryhan.
"Jawab pertanyaan ku, Kapan kita akan kembali ke rumah?" tanya Nana yang kembali memasang wajah memelas berharap di jawab oleh Ryhan.
"Ryhan tenang, tenang" ucap Ryhan yang mencoba menenangkan detak jantung nya.
"Lepaskan aku dulu dan aku berjanji akan menjawab" jawab Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan menatap tajam ke arah lelaki itu dengan tubuh nya yang mulai sedikit menjauh.
"Kita beberapa hari menginap di sini saja kau tidak apa?" tanya Ryhan.
"Hah? Kenapa? Aku ingin kembali ke rumah" jawab Nana yang malah menjadi sedih.
"Ada hal yang tidak perlu kau ketahui yang jelas kita tidak aman jika berada di rumah beberapa hari ini" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan kembali menyenderkan tubuh nya. Dia kembali menikmati acara televisi.
"Tapi aku ingin pulang ke rumah" ucap Nana.
"Keadaan belum membaik, Aku tidak mau kau kenapa kenapa" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan itu membuat Nana tidak percaya.
"Kau tidur di kamar, Aku akan tidur di sini hingga kita pulang ke rumah" ucap Ryhan.
"Shit kenapa malah seperti ini? Bukankah di rumah dia tidur bersama ku?" guman Nana. Nana tidak menjawab nya dan langsung berdiri dari duduk nya. Kaki nya melangkah masuk ke dalam kamar dengan kaki yang menghentak keras.
Di ambil nya selimut, Bantal dan perlengkapan lain untuk tidur di luar dan setelah itu kembali ke luar. Wanita itu kembali mendekat ke arah Ryhan dan terlebih dahulu dia menyelimuti tubuh nya dari belakang hingga wajah nya saja yang terlihat dan meletakkan benda benda lainnya di atas lantai. Nana langsung menghempaskan tubuh nya dan langsung berbaring di atas Ryhan yang masih duduk. Ryhan yang tidak seimbang pun langsung terbaring.
"Ah" Ryhan sedikit kesakitan akan hentakan tersebut. Nana tidak memperdulikan nya dan langsung memasukkan Ryhan ke dalam selimut yang sama dengan nya dan langsung memeluk tubuh Ryhan dengan sangat erat.
"Aku ingin tidur bersama mu" ucap Nana dan menyandarkan tubuh nya di dada bidang lelaki itu.
"Hah? Dengan posisi seperti ini?" tanya Ryhan yang kaget. Nana tidak menjawab nya dan mengusapkan wajah nya di dada bidang itu akibat merasa nyaman.
"Tidak mungkin dia kuat tidur seperti ini" guman Nana dengan tersenyum berharap Ryhan akan tidur bersama nya di dalam kamar. Bukan hanya karna tidak ingin berpisah ranjang tapi wanita itu juga takut tidur sendiri di tempat asing.
"Huh tuhan apa yang terjadi dengan nya? Tidak biasa nya dia seperti ini" guman Ryhan dengan mengeluarkan kepala nya
"Aku benar benar mencintai mu, Aku tidak mau kehilangan mu" guman Nana yang mempererat pelukan nya ke tubuh kekar lelaki nya yang berada di bawah nya.
Nana yang kelelahan langsung tertidur nyenyak di atas tubuh lelaki nya.
Ujian akhir kelas akhir akhirnya selesai. "Ah tuhan senang sekali jika sudah selesai ujian seperti ini" teriak Nana saat keluar bersamaan dengan Ryhan, Yura, Weny, Qori dan juga Terie.
"Kehilangan satu lagi beban hidup" sambung Yura.