
"Sudah lama tidak melihat isi rumah nenek" ucap Nana. Ryhan menatap ke samping seperti menatap wanita itu dan tersenyum lebar mendengarkan nya dan terus saja melangkahkan kaki nya menaiki anak tangga.
"Berapa tingkat rumah nenek ini Ryhan?" tanya Nana yang baru saja menginjakkan kaki di lantai dua dan sudah kelelahan.
Ryhan belum menjawab dan terus saja melangkahkan kaki nya di ikuti oleh Nana dari belakang. "Tiga" Nana menghitung beberapa tingkat yang sudah di naiki oleh nya.
"Empat" Ryhan tersenyum mendengar istri nya yang berhitung seperti anak kecil dan membuka pintu menuju ke atap rumah dan berjalan kembali.
"Lima" Nana terdiam saat melihat sekitar dan sekeliling atap rumah.
"Wah" Nana nampak kagum akan pemandangan di atas, Ryhan tidak memperdulikan nya dan membentangkan tikar dan mengambil meja kecil yang ada di sana dan setelah itu langsung meletakkan seluruh buku yang di bawa oleh nya tadi di atas meja dan mendudukkan tubuh nya di atas tikar.
"Ini terlalu tinggi" guman Nana yang ketakutan saat melihat ke bawah. Tangan wanita itu mulai berair begitupun dengan kaki yang di balut oleh sendal. Ryhan menatap ke arah wanita itu dan nampak jika wanita itu ketakutan.
"Sudah tau takut ketinggian masih saja ingin belajar di atap" umpat lelaki itu dan berdiri dari duduk nya. Ryhan berjalan mendekat ke arah wanita itu dan memegang bahu wanita itu.
"Kau itu takut ketinggian jangan di sini" ucap Ryhan dan membawa wanita itu berlalu dari sana.
"Duduklah" Nana mendudukkan tubuh nya di atas tikar yang di bentang oleh Ryhan tadi dan Ryhan langsung mendudukkan tubuh nya di hadapan wanita nya agar pandangan wanita itu tidak kemana mana.
"Jangan melihat kemana mana" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan mulai membuka buku. Nana tidak menjawab nya dan masih nampak ketakutan di atas itu. Ryhan membuang nafas panjang dan menutup buku nya dan menatap lekat wajah wanita nya.
"Kau jika takut kita turun saja belajar di dalam rumah" ucap Ryhan yang bisa melihat keringat dingin yang bercucuran di wajah wanita nya.
"T-tidak lebih baik di sini supaya terkena sinar matahari" jawab Nana dengan wajah yang masih ketakutan.
"Mobil siapa ini? Apa Ryhan membawa mobil untuk wanita jalang itu?" ucap Dira saat melihat mobil yang terparkir di depan rumah Nana.
"Ryhan" teriak Dira dari luar pagar rumah Nana. Nana dan juga Ryhan bisa mendengar teriakan itu dan menatap ke bawah untuk melihat siapa yang memanggil. Ryhan yang tau itu Dira langsung membalikkan pandang nya dan menatap ke arah Nana yang malah melihat ke bawah.
"Sudah tau takut ketinggian masih saja melihat ke bawah" ketus Ryhan dan itu membuat Nana menoleh ke arah nya.
"Ryhan" teriak Dira kembali dengan mengguncang pagar rumah Nana.
"Ada yang mencari mu" ucap Nana dengan wajah polos nya akibat tidak mengetahui siapa itu karna wanita itu hanya nampak punggung sedangkan Ryhan tau dari suara dan penampilan yang sangat tidak sopan menurut nya.
"Orang gila, Tidak usah di perdulikan" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan menundukkan kepala nya. Dia memulai belajar nya tapi tidak dengan Nana yang malah menatap tangan nya yang di perban.
"Eh, Perban apa ini?" tanya wanita itu. Ryhan kembali mengangkat kepala nya dan menatap tajam ke arah wanita itu.
"Tangan ku kenapa hingga di perban?" tanya Nana dengan wajah polos nya.
"Kau tidak ingat apa yang kau lakukan kepada diri mu sendiri kemarin?" tanya Ryhan dengan wajah kebingungan nya.
"Kau melukai diri mu sendiri kemarin menggunakan pecahan gelas makanya aku obati dan aku kenakan perban" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan mengambil tangan wanita itu.
"Ryhan" teriak Dira yang mendapati Ryhan di atas atap rumah. Ryhan tidak memperdulikan nya tapi tidak dengan Nana yang malah menatap ke bawah tapi belum sempat Dira melihat wajah nya Ryhan langsung memegang leher wanita itu dan membaringkan tubuh nya dan juga tubuh wanita nya dengan kepala Nana yang di tahan oleh tangan nya.
"Ah" Nana memegang kepala nya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Nana dengan wajah datar nya.
"Kau tidak lihat ada Dira di bawah?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.
"Apakah benar itu Ryhan?" tanya Dira kepada diri nya sendiri.
"T-tapi jika Ryhan tidak mungkin dia bersama dengan wanita lain dan malah berbaring bukan?" tanya Dira.
"Sayang jika Ryhan tidak ada besok saja, Kita harus menghabiskan waktu berdua minggu ini, Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua" ucap kekasih Dira dengan mengusap wajah cantik wanita nya.
"Baiklah, Minggu depan atau besok juga bisa aku bertemu dengan nya, Mari kita menghabiskan waktu berdua" jawab Dira dengan tersenyum lebar. Kekasih nya dengan senang hati dan memegang pinggang kecil yang di tutupi oleh bokong yang cukup besar seperti orang dewasa tubuh nya tapi dia baru SMK.
"Ryhan tampan sekali" guman Nana dengan tersenyum lebar menatap wajah suami nya yang ada di dekat nya. Ryhan melihat ke bawah dan nampak Dira sudah berlalu dengan lelaki yang tidak di ketahui oleh nya.
"Syukurlah jika wanita itu sudah pergi" ucap Ryhan dan langsung menatap wanita nya yang berbaring di samping nya. Nampak bibir itu tersenyum lebar menatap nya dengan wajah yang di sinari oleh matahari menampakkan kecerahan wajah wanita nya yang alami tanpa polesan make up.
Ryhan menatap lekat wajah yang masih tersenyum. Tangan satu nya terangkat dan mengusap wajah yang sedikit tertutup oleh rambut.
Takk
"Ah" Nana sadar akan lamunan nya akibat Ryhan yang mengetuk kepala nya.
"Kau ini apa apaan?" ketus Nana dengan wajah kesal nya dan memegang dahi nya.
"Kau yang kenapa malah melihatku seperti itu?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya dan bangkit dari duduk nya. Nana ikut duduk dari baring nya dan membereskan baju nya yang sedikit terbuka bagian perut.
"Sudah jangan berguaru lagi, Tujuan kita di sini adalah belajar" ketus Ryhan.
"Shit, kenapa kau jadi marah?" ketus Nana dan mengambil buku nya dan membuka kasar buku nya. Wajah yang kesak membuka buku dengan kasar dan itu kembali membuat Ryhan menatap nya.
"Hey ini akan robek jika kau kasar seperti itu" ketus Ryhan.
"Biarkan saja" jawab Nana dan menambahkan membuka buku kasar.
"Terserah kau saja" ketus Ryhan dan membalikkan tubuh nya untuk belajar tanpa gangguan wanita nya.