
"Kenapa begitu banyak orang di rumah? Bukan nya kau hanya bilang pelayan dan bodyguard saja?" tanya Nana dengan wajah sedikit kesal dan juga bingung akan banyak nya manusia di rumah tersebut.
"Mereka semua adalah pelayan dan bodyguard" jawab Ryhan dengan wajah yang nampak tenang tanpa takut istri nya marah.
"Kenapa banyak sekali? Kau mendapatkan uang dari mana membayar kinerja mereka?" tanya Nana yang masih saja memasang wajah kesal menatap suami nya tersebut.
"Kau tenang saja, Gajiku cukup untuk menggaji mereka semua dan juga aku tidak mengatakan berapa orang yang akan aku kerjakan bukan?" ucap Ryhan dan berjalan menuju ke kursi dan mendudukkan tubuh nya di sana.
"Bagaimana bentuk kamar ini? Apa kau suka?" tanya Ryhan dengan menatap sekeliling kamar yang ia buat persisi seperti kamar istri nya di rumah lama tetapi kamar ini jauh lebih luas.
"Shit aku menerima apapun bentuk kamar, Aku bertanya kenapa kau memperkerjakan orang terlalu banyak? Iyapun gaji mu besar kita...."
"Ah iya" Nana yang mengomel langsung teringat dengan rumah Ryhan yang layak istana membuat Ryhan menoleh ke arah nya.
"Kenapa?" tanya Ryhan dengan wajah bingung nya.
"Kau orang kaya ya?" tanya Nana dengan kaki yang perlahan mendekat ke arah suami nya tersebut. Ryhan terdiam dengan dahi yang mengerut dia menatap tajam istri nya yang semakin mendekat ke arah nya.
Brakk
Nana meletakkan kasar kaki nya di samping suami nya bukan tangan nya dan menatap tajam suami nya tersebut. "Sayang jangan seperti ini, Ini akan...."
"Kau tidak perlu menghawatirkan ku, Jawab saja pertanyaan ku" bisik Nana dengan nada ancaman tapi tidak mengancam.
"I-iya aku akan menjawab, Duduk yang bagus jangan seperti ini" ucap Ryhan dengan mengambil tangan istri nya dan berusaha membuat nya duduk di samping nya.
Nana menepis tangan lelaki nya tersebut dan mendudukkan tubuh nya perlahan dan menatap tajam kembali suami nya. "Jujurlah dengan ku, Kau ini orang kaya yang menyamar miskin kan?" tanya Nana dengan wajah sedikit kesal menatap suami nya.
"Aku..."
Tok...tok...tok
"Nona ada yang mencari anda" panggil pelayan dengan mengetuk pintu kamar majikan nya.
"Shit, Urusan kita belum selesai" ucap Nana dengan melototkan mata nya menatap suami nya tersebut dan berdiri kasar berlalu menuju ke pintu.
Nana kembali menatap ke suami nya dan menambah lototan mata nya menatap lelaki itu dan setelah itu baru dia membukakan pintu. "Sia...."
"Nana" teriak Yura.
"Shit jangan berteriak" ketus Weny dengan mencubit pinggang Yura yang kebiasaan berteriak.
"Siapa?" tanya Ryhan yang berada di belakang Nana hingga membuat Weny dan juga Yura menoleh ke arah nya.
"Kalian berdua lagi" ucap Ryhan yang cukup malas dan langsung membuang pandang nya dari kedua sahabat istri nya tersebut.
"Shit kau ini, Kami tidak ingin bertemu dengan mu melainkan dengan Nana" ketus Yura dengan melototkan mata nya menatap Ryhan sedangkan Weny menganggukkan kepala mengompori Ryhan.
"Shit kau ini Nana tidak menghargai kami yang sudah jauh jauh kemari untuk menemui mu" teriak Weny yang cukup kesal akan pertama kali nya Nana menolak kedatangan nya dan juga Yura.
"Mereka masih ada urusan kaki berdua, Ayo kita kembaki, Besok kembali ke mari lagi" bisik Yura yang tidak nyaman dengan beberapa lelaki bertubuh kekar memperhatikan mereka.
Nana kembali mendudukkan tubuh nya di atas ranjang bukan di kursi lagi. Dia membuang nafas panjang mencoba untuk tidak marah saat teringat saran dari dokter. "Jawablah jujur pertanyaan ku, Jika kau tidak mau juga tidak apa apa akan aku cari tau sendiri tentang status mu" ucap Nana dengan nada rendah dengan hati yang sudah tenang dan tidak mau marah marah lagi.
Ryhan menatap lekat wajah istri hingga membuat Nana juga ikut menatap nya saat tidak mendengarkan jawaban ataupun respon dari suami nya. "Dia serius seperti ini lebih menyeramkan dari dia marah" guman Ryhan saat melihat wajah yang sangat serius tergambar jelas di wajah istri nya.
"Ceritakan dengan jelas apa yang terjadi terhadap mu, Aku tidak akan marah, Duduk" ucap Nana dengan menggeserkan sedikit tubuh nya agar suami nya bisa duduk di samping nya.
Ryhan masih menatap istri nya tersebut sebelum akhir nya mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya itu. Ryhan membuang nafas panjang dan Nana mengalihkan tubuh nya menjadi menatap suami nya. "Aku bukan orang kaya seperti yang kau pikirkan" ucap Ryhan.
"Ayah mu?" tanya Nana.
"Iya ayah, Semua barang barang yang aku gunakan dari kartu kredit nya tapi dia memang memberikan nya untuk satu persatu anak nya dan aku memiliki dua, Satu milikku pribadi satu lagi baru milik nya" jelas Ryhan yang mencoba membuat istri nya itu tidak marah terhadap nya.
"Perusahaan juga milik ayah mu?" tanya Nana.
"Em" Ryhan menganggukkan kepala nya.
"Sudah aku duga, Tidak mungkin anak yang baru lulus sekolah menengah seperti ku bisa bekerja di perusahaan sebesar itu jika tidak menggunakan orang dalam dan orang itu adalah kau" ucap Nana dengan senyum nya.
"Kau jangan marah, Aku tidak berniat menyembunyikan ini dari mu, Orang orang juga banyak tidak tau dengan identitas asli ku makanya aku tidak menjelaskan lebih awal kepada mu" jawab Ryhan.
"Aku tidak marah, Hanya saja aku mengerti kenapa dari dahulu mama mu tidak mengizinkan kau dekat dengan ku yakni karna kau dan aku sangatlah berbeda. Kau dari orang yang kasta nya tinggi dengan kekayaan yang berlimpah sedangkan aku satu persen harta mu saja aku tidak mampu menyaingi nya dan juga aku anak yang tidak memiliki ibu sejak kecil dan...."
"Hey jangan berbicara seperti itu, Itu adalah masalalu sekarang mama sudah menerima mu dengan baik, Jangan di ingat ingat masalalu yang tidak baik itu" potong Ryhan dengan menggenggam kedua tangan istri nya.
"Masalalu ku memang harus selalu ku ingat dan tidak bisa aku lupakan, Banyak orang berharga dan pelajaran yang berhaga di hidup lalu ku, Sudahlah tidak usah membahas ini lagi aku tidak apa apa" jawab Nana dengan senyum yang mengembang menatap suami nya yang nampak hawatir terhadap nya.
Ryhan masih diam dan menatap lekat wajah istri nya dengan tatapan sedikit sedih dan juga hawatir dan juga merasa bersalah sudah tidak menceritakan asal usul nya terhadap istri nya. "Kau cukup pintar juga ya menyembunyikan nya dari banyak orang" ucap Nana dengan wajah datar nya menatap suami nya tersebut.
"Em, Jika di ketahui oleh banyak orang akan menjadi hal yang buruk, Orang orang akan memburu keturunan dan pewaris tahta Kusuma" ucap Ryhan yang ingat dengan kata kata ayah nya.
"Marga keluarga mu?" tanya Nana.
.
.
.
.