Dear D

Dear D
Episode 50



"Memang nya hoby mu apa?" tanya Ryhan dan itu membuat senyuman di wajah itu menghilang.


"Jika di tanya hoby, Aku tidak memiliki hoby dan aku suka bermalas malasan" jawab Nana dengan wajah yang tidak bisa di baca.


"Astaga mulia sekali hoby mu" ucap Ryhan dengan menggelengkan kepala nya mendengar hoby wanita nya.


"Em cukup mulia, Toh aku tidak mengganggu orang bukan?" tanya Nana dengan menatap lekat suami nya.


"Em, Tapi kebiasaan bermalas malasan mu itu harus di rumah dengan melakukan kegiatan yang kau sukai" jawab Ryhan.


"Tapi aku tidak tau apa yang aku sukai" ucap Nana.


"Kau suka masak?" tanya Ryhan.


"Aku masak saja setelah kakak pergi meninggalkan ku" jawab Nana sambil menggelengkan kepala nya.


"Berarti itu bukan hoby mu" ucap Ryhan.


"Kau suka bereksperimen?" tanya Ryhan kembali.


"Aku rasa tidak" jawab Nana dengan wajah aneh nya.


"Olahraga?" tanya Ryhan. Nana kembali menggelengkan kepala nya menandakan dia tidak hoby olahraga akibat masalalu kelam saat berolahraga.


Ryhan menatap sekeliling kamar istri nya mencari apa mungkin yang di sukai istri nya itu, Mata nya menyipit melihat sesuatu di dinding dan itu nampak cukup bagus. "Kau pasti suka menggambar bukan?" tanya Ryhan yang mengingat beberapa pekerjaan Nana yang berhubungan dengan menggambar.


"Ah iya, Aku suka menggambar, Tapi gambaran ku tidak ada bagus" jawab Nana.


"Kau bekerja langsung menjadi direktur memang nya?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah nya.


"Tidak" jawab Nana sambil menggelengkan kepala nya.


"Nah jadi harus memulai dari bawah, Tidak langsung saat kau mencoba gambaran mu jadi bagus" ucap Ryhan lagi.


"Ah, Iya paham" ucap Nana mengngguk mengerti.


"Besok saja aku akan menggambar, Aku hari ini sedang malas" potong Nana dan menghempaskan tubuh nya di atas ranjang kamar nya itu. Ryhan bergeser sedikit akibat wanita nya yang berbaring itu dan menatap lekat punggung wanita nya.


"Kau besok sekolah?" tanya Ryhan.


"Em" jawab Nana tanpa menatap Ryhan dan masih baring dengan membelakangi Ryhan.


"Baiklah, Aku akan kembali tinggal di sini bersama mu" jawab Ryhan dan beranjak berdiri dari duduk nya. Nana sama sekali tidak menjawab ataupun menoleh, Dia memejamkan mata nya berusaha untuk tidur akibat tadi malam dia terbangun dan tidak bisa lagi tidur dan saat dia bisa tidur malah di ganggu oleh Anggi yang mengetuk pintu kamar nya.


Dengan sekali pejam wanita itu langsung terlelap sungguh dia mudah sekali untuk tidur dimana pun termasuk tidur duduk jika dia menginginkan tidur. Ryhan membawa baju baju sekolah yang ia ambilkan di dalam lemari dan baju baju itu milik nya dan juga milik istri nya. Ryhan keluar dari kamar itu tanpa memperdulikan Nana yang sudah tertidur atau tidak. Ryhan mendudukkan tubuh nya di atas lantai dan menyalakan televisi dan mencolokkan kabel strika dan mulai menyetrika pakaian nya dan juga istri nya sambil menonton.


Memerlukan waktu satu jam untuk nya selesai menyetrika seluruh pakaian sekolah itu. Ryhan beranjak berdiri dari duduk nya dan merenggangkan otot otot tubuh nya yang kaku akibat duduk terlalu lama. "Lelah sekali" ucap nya dengan menggerakkan tubuhnya ke kanan ke kiri. Ryhan terus menggerakkan tubuh nya dan beberapa kali terdengar letupan dari gerakan nya itu.


Mata lelaki itu teralih ke ruang gudang yang di larang oleh istri nya masuk ke dalam itu saat dia bergerak kesana kemari. "Aku penasaran apa isi kamar itu" guman Ryhan dan berjalan mendekat ke arah gudang itu.


Lelaki itu sontak langsung melangkahkan kaki pelan menuju ke gudang tadi hingga dia sampai tepat di depan nya. Ryhan membuka pelan pintu gudang tapi tidak bisa. "Di kunci" guman nya dan mencari cari kunci sekitar sana tapi dia tidak menemukan nya.


"Tidak ada di sini" ucap nya dan beranjak ke dapur mencari nya di sana tapi dia tetap saja tidak menemukan nya. Dia tidak putus asa dan terus saja mencari keberadaan kunci.


"Ah ini" ucap nya saat menemukan kunci yang berada di gantungan di dapur. Ryhan langsung mengambil nya dan dengan cepat dia keluar kembali ke depan gudang. Dia mencoba kunci kunci yang ada di tangan nya itu tapi sama sekali tidak ada yang berhasil hingga Beberapa menit dia berdiri di sana dan mencoba kunci lain akhirnya bisa terbuka dengan kunci terakhir.


"Akhirnya" ucap nya dengan senyum nya dan langsung masuk ke dalam gudang itu. Ryhan berjalan pelan masuk ke dalam gudang itu dengan tidak lupa melepaskan kunci di depan tadi dan membawa nya ke dalam, Ryhan menutup kembali pintu itu dan mengunci nya dari dalam.


"Ruangan ini cukup bagus dan banyak kain" ucap nya saat memperhatikan keseluruhan gudang yang ia pijaki itu.


Ryhan terus saja memperhatikan sekitar hingga dia menemukan lemari di sana. Kaki nya membawa nya melangkah ke dekat lemari tersebut dan tangan nya langsung membuka nya. Dia kaget saat melihat isi dari lemari itu yang cukup berharga menurut nya saat dia lihat.


"Baju nya bagus bagus sekali" ucap Ryhan saat melihat baju baju yang sangat bagus, Ah bukan baju melainkan gaun. Ryhan mengambil salah satu gaun yang ada di sana, Mata nya membulat saat melihat gaun yang tidak asing di mata nya itu.


"Aku seperti nya pernah melihat gaun ini" guman nya dengan mengingat dimana dia melihat gaun itu.


"Ah iya, Kak Rendi menunjukkan gambarnya kepadaku dan Del" ucap nya yang ingat gaun itu ia lihat dari Rendi.


"Tapi kenapa ini?" guman nya dan menatap sekeliling nya dengan tatapan bingung.