Dear D

Dear D
Episode 121



Nana langsung berlari cepat masuk ke dalam ruang ganti dan berhenti tepat di hadapan meja rias di dalam ruang ganti. "Hahaha menggemaskan sekali wajah nya tadi" ucap Nana dengan tawa nya yang cukup lepas dan untung nya Ryhan tidak mendengar akibat apartemen tersebut kedap suara.


"Seharus nya aku poto tadi, Agar di cetak dan letakkan di kantor" ucap Nana yang kembali tertawa mengingat wajah jelek suami nya yang sangat menggemaskan.


"Sayang" teriak Ryhan dengan mengetuk jendela kamar tersebut.


Nana menatap keluar dan udara nampak tidak bersahabat sore ini. "Lebih baik aku bukakan saja, Kasihan dia" ucap Nana dan langsung keluar dari ruang ganti.


Nana berjalan mendekat ke arah jendela dan nampak senyum bahagia terlukis di wajah suami nya. "Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Nana dengan wajah yang masih saja datar.


"Kau mau membukakan pintu untukku" jawab Ryhan dengan percaya diri nya dan masih saja tersenyum lebar menatap istri nya.


"Siapa juga yang ingin membukakan pintu untuk mu" ucap Nana dengan wajah kesal nya.


"Jadi kau mau apa?" tanya Ryhan.


"Menutup gorden" jawab Nana dan memegang sudut gorden dan menutup nya.


"Baiklah jika kau tidak membukakan nya aku menginap di tempat Fany atau Dira saja" ancam Ryhan dengan berdiri dari duduk nya. Nana yang sedang menutup gorden hingga setengah pun menghentikan tangan nya dan menatap ke suami nya yang juga menatap nya.


"Jika benar tidak aku akan menghubungi salah satu dari mereka yang mau menerima ku menginap di kamar nya" ancam Ryhan kembali dengan mengambil ponsel nya yang sudah mati itu.


Nana yang mendengar itu sontak langsung membukakan jendela kamar tersebut dan mendekat ke arah suami nya. Nana langsung merampas ponsel milik suami nya tersebut dan menyembunyikan nya di belakang dengan dia yang masih mengenakan baju handuk.


Ryhan tersenyum menang, Dia berhasil membuat istri nya membuka jendela kamar tersebut tapi dengan segera dia langsung membuang wajah senang nya tersebut dan menatap datar ke arah istri nya. "Kembalikan ponsel ku" ucap Ryhan dengan wajah datar dan tangan yang meminta ponsel nya.


"Tidak akan" jawab Nana dengan kesal nya.


"Kembalikan" ucap Ryhan dan berusaha mengambil paksa ponsel nya dari tangan istri nya. Nana tidak mau memberikan nya dan mengelak tapi hal tersebut tidaklah membuat Ryhan menyerah dan malah bertambah semangat hendak mengambil ponsel nya dari tangan istri nya.


Hingga akhir nya Ryhan mendapatkan kedua tangan istri nya dan langsung di letakkan nya ke belakang tubuh istri nya tersebut layak nya istirahat di tempat. Ryhan mengambil ponsel nya dari tangan istri nya dengan tangan yang masih saja membuat tangan istri nya terbelit di belakang. "A-ah Ryhan sakit, Lepaskan" ucap Nana yang kesakitan akan suami nya yang mengunci tangan nya di belakang.


Ryhan tidak menjawab nya dan membawa istri nya masuk ke dalam kamar. Dia langsung membaringkan tubuh wanita nya tersebut dan langsung di himpit nya dengan tubuh Nana yang masih menelungkup dan salah satu tangan nya yang masih di pegang oleh Ryhan.


Ryhan mengunci kedua kaki istri nya menggunakan kaki nya dan membalikkan tubuh nya begitupun dengan tangan istri nya yang di pindahkan hingga ke atas kepala istri nya tersebut dengan satu tangan yang masih menggenggam erat kedua tangan mungil itu. "Ryhan lepaskan" ucap Nana yang memberontak meminta di lepaskan oleh suami nya tersebut.


Ryhan mendekatkan wajah nya ke wajah istri nya. "Berjanjilah kepada ku agar tidak terlalu dekat dengan pegawai lelaki kantor, Siapapun itu kecuali aku" bisik Ryhan tepat di leher istri nya. Bau wangi yang keluar dari tubuh wanita nya sangat tercium oleh nya apa lagi istri nya baru saja selesai mandi.


"Hey kau jangan macam macam" ketus Nana yang menggerakkan tubuh nya meronta ronta agar terlepas dan suami nya tidak berbuat macam macam kepada nya.


"Berjanjilah dahulu atau aku akan...." ucap Ryhan yang terpotong dengan lidah nya yang sudah menjalar ke leher istri nya.


"Ryhan lepaskan" teriak Nana yang kembali memberontak dengan kaki yang menendang ke depan dan tangan yang berusaha lepas dari tangan suami nya.


"Ryhan mohon lepaskan aku" ucap Nana yang memelas berharap suami nya melepaskan nya.


"Berikan aku jawaban dan alasan kenapa aku harus melepaskan mu, Jika tidak aku akan menjadikan mu makan malam malam hari ini" ucap Ryhan dengan tersenyum manis menatap istri kecil nya tersebut.


"Aku baru saja selesai mandi, Kau tega melihatku mandi lagi dan terus berada di air akibat ulah mu? Tidak bukan? Jadi lepaskan aku" ucap Nana dengan mengeluarkan wajah menjijikkan bagi nya tapi gemas bagi suami nya.


"Hanya itu?" tanya Ryhan dengan kembali meletakkan lidah nya di leher istri tersebut.


"Em" Nana menganggukkan kepala nya dengan tersenyum dan memelas berharap agar suami nya melepaskan nya.


"Jika hanya masalah itu aku bisa menemani mu, Kita kedinginan dan menyentuh air setiap hati bersama tidak masalah" balas Ryhan dengan menempelkan bekas ciuman di leher istri nya tanpa di ketahui oleh sang pemilik leher.


"Tapi jika kau ingin lolos malam ini, Kau harus berjanji dahulu untuk tidak terlalu dekat dengan karyawan lelaki di kantor kecuali aku, Bagaimana? Apa kau setuju?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah istri nya yang nampak memasang wajah kesal itu.


"Jika setuju akan aku lepaskan, Jika tidak akan aku pecat kau" ancam Ryhan yang langsung memasang wajah datar nya. Dia tidak suka akan istri nya tadi yang nampak mengobrol akrab dengan Ten apa lagi Ten cukup tampan dan laris di kalangan wanita di kantor nya.


"Iya aku berjanji" jawab Nana dengan kesal nya dan membuang pandang nya dari suami nya. Dia harus menyetujui hal itu dari pada dia mandi kembali akibat ulah lelaki nya tersebut.


"Jika membunuh jiwa suka mengatur mu" sambung Nana dengan nada pelan akibat kesal nya kepada suami nya.


"Sayang kau mengatakan apa? Kau ingin membunuhku?" tanya Ryhan dengan mengusap rambut istri nya dengan lembut.


"Tidak" jawab Nana dengan wajah datar dan kesal nya.


"Jikapun iya jangan harap karna aku akan membunuhmu terlebih dahulu dengan cinta ku" balas Ryhan dan langsung tertawa saat mendengarkan gombalan nya sendiri.


"Iih" ucap Nana yang nampak jijik dengan gombalan murahan suami nya tersebut.


"Berjanji sungguh sungguh kepada ku" ucap Ryhan yang langsung memasang wajah datar dan serius nya menatap istri nya tersebut.


.


.


.


.


.


.