Dear D

Dear D
Episode 89



"Ah baiklah papa mengerti, Nanti pulang bawakan cucu untuk papa" ledek Andra dengan tertawa renyah di sebrang telpon.


"Papa" ucap Ryhan yang kesal.


"Kau memarahi ku?" tanya Nana yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Ryhan langsung menoleh ke arah suara dan terlihat istri nya sudah keluar dari kamar mandi. "Akan aku matikan" ucap Ryhan dan langsung mematikan telpon nya dan beranjak berdiri dari duduk nya.


"Hey jawab, Kau memarahi ku? Kau tidak ikhlas mengajakku liburan?" ketus Nana dengan wajah kesal nya.


"Siapa juga yang memarahi mu, Aku tadi menelpon papa meminta izin untuk pergi" jawab Ryhan.


Nana terdiam saat mendengar jawaban suami nya. "Papa mu pasti tidak mengizinkan nya bukan? Ah sudahlah aku tidak akan pergi, Aku akan melanjutkan tidur ku saja sepanjang liburan" jawab Nana dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas ranjang. Wajah yang awal nya ceria dan segar langsung melemah dan bersedih akibat mendengar ucapan Ryhan tadi.


"Hey cepatlah bersiap, Papa mengizinkan nya kau saja yang terlalu negatif thinking" jawab Ryhan.


"Jadi kenapa kau marah kepada om Andra tadi?" tanya Nana dengan menatap lelaki itu.


Ryhan terdiam dia tidak mungkin bukan berbohong akan permintaan ayah nya tadi tapi dia juga tidak mungkin mengatakan nya. "Hey aku ini bertanya" ucap Nana dengan menendang pelan lelaki itu hingga menyadarkan nya.


Ryhan masih belum menjawab nya dan malah menatap tajam ke arah istri nya. "Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku memerlukan jawaban bukan tatapan maut itu" ketus Nana.


Ryhan mendekatkan wajah nya ke wajah istri nya, Melihat penampilan yang sedari tadi di tampakkan oleh wanita nya. "Kau benar benar menginginkan jawaban?" tanya Ryhan. Nafas lelaki itu sangat terasa di hidung Nana membuat wanita iti takut.


"I-iya" jawab Nana yang gelagapan.


"Nanti malam saat sudah berada di vila aku akan memberitahu apa yang di katakan papa, Kau bersiap lah aku akan mandi dulu" jawab Ryhan dan langsung berlalu dari sana.


"Shit" umpat wanita itu sedikit kesal dan memilih untuk berlalu dari sana, Dia masuk ke dalam ruang ganti dan membuka lemari pakaian nya dan juga Ryhan.


"Di mana bajuku yang lain?" ucap Nana saat tidak menemukan baju nya di dalam lemari.


"Kenapa kau belum bersiap?" tanya Ryhan yang baru saja masuk ke dalam ruang ganti dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Baju untuk di kenakan tidak ada" jawab Nana yang langsung menjongkokkan tubuh nya. Dia mencari baju nya di lemari bagian bawah tapi tidak menemukan nya juga. Ryhan membuka pintu lemari yang masih tertutup dan mengambil baju yang sudah di siapkan oleh nya untuk nya dan juga istri nya.


"Ini baju milik mu" ucap Ryhan dengan menyodorkan baju tersebut. Nana mendongakkan kepala nya dan melihat baju yang di sodorkan oleh suami nya.


"Seperti tidak ada baju lain saja di dalam lemari ini kecuali baju harian mu" ucap Ryhan kembali dengan wajah datar nya dan langsung berlalu keluar dari ruang ganti. Dia memilih mengganti pakaian nya di kamar utama dan meninggalkan istri nya sendiri.


"Tapi baju mu masih banyak yang lain" jawab Ryhan dengan nada datar tapi sedikit berteriak.


"Itu semua gaun dan dres untuk bepergian kau tidak memiliki mata untuk melihat hah?" teriak Nana.


"Kita kan memang ingin bepergian" teriak balik Ryhan yang tidak mau mengalah.


"Shit tumben sekali dia mau berdebat dengan ku" umpat nya kesal dan langsung mengenakan baju yang di berikan oleh suami nya tanpa melihat baju seperti apa.


"Tapi jika aku mengenakan dres seperti ini tidak terlalu buruk" ucap Nana dengan tersenyum melihat diri nya yang nampak cantik di hadapan kaca.


"Kau sudah selesai?" tanya Ryhan dan masuk ke dalam ruang ganti. Nana langsung membalikkan tubuh nya dan menatap Ryhan. Mata Ryhan langsung menatap sempurna dengan tatapan kagum akan kecantikan istri nya yang sudah menggunakan bedak dan sedikit lipstik.


Nana nampak bingung akan Ryhan yang malah diam dan tidak kembali bertanya ataupun berbicara tapi pikiran nya langsung sadar kenapa suami nya diam dan menatap nya dengan tatapan itu. Dia langsung tersenyum dan berjalan mendekat ke arah lelaki nya tersebut. "Aku cantik ya hingga kau menatap ku seperti itu?" tanya Nana dengan percaya diri nya dan tersenyum kepada suami nya.


Ryhan langsung tersadar akan lamunan nya dan menatap istri nya kembali seperti biasa. "Biasa saja" jawab Ryhan dan berjalan melewati istri nya. Dia langsung menyeret koper yang berisi baju nya dan juga baju istri nya dan kembali keluar dan melewati istri nya.


"Kau yakin aku berpenampilan biasa saja?" tanya Nana. Ryhan menghentikan langkah kaki nya dan menatap datar ke arah istri nya.


Mata lelaki itu teralih kepada bibir yang nampak memerah itu dan setelah itu menatap pemilik bibir. Lelaki itu langsung mencium bibir wanita nya dan terus saja mencium nya. "Em" Nana memberontak meminta di lepaskan dengan tangan yang berusaha menjauhkan tubuh Ryhan dari tubuh nya. Ryhan belum selesai dan terus saja hingga Nana mengigit kasar bibir nya baru dia melepaskan nya.


"Seperti ini baru cantik" ucap Ryhan dengan tersenyum jahil saat melihat lipstik istri nya sudah hilang. Nana mengangkat tangan nya yang memegang ponsel dan di lihat nya bibir nya sudah kembali seperti semula tanpa polesan lipstik sedikitpun.


"Kau ini" ketus Nana akibat Ryhan yang ******* bibir nya hingga lipstik nya hilang.


"Kenapa?" tanya Ryhan.


"Kau..."


"Ayo nanti kita tertinggal pesawat" potong Ryhan dan menarik tangan wanita nya dan menghentikan amarah wanita nya meskipun sekejap. Nana tidak menjawab nya dan hanya memasang wajah kesal nya dengan Ryhan yang menyeret nya beserta koper dan memasuki lift.


Ting


Lift terbuka kedua nya langsung keluar dan berjalan keluar dari apartemen. Ryhan menghentikan taxi dan masuk ke dalam nya begitupun koper yang di bantu oleh pak sopir memasukkan nya ke dalam bagasi sedangkan Nana terus saja bergandengan tangan dengan Ryhan sedari tadi.


"Ke bandara xxxx pak" ucap Ryhan kepada pak sopir.


"Baik" jawab sopir. Sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke bandara yang di katakan oleh Ryhan. Nana membuang pandang nya dan menatap jalanan sepanjang perjalanan tanpa mengeluarkan suara ataupun menatap Ryhan sedari tadi.