Dear D

Dear D
Episode 31



"Aisya" teriak salah satu lelaki dan langsung meraih tangan wanita itu dan menarik nya hingga Aisya terjatuh di atas tubuh lelaki itu. Nana menoleh ke samping dan melihat Aisya sudah selamat dan senyum nya mengembang melihat itu.


Nana menatap ke depan dan melihat pandangan nya gelap dan sedikit buram, Nana menutup mata nya dan kembali membuka supaya penglihatan nya kembali sempurna tapi sama sekali tidak berpengaruh sedikit pun, Kepala pusing dan tatapan yang buram, Tangan wanita itu nampak memegang kepala nya dan sedari tadi mencoba seimbang tapi hasil nya tidak ada, Nana langsung tak sadarkan diri.


Wanita itu hampir saja terjun dari atas gedung yang memiliki puluhan lantai itu ke bawah tapi untung nya Ryhan datang tepat waktu dan langsung menangkap tubuh wanita itu. Ryhan sedikit menarik tubuh wanita itu dan terjatuh sedikit jauh dari sana sedangkan Nana sudah tidak sadarkan diri di pelukan suami nya itu. "Del" ucap Ryhan dengan nafas ngos ngosan.


"Na" ucap Qori yang baru saja sampai dengan nafas yang tak kalah ngos ngosan dari Ryhan. Weny dan Yura tidak berani ke atas dan menunggu di dekat pintu menuju ke atas. Ryhan tidak memperdulikan siapapun dan langsung menggendong wanita nya itu menuju ke bawah, Saat dalam perjalanan seluruh mata memperhatikan nya dan banyak juga yang mengatai Nana ada yang suka ada yang kasihan dan ada juga yang benci akan hal itu sedangkan guru yang menyusul ke atas mengikuti Ryhan yang menggendong Nana itu. Sesampai di bawah Ryhan langsung memasukkan wanita nya itu ke dalam ambulance yang memang sudah di panggil dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam ambulance itu. Ambulance itu pun melajukan dengan kecepatan tinggi dan keluar dari pekarangan sekolah itu. Sedangkan Weny, Yura dan juga Qori menaiki mobil mengikuti kemana pergi nya ambulance yang membawa Nana itu.


"Del bangunlah" ucap Ryhan dengan menggenggam tangan wanita nya yang tidak sadarkan diri itu. Perawat yang ada di samping Nana langsung memberikan oksigen kepada Nana supaya Nana bisa di bantu pernafasan dengan oksigen.


"Cepatlah" teriak Ryhan kepada sopir yang mengemudi ambulance itu. Ambulance itu kembali melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya sampai di rumah sakit, Saat sampai para perawat yang ada di dalam ambulance itu langsung mendorong roling yang berisikan Nana masuk ke dalam rumah sakit itu dan masuk ke dalam salah satu ruangan.


"Tuan anda boleh menunggu di luar" ucap dokter kepada Ryhan anak sang pemilik rumah sakit. Ryhan tidak menjawab nya dan menghentikan langkah kaki nya di depan ruangan itu dan dokter pun langsung memeriksa Nana.


"Bagaimana keadaan Nana?" tanya Yura yang baru saja sampai di rumah sakit bersama Weny dan juga Qori. Ryhan tidak menjawab pertanyaan wanita itu dan dia mondar mandir di depan ruangan itu menunggu keluar nya dokter, Kehawatiran akan Nana nampak sangat jelas di wajah Ryhan dan ketiga orang itu.


"Bagaimana keadaan Nana nak?" tanya pak Asmawi yang baru saja sampai dan itu juga menjadi tanggung jawab nya karna Nana anak kelas nya.


"Belum ada yang tau pak" jawab Weny sedangkan Ryhan sedari tadi mencoba melihat ke dalam ruangan itu tapi tidak bisa.


"Tuan nona Delina masuk rumah sakit D, Rumah sakit keluarga anda" isi pesan yang di kirimkan oleh Opia kepada Andra. Andra yang mendapat notif dari ponsel nya pun langsung membuka ponsel nya dan dia melihat pesan dari Opia.


"Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" balas Andra.


"Tadi saya lihat nona naik ke atas gedung sekolah untuk menyelamatkan teman nya tapi nona takut akan ketinggian dan dia tidak sadarkan diri saat teman perempuan nya itu dapat di gapai oleh teman lelaki dan untung nya tadi tuan Ryhan segera datang dan menangkap nona Delina jika tidak kemungkinan besar nona Delina akan jatuh ke bawah" jelas Opia melalui pesan nya. Andra membaca dengan jelas pesan itu dan dia ingat akan Nana yang takut akan ketinggian karna pernah di ajak naik ke atas pohon oleh Ryhan dan tidak bisa turun.


"Perintahkan dokter untuk menyembuhkan nya" perintah Andra.


"Anak itu sudah tau takut akan ketinggian masih saja ingin naik ke atas gedung" guman Andra dengan menggelengkan kepala mengingat Nana yang hampir kehilangan nyawa karna menolong orang.


"Siapa saja yang ada di rumah skit?' guman Andra lagi yang ingin menjenguk Nana.


"Langsung aku jenguk saja" ucap nya kembali dan langsung beranjak berdiri dari duduk nya dan langsung keluar dari ruangan nya itu.


"Papa mau kemana?" tanya Kevin kepada ayah nya yang baru saja keluar dari ruangan.


"Papa ada urusan di luar sebentar, Kau jaga perusahaan" jawab Andra dan langsung berlalu dari sana dan memasuki lift. Setelah lift membawa dia turun dia langsung keluar dari lift itu dan masuk ke dalam mobil.


"Ke rumah sakit D" perintah Andra kepada sopir. Sopir mengangguk mengiyakan nya dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.


"Mah papa pergi ke rumah sakit" isi pesan yang di kirimkan oleh Kevin kepada ibu nya. Kevin sudah memasang perekam suara di dalam mobil ayah nya karna perintah ibu nya.


"Apa yang d lakukan papa ke rumah sakit?" guman Merri saat melihat isi pesan dari anak nya itu.


"Aku harus menyusul nya" guman Merri dan langsung mengendarai mobil sendiri menuju ke rumah sakit keluarga nya.


Beberapa menit akhirnya Andra sampai di rumah sakit, Dia langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit itu. "Di sini ruangan nona tuan" ucap Opia mempersilahkan Andra untuk masuk ke dalam rumah sakit itu,Andra tidak menjawab ucapan lelaki itu dan berjalan masuk menuju ke ruangan Nana.


"Ryhan" ucap Andra dan itu membuat seluruh orang yang ada di depan ruangan Nana menoleh ke arah nya begitupun dengan Ryhan.


"Papa?" ucap Ryhan dengan nada pelan nya saat melihat ayah nya ada di belakang nya. Andra tersenyum menatap anak nya itu dan mendekat ke arah anak nya itu sedangkan Ryhan masih menatap bingung kenapa ayah nya bisa datang ke rumah sakit.