
"Hey ini akan robek jika kau kasar seperti itu" ketus Ryhan.
"Biarkan saja" jawab Nana dan menambahkan membuka buku kasar.
"Terserah kau saja" ketus Ryhan dan membalikkan tubuh nya untuk belajar tanpa gangguan wanita nya.
"Shit" Nana nampak kesal dan langsung menutup buku itu dengan kasar. Ryhan menatap nya saat dia menatap kembali Ryhan langsung mengalihkan pandang nya.
"Bagaimana bisa kau baru bekerja sudah mendapatkan mobil?" tanya Nana saat melihat mobil yang terparkir di depan rumah nya.
"Sudah aku jawab tadi, Itu adalah fasilitas kantor" jawab Ryhan tanpa menatap wanita itu dan malah pokus ke pelajaran nya atau buku nya.
"Memang nya kau mendapatkan pekerjaan di bagian apa dengan umur mu yang masih kecil dan sekolah mu belum selesai?" tanya Nana.
"Karyawan biasa" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.
"Hah? Karyawan biasa? Bagaimana bisa karyawan biasa dengan sekolah yang belum selesai seperti mu mendapatkan fasilitas dari kantor? Setau ku jika bekerja di kantor mendapatkan fasilitas kantor dengan jabatan manager, Bagian keuangan dan karyawan yang sudah level tinggi sedangkan kau masih karyawan biasa dengan sekolah yang belum selesai sudah mendapatkan fasilitas kantor, Seharus nya orang yang belum selesai sekolah seperti mu mendapatkan kerja jadi OB" jelas Nana dengan wajah kebingungan nya dan pengetahuan nya.
Ryhan terdiam saat mendengar ocaehan itu dan menatap lekat wajah wanita nya. "Ucapan nya ada benar nya juga, Tidak seharus nya bukan karyawan biasa mendapatkan fasilitas di tambah pengetahuan ku yang belum terlalu luas, Apa dia curiga jika aku bekerja di perusahaan papa?" guman lelaki itu dengan wajah kebingungan nya.
"Hey jawab, Apa jangan jangan kau maling ya?" tanya Nana dengan wajah datar nya saat tidak mendapatkan jawaban dari suami nya.
"Enak saja kau mengatakan ku maling, Aku benar benar bekerja di kantor dan mobil itu benar benar fasilitas dari kantor" jawab Ryhan yang mencoba meyakinkan nya. Nana belum menjawab dan menatap lekat wajah wanita itu hingga mata nya menyipit. Mencoba melihat raut wajah dengan teliti untuk meyakinkan diri nya sendiri akan ucapan suami nya itu yang di lakukan nya saat ini.
Ryhan nampak memasang wajah tegang. "Tenang, Dia akan tau kau berbohong jika kau tegang seperti ini" guman Ryhan dan kembali memasang wajah datar nya.
"Kau tidak berbohong kepada ku?" tanya Nana.
"Tidak, Aku tidak berbohong" jawab Ryhan akan pertanyaan itu.
"Kapan kau mulai bekerja?" tanya Nana.
"Besok" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.
"Aku ingin ikut untuk memastikan apa benar kau bekerja atau tidak" ucap Nana dan menundukkan kepala nya.
"Shit" umpat Ryhan kesal dengan menatap wanita nya.
"Huaa, Belajar seperti ini membuatku mengantuk, Mana matahari sudah keluar dari tadi" ucap Nana dengan menguap. Ryhan tidak memperdulikan nya dan pokus dengan belajar nya, Nana menatap ke arah lelaki itu dan menatap lekat wajah nya.
"Aku tidak memiliki poto berdua bersama nya saat sudah dewasa" guman Nana dan mengeluarkan ponsel nya. Nana menyalakan ponsel nya dan membuka kamera, Dia membalikkan tubuh nya dan mengarahkan kamera kepada nya dan juga Ryhan. Pose awal dia berpoto biasa saja dengan Ryhan yang menunduk tapi wajah nya sedikit nampak.
Keesokan hari nya.
Kedua insan itu nampak masih tertidur bersama dengan tubuh yang memeluk satu sama lain, Entah memang di sengaja atau tidak tapi kedua nya nampak nyaman. Cahaya matahari menembus masuk ke dalam kamar dan menyinari wajah Ryhan melalui sela sela lobang. Ryhan yang terganggu membuka pelan mata nya dan langsung menatap ke arah wanita nya. Bukan tanpa alasan dia merasa lengan nya berat makanya dia menatap ke samping.
Setelah puas beberapa menit memandangi wajah cantik wanita nya dia menatap ke arah jam. Jam sudah menunjuk pukul tujuh pagi. "Sudah jam tujuh, Ini hari pertama ku bekerja" ucap nya dengan nada serak dan menatap sekeliling.
"Del" Ryhan mengusap pipi wanita itu.
"Em" Nana mempererat pelukan nya dan kembali memejamkan mata nya.
"Hey ini sudah pagi, Aku harus bekerja" ucap Ryhan yang kembali mencoba membangunkan wanita nya yang tertidur itu. Nana membuka pelan mata nya dan menatap ke depan bukan menatap ke arah Ryhan.
"Bangun" Ryhan kembali mengusap kepala wanita itu. Nana langsung mendongakkan kepala nya dan dia langsung melihat Ryhan. Setelah itu dia melihat tangan nya yang terasa memeluk sesuatu dan yang di peluk nya adalah tubuh Ryhan.
Wanita itu sontak langsung duduk dari baring nya. "Shit" umpat wanita itu kesal akan diri nya sendiri yang tidur memeluk Ryhan. Ryhan yang melihat wanita itu sudah bangun ikut bangun dan mendudukkan tubuh nya di sudut ranjang.
"Aku akan pergi bekerja hari ini, Kau sendiri di rumah tidak apa?" tanya Ryhan dan berdiri dari duduk nya. Nana menatap ke arah lelaki itu dengan tatapan datar nya.
"Aku kan sudah bilang jika aku ikut kau bekerja hari ini" jawab Nana dan ikut berdiri dari duduk nya.
"Untuk apa kau ikut?" tanya Ryhan dengan wajah bingung nya.
"Memastikan jika kau benar benar bekerja di perusahaan sebagai karyawan dan mobil di depan itu adalah fasilitas kantor" jawab Nana dan mengambil handuk nya dan langsung berlalu dari sana.
Ryhan nampak kebingungan akan itu bagaimana cara nya dia akan memberitahu kepada istri nya tentang mobil yang di minta nya dari ayah nya?. "Apa aku menelpon papa untuk menyuruh nya mengatakan nanti jika Nana bertanya jika mobil itu memang fasilitas kantor?" guman Ryhan.
"Tidak mungkin dia bertemu dengan papa bukan? Dia kan mengenal papa tapi dia tidak tau siapa papa" guman lelaki itu kembali.
"Kenapa kau masih termenung di sana?" tanya Nana dengan wajah datar nya.
Ryhan langsung menatap ke arah suara. "Kenapa kau belum mandi?" tanya Ryhan.
"Aku tidak jadi ikut, Banyak yang harus aku kerjakan hari ini" jawab Nana dan meletakkan kembali handuk nya di tempat.
"Huh, Syukurlah" guman Ryhan yang lega akan wanita nya yang mengundurkan diri sendiri tanpa harus di bujuk.
Nana kembali menatap Ryhan yang nampak diam. "Sudah sana pergi mandi, Nanti kau telat" ucap Nana dengan nada meninggi.