Dear D

Dear D
Episode 72



Ryhan kembali tersenyum saat melihat anggukan itu meskipun tadi sempat bersembunyi dia langsung menongol kembali saat mendengar suara istri nya dan bisa mendengar sekaligus melihat anggukan dari wanita nya. "Ehem" Ryhan berusaha kembali seperti semula dan kembali memasang wajah datar nya dan langsung keluar dari kamar.


"Kalian masih memarahi nya?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


Weny, Yura dan juga Nana menoleh ke arah suara, Nana yang takut jika Ryhan emosi langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah Ryhan. "Kau kenapa malah keluar?" tanya Nana dengan nada rendah sedangkan kedua sahabat nya hanya menatap mereka berdua.


"Kenapa? Kau marah aku ikut campur urusan mu yang memang menjadi urusan ku juga?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya. Nana nampak takut akan tatapan lelaki itu tapi dia berusa abaik baik saja dengan memasang wajah biasa saja bukan takut.


"Kau mau menyuruh ku untuk masuk kembali supaya mereka seenak nya saja membentak mu dan berbicara tidak layak kepada mu? Apa kau sebodoh itu hingga kau mau di perlakukan seperti itu oleh teman mu ini?" tanya Ryhan dengan wajah marah nya dan membuat Nana kembali ketakutan akan lelaki nya.


"Baru pertama kali aku melihat nya marah" guman Nana dan menarik nafas panjang dan setelah itu kembali menciba tenang dan menenangkan suami nya.


"Mereka tidak membentakku, Aku hanya menjelaskan kenapa aku dan kau menikah hanya itu" jawab Nana akan ucapan Ryhan yang belum di jawab oleh nya.


"Tidak cukup penjelasan ku kemarin? Apa kalian tidak percaya akan penjelasan ku?" tanya Ryhan dengan menatap datar ke arah Weny dan juga Yura.


"Ka.."


Mata Weny membulat, Ucapan nya terhenti, Mulut nya menganga kaget begitupun dengan Yura, Pemandangan yang seharus nya tidak di lihat oleh kedua nya sekarang terlihat jelas dan nyata. Ryhan mencium bibir Nana dan ******* nya dan menikmati perbuatan nya. "Dia juga sudah menjadi istri ku" guman Ryhan dan terus saja ******* bibir manis itu.


"Em" Nana memukul bahu dan pinggang lelaki itu dan berusaha untuk lepas dari nya tapi tidak bisa, Ryhan terus saja ******* bibir nya. Nana yang geram langsung menggigit bibir itu hingga terlepas dari bibir nya.


"Ah" Ryhan memegang bibir nya yang cukup sakit.


"Kau tidak melihat ada orang? Kau masih bisa berpikir waras?" bentak Nana.


"Kami tidak melihat apa apa" ucap Weny dan Yura dengan melindungi wajah mereka menggunakan tas.


"Itu untuk membuktikan jika kau memang istri ku" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan langsung berlalu ke ruang utama yang hanya beberapa langkah dari dapur dan setelah itu dia langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di ruang utama itu.


"Kau sudah gila hah?" bentak Nana.


"Wah kau benar benar sudah menikah dan dia berani mencium mu di hadapan kami padahal Ryhan kan terkenal datar dan anti wanita" ucap Yura dengan nada meledek nya dengan tersenyum menatap Nana. Nana langsung menatap ke arah kedua nya dengan tatapan datar nya dan langsung mendudukkan tubuh nya kembali di hadapan kedua sahabat nya.


"Bagaimana rasa nya ciuman Na?" tanya Weny yang ikut meledek sahabat nya.


Nana menatap tajam dengan wajah kesal nya dan sedikit malu. "Kalian pagi pagi seperti ini ke rumah ku ada apa? Mana tidak mengenakan baju sekolah" ucap Nana yang masih ingat akan sekolah.


"Kau tidak tau? Kelas akhir di liburkan karna sebentar lagi ujian jadi di berikan waktu cuti untuk refreshing satu minggu" jawab Yura akan pertanyaan Nana.


"Bukan refreshing tetapi belajar" jawab Weny akan jawaban Yura.


"Oh baiklah, Kalian hanya ingin memberitahu hal itu?" tanya Nana dengan wajah bingung nya. Yura dan Weny mengangguk mengiyakan nya.


"Kenapa tidak melalui ponsel saja?" tanya Nana.


"Shit mentang mentang sudah ada yang menemani dan sudah menikah kau tidak mau di ganggu" ucap Weny dengan wajah kesal nya menatap Nana.


"Kami berniat ingin mengajakmu pergi jalan jalan" Ucap Yura.


"Jalan jalan? Kemanan" tanya Nana.


"Di bali atau di lombok" jawab Yura akan pertanyaan itu.


"Tidak boleh, Guru memberikan libur untuk belajar bukan untuk liburan, Aku tidak mengizinkan Del pergi" jawab Ryhan yang langsung menyambar saat mendengar perkataan itu. Nana dan yang lainnya menoleh ke arah nya dan nampak lelaki itu tidak menampakkan wajah nya.


"Aku juga tidak minta izin dengan mu" ucap Nana.


"Aku suami mu dan sudah sewajibnya jika kau pergi kemana mana dengan izin ku dn aku tidak mengizinkan mu untuk pergi dalam minggu ini karna kau harus belajar" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan masih belum membalikkan tubuh.


"Tapi Ryhan jika kau mau kau juga boleh ikut nanti Qori dan juga Terie juga akan ikut bersama" ucap Yura.


"Tidak, Belajar untuk ujian akhir lebih penting dari pada liburan aku juga bisa membawa mu nanti liburan kemana pun kau mau saat sudah selesai ujian" ucap Ryhan dengan menatap istri nya yang menatap nya dengan wajah kesal.


"Tapi..."


"Sudah aku katakan TIDAK" Ryhan menegaskan kata kata tidak kepada wanita nya dan setelah itu langsung berlalu masuk kembali ke dalam kamar nya.


"Shit kalian lihat? Dia selalu mengaturku" teriak Nana dengan kesal nya.


"Tapi ucapan Ryhan ada benar nya, Kita harus belajar untuk ujian akhir" ucap Weny.


"Tapi Wen..."


"Hanya tiga hari kita ujian setelah itu selesai dan saat selesai kita langsung berangkat liburan" potong Weny akan Yura yang hendak membantah.


"Baiklah, Aku ikut saja" jawab Yura.


Nana menatap kedua sahabat nya dan kedua sahabat nya juga menatap ke arah nya. "Baiklah, Aku juga ikut kalian saja" Nana pasrah akan itu dan memilih mengiyakan nya.


"Baiklah, Satu minggu ini kita tidak bertemu karna akan pokus ke pelajaran, Nanti bertemu lagi saat di sekolah" ucap Weny dan berdiri dari duduk nya.


"Loh kok gitu?" Yura dan Nana yang kaget sontak berbicara serempak.


"Kan harus belajar, Yaudah Na kita pulang" ucap Weny.


"Ayo Yura" Weny menarik tangan Yura dan langsung berlalu dari sana. Nana mengikuti nya dari belakang untuk melepaskan kedua sahabat nya selama satu minggu.


"Hati hati" ucap Nana dan memeluk kedua teman nya tanpa sadar akan ada sebuah mobil terparkir di depan rumah nya.


"Iya sampai ketemu minggu depan" ucap Weny dengan tersenyum lebar begitupun dengan Yura.


"Eh bentar ini mobil siapa?" tanya Nana yang baru saja sadar akan kehadiran mobil di depan rumah nya.