
"Ini pak" ucap pelayan dengan menyodorkan kartu milik Ryhan.Ryhan menerima nya dan meraih tangan wanita nya.
"Ayo" ajak Ryhan dan berjalan keluar dari tampat makan itu menyusul para teman teman mereka.
"Kalian berdua dari mana?" tanya Yura.
"Membayar makanan tadi" jawab Nana.
"Ayo main" ajak Weny yang sedari tadi tersenyum menatap pemandangan dan menarik kedua sahabat nya dan bermain bersama. Bermain pasir layaknya anak anak dan bermain air seperti bocah membuat ketiga wanita itu melepaskan selepas lepasnya tawa mereka yang sempat hilang beberapa saat.
Tawa yang lepas dari wajah Nana sangat terlihat hingga hal tersebut membuat Ryhan tersenyum. Qori menatap ke arah Ryhan dan nampak lelaki itu tersenyum sendiri dengan pandangan mata ke depan hingga hal tersebut membuat Qori ikut menatap ke depan dan ternyata Ryhan sedang tersenyum melihat Yura, Weny dan juga Nana pikirnya padahal Ryhan tersenyum hanya karna melihat istri nya. "Aku pikir dia tersenyum karna melihat Nana" gumn Qori.
Hacihh
Ryhan sontak langsung berdiri dari duduk nya di tepi pantai dan menarik handuk yang ada di sana dan langsung berlari menyusul istri nya. Nana yang baru saja bersin satu kali langsung mendapatkan gulungan handuk dari Ryhan.hingga hal tersebut membuat nya menatap ke arah Ryhan. "Kenapa kau menyelimutiku dengan handuk?" tanya Nana dengan polos nya.
"Bukan menyelimuti bodoh, Kau itu kedinginan ayo kembali" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dengan melangkahkan kaki perlahan naik ke permukaan begitupun dengan Nana yang tanpa sadar ikut melangkahkan kaki nya.
"Tapi aku masih ingin bermain" ucap Nana dan menghentikan langkah kaki nya.
"Kau itu kedinginan, Kau juga sudah bersin itu menandakan kau sakit" jawab Ryhan yang memasang wajah datar nya menatap istri nya.
"Iya Na bener kata Ryhan, Kalian pulang saja ke tempat kalian, Eh bentar kalian tinggal dimana?" tanya Yura yang awal nya hendak berbicara mengenai Nana yang harus kembali ke tempat tapi teringat akan dia dan teman teman nya tidak tau Nana tinggal di mana.
"Di..."
"Hotel" potong Ryhan dengan tangan yang menarik tangan istri nya yang hendak menunjuk ke vila tempat mereka menginap.
"A... Ah iya aku baru ingat" balas Yura yang ingat jika kedua nya sudah menikah.
"Kenapa?" tanya Qori dan Terie yang baru menyusul mendekat keempat manusia tersebut.
"Yasudah kami akan kembali, Kalian juga harus istirahat, Bukannya kalian juga baru sampai?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.
"Hem" jawab Weny dengan wajah malas nya.
"Kembali ke pinganapan kalian dan istirahat, Besok baru kembali berlibur lagi, Ayo" ucap Ryhan dengan mengajak istri nya berlalu dari sana dengan tangan yang merangkul tubuh nya.
"Mereka berdua nampak akrab, Mereka juga satu arah, Apa mereka memiliki hubungan spesial?" tanya Qori dengan menatap ke arah Yura dan juga Weny. Yura dan Weny yang di tatap dan di lontarkan pertanyaan seperti itu langsung menatap satu sama lain dengan tatapan bingung hingga membuat Qori kebingungan.
"Ayo kembali, Aku juga cukup lelah dengan perjalanan hari ini" ajak Weny yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kau tidak sakitkan?" tanya Ryhan dengan menempelkan tangan nya di dahi istri nya dan setelah itu di dahi nya untuk menyesuaikan suhu tubuh nya dan juga istri nya.
"Tidak" jawab Nana dengan santai nya tanpa kecanggungan sedikitpun.
Nana menghentikan langkah kaki nya saat berada tepat di hadapan penjual eskrim. "Kenapa berhenti?" tanya Ryhan saat langkah kaki istri nya terhenti.
"Aku mau eskrim" jawab Nana dengan wajah polos nya memelas agar di belikan eskrim. Ryhan menatap ke depan dan benar saja ada penjual eskrim di hadapan nya.
"Belikan ya" ucap Nana dengan memegang kaos yang di kenakan suami nya dan menggoyangkan nya sedikit.
"Kau itu sakit jadi tidak boleh memakan eskrim, Ayo pulang" ajak Ryhan kembali dengan menarik tangan istri nya.
"Baiklah" jawab Nana yang pasrah.
"Jadi istri yang penurut seperti inikan bagus" balas Ryhan dengan tersenyum lebar menatap istri nya dan kembali melangkahkan kaki nya masuk ke area vila.
Kedua nya masuk ke dalam kamar mereka dengan masing masing mengganti baju dengan Nana di dalam kamar mandi dan Ryhan di hadapan ranjang saja tanpa membersihkan tubuh nya.
Ckleek
Nana keluar dari kamar mandi dan terlihat Ryhan sudah berbaring di atas ranjang tapi Nana tidak memperdulikan hal tersebut dan meletakkan baju kotor nya ke tempat seharus nya. Setelah meletakkan baju kotor nya tanpa bersapa dengan suami nya Nana mendudukkan tubuh nya di samping suami nya dengan membawa remot televisi.
"Acara apa saja yang ada di sini" ucap Nana dan langsung memencet salah satu tombol penghidup televisi di remot.
"Istirahatlah sekarang, Nanti malam kau harus menemaniku" ucap Ryhan saat sedari tadi memerhatikan gerak gerik istri nya tanpa di ketahui istri nya.
"M-menemanimu? Kemana?" tanya Nana yang cukup takut jika suami nya melakukan hal yang sama seperti tadi malam.
Ryhan mendekat, Di angkat nya tangan istri nya dan berbaring di atas paha kecil istri nya sedangkan tangan mungil tadi di letakkan nya di atas wajah nya. "Nanti malam kau akan tau" jawab Ryhan dan memejamkan mata nya dengan satu tangan yang memegang tangan istri nya dan satu lagi melingkar di pinggang istri nya.
"Kenapa dia? Tidak pernah dia bermanja seperti ini dengan ku" guman Nana saat Ryhan mengusapkan wajah nya di perut nya.
"Tangan mu dingin sekali" ucap Ryhan dengan nada sangat pelan membuat Nana kembali menatap nya. Bagaimana tidak dingin saat mendapatkan perlakuan yang sangat jarang di lakukan suami nya, Bukan jarang tapi tidak pernah dan sekarang tiba tiba saja suami nya seperti ini berdekatan dan bermanjaan.
"Tidak apa" jawab Nana dengan tersenyum dan tangan yang mengusap kepala suami nya. Berusaha untuk terlihat baik baik saja dan tidak canggung kepada suami sendiri itu yang di lakukan nya, Berusaha agar terbiasa dengan apa saja yang di lakukan suami nya kepada nya toh mereka juga sudah halal dan tidak apa apa berbuat lebih itu pikirnya saat ini.
Ryhan menatap tajam ke arah istri nya tanpa mengeluarkan sedikitpun senyuman nya. Wajah wanita itu nampak takut dan sedikit memerah saat mendapatkan tatapan tajam dari suami nya. "Kau takut aku berbuat seperti tadi malam lagi?" tanya Ryhan dengan senyuman penggoda nya menatap istri nya.