Dear D

Dear D
Episode 200



"Tidur yang nyenyak bidadari ku" bisik nya kembali dengan senyum yang mengembang dan memeluk tubuh itu dan menyusul bidadari nya menuju ke alam mimpi.


Keesokan pagi nya.


"Ryhan aku hari ini mau ke butik" ucap Nana.


"Sayang kau saat ini tengah hamil bagaimana kau tersenggol atau terdorong oleh pelanggan?" tanya Ryhan.


"Aku bisa berhati hati nanti, Kau tidak perlu hawatir" jawab Nana dengan memelaskan wajah nya berharap di izinkan oleh suami nya tersebut.


Ryhan diam dan menatap tajam istri nya tersebut. "Aku sudah sangat lama tidak ke butik, Aku juga ingin melihat bagaimana para pekerja ku bekerja" ucap Nana yang kembali memelas kepada suami nya tersebut.


"Yasudah ayo sebentar saja" ajak Ryhan dengan menggandeng wanita nya tersebut menuju ke butik di samping rumah nya.


"Tidak berjanji" ucap Nana dengan nada pelan dan masuk ke dalam butik tersebut dengan senyum yang mengembang bersama suami nya.


"Tuan, Nona" sapa para pekerja saat melihat Nana dan Ryhan datang ke butik. Nana hanya membalas sapaan tersebut dengan senyuman sedangkan tidak dengan Ryhan yang hanya memasang wajah datar nya dan kembali melanjutkan langkah kaki nya masuk ke dalam butik.


"Ah benar ini adalah butik milik Nana" ucap Dara saat melihat Nana yang masuk ke dalam butik tersebut bersamaan dengan Ryhan.


"Kau cepat masuk" ucap nya kembali.


"Baik buk" jawab orang itu dan langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju ke butik Nana.


"Selamat datang" ucap pekerja yang menyambut kedatangan pelanggan. Wanita itu hanya membalas dengan senyuman saja dan langsung masuk.


"Mencari apa ibu?" tanya pekerja lain.


"Saya ingin mencari gaun model terbaru dan tidak ada yang mengenakan nya di dunia ini" jawab orang itu.


"Ah model seperti apa yang anda inginkan?" tanya pekerja tadi kembali.


"Sedang mencari apa ibu?" tanya Nana kepada orang tadi.


"Ah nona dia sedang mencari gaun yang tidak pernah di pakai oleh siapapun di dunia ini" jawab pekerja tadi.


"Ah begitu, Mari ikut saya untuk melihat lihat apa desain yang anda sukai" ucap Nana mempersilahkan orang tersebut mengikuti nya ke dalam kantor milik nya.


"Silahkan bu di lihat lihat dahulu, Jika tidak ada yang berminat bisa sebutkan bagaimana keinginan anda dan nanti akan saya buatkan desain nya" ucap Nana dengan menyodorkan buku berisikan seluruh desain baju baju nya yang belum di buat.


Orang tersebut mendudukkan tubuh nya di hadapan Nana dan membuka lembaran demi lembaranbuku tersebut untuk melihat desain nya. "Ini sudah bisa" ucap Dara dan langsung memotret desain tersebut.


"Sudah selesai" ucap nya kembali.


"Desain nya cukup bagus semua nya namun saya tidak terlalu berminat dengan desain seperti ini" ucap orang tersebut dan menutup buku tersebut dengan tersenyum menatap Nana.


"Boleh anda jelaskan bagiamana desain keinginan anda?" tanya Nana kembali yang sudah bersiap siap untuk menggambar desain keinginan pembeli nya.


"Maaf nona tapi saya saat ini ada urusan lain, Saya akan datang lain waktu saat tidak sibuk" ucap orang tersebut dengan senyum nya membuat Ryhan menatap tajam ke arah wanita itu.


"Ah baiklah, Terima kasih sudah berkunjung" ucap Nana dengan senyuman nya kepada orang tersebut.


"Saya permisi" pamit orang itu dan langsung berlalu dari sana meninggalkan Nana dan juga Ryhan di kantor.


"Apa apaan, Jika tidak memiliki uang jangan datang kemari, Membuang buang waktu saja" ketus Ryhan saat orang itu hendak membukakan pintu hingga membuat langkah kaki wanita tadi terhenti dan Nana langsung berdiri.


"Ah ibu tidak jadi pergi?" tanya Nana dengan senyum nya hingga membuat wanita tadi menoleh ke arah nya.


"Maaf tuan tapi memang saya memiliki urusan lebih penting dari pada ini bukan tidak memiliki uang" jawab wanita tadi akan ucapan Ryhan membuat Nana berjalan mendekat.


"Jika...."


"Emmm" Nana membekap mulut suami nya tersebut yang berbicara asal asal saja.


"Jaga kakak anda jangan biarkan dia berbicara sembarangan, Permisi" ucap wanita tersebut dan langsung keluar dari ruangan tersebut dan juga butik tersebut hingga membuat Nana langsung melepaskan tangan nya yang membekap mulut suami nya dan menatap tajam lelaki itu.


"Kau ini lelaki tidak sepantas nya berbicara seperti itu" ucap Nana dengan wajah sedikit kesal.


"Kenapa? Apa salah? Jika pelanggan tidak jadi membeli dengan alasan murahan seperti itu itu tanda nya dia tidak mampu, Aku tidak salah berbicara seperti itu" ucap Ryhan.


"Shit kau ini kenapa semakin tua semakin tidak sopan? Di mana Ryhan murid teladan yang dulu hah? Ryhan yang lugu dan tidak pernah menyinggung perasaan orang lain apakah sudah hilang?" ketus Nana dengan melototkan mata nya.


"Dulu aku bersikap seperti itu karna tidak ada yang memanfaatkan keluguan ku ini, Tapi kau ingat waktu kelas tiga SMP? Semua orang malah menuduh ku yang tidak bersalah ini" bisik Ryhan dengan senyum nya mengingat hak yang cukup membuat nya berubah.


"Iya bu dia benar benar berkelahi"


"Benar Ryhan?"


"Dia ingin menyentuh Delina tadi"


"Kau tidak usah berbohong, Kau yang memukul Deo terlebih dahulu kenapa kau malah menuduh nya?"


"Aku...."


"Ryhan ikut ibu"


"Tapi Delina....."


"Pak urus Nana"


"Jika aku terus lugu seperti dulu aku tidak akan bisa melindungi mu, Mungkin saja orang tadi ingin berbuat yang tidak tidak kita tidak tau apa yang ada di pikiran orang terhadap kita" ucap Ryhan kembali.


"Tapi kau berbicara seperti tadi akan membuat hati nya sakit dan seperti di rendahkan" ucap Nana.


"Sayang, Kau hidup dengan ku bukanlah satu atau dua tahun melainkan hampir seluruh hidup mu bersama ku, Kau tau aku bagaimana dan kenapa bisa berubah, Jadi tidak usah membahas itu lagi, Ayo kita kembali ke rumah istirahat" ucap Ryhan yang sangat malas membahas masalalu nya yang selalu di rendahkan oleh orang orang akibat di kira miskin.


"B-baiklah" jawab Nana dan mengikuti suami nya tersebut.


"Jaga butik, Aku akan sangat jarang...."


"Tidak akan ke butik" potong Ryhan dengan wajah datar nya.


"Ah baik nona" jawab pekerja tadi hingga membuat Ryhan kembali melangkahkan kaki nya membawa wanita nya kembali ke rumah.


Tujuh bulan lebih sudah kehamilan Nana saat ini. Di masa kehamilan yang tidak pernah merasakan kesepian ataupun kesedihan membuat kandungan wanita itu sehat meskipun masih sangat muda untuk wanita itu hamil. "Ryhan" teriak Nana dari meja belajar nya akan Ryhan yang berada di ruang ganti.


Ryhan langsung keluar dari ruang ganti. "Ada apa?" tanya Ryhan dengan wajah panik nya.


"Lihat ini" ucap Nana dengan menunjukkan layar laptop kepada Ryhan.


"Fashion show?" ucap Ryhan.


"Em, Apakah bisa baju baju butikku masuk di sana?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah suami nya tersebut. Ryhan ikut menatap wanita tersebut dan sangat terlihat harapan akan jawaban nya yang menyenangkan.


.


.


.


.


.