
"Aku tidak jadi ikut, Banyak yang harus aku kerjakan hari ini" jawab Nana dan meletakkan kembali handuk nya di tempat.
"Huh, Syukurlah" guman Ryhan yang lega akan wanita nya yang mengundurkan diri sendiri tanpa harus di bujuk.
Nana kembali menatap Ryhan yang nampak diam. "Sudah sana pergi mandi, Nanti kau telat" ucap Nana dengan nada meninggi.
"Kau yakin tidak mau ikut?" tanya Ryhan memastikan jika wanita nya benar benar tidak mau ikut dengan nya.
"Iya, Sudah cepat mandi" jawab Nana dan kembali mendorong tubuh kekar lelaki itu.
Satu minggu berlalu.
Tibalah di mana hari ini adalah hari bertepatan nya ujian akhir Nana dan yang lainnya. "Kau sudah siap?" tanya Ryhan yang baru saja menyelesaikan sarapan nya.
"Iya" jawab Nana dengan keluar dari kamar menggunakan seragam sekolah nya.
"Ayo" Ryhan menarik tangan wanita itu dan membawa nya keluar dari rumah. Nana tidak menjawab nya dan mengikuti nya tapi saat hendak memasuki mobil dia menghentikn langkah kaki nya dan melepaskan tangan Ryhan dari tangan nya sehingga hal tersebut membuat Ryhan membalikkan tubuh nya dan menatap wanita itu.
"Ada apa?" tanya Ryhan yang kebingungan.
"Aku tidak ingin menaiki mobil" jawab Nana dengan menundukkan kepala nya.
"Kenapa? Apa mobil ini jelek hingga kau tidak mau menaiki nya?" tanya Ryhan kembali.
"Bukan, Tapi aku memang tidak mau ke sekolah menaiki mobil apa lagi bersama mu" jawab Nana akan pertnyaan itu.
"Biasa nya kau dan kedua teman mu bagaimana?" tanya Ryhan.
"Aku tidak pernah pergi bersama mereka, Kak Rendi selalu mengantarku dahulu menggunakan sepeda" jawab Nana akan pertanyaan tersebut. Ryhan terdiam dan menatap lekat wajah wanita yang sedang berada di hadapan nya tersebut.
"Aku akan pergi jalan kaki saja, Kau hati hati" ucap Nana dengan senyum nya dan langsung berlari meninggalkan Ryhan sendiri. Ryhan masih diam sedangkan Nana sudah keluar dari pekarangan rumah.
"Aneh sekali" guman lelaki itu dengan wajah bingung nya. Ryhan menatap lekat mobil nya dan setelah itu menatap kunci nya. Dia menyimpan kunci mobil nya di dalam saku nya dan mengambil sepeda yang ada di samping mobil nya. Dia mendorong sepeda tersebut hingga keluar dan langsung mengunci pagar rumah.
Setelah merasa semua nya sudah selesai dia langsung naik ke datas sepeda dan mulai mengayuh sepeda itu. Dia mengayuh dengan cepat untuk menyusul istri nya dan tidak mungkin wanita itu berangkat dengan jalan kaki.
Cittt
Ryhan memencet rem sepeda belakang dan depan dan berhenti tepat di hadapan Nana. Nana menghentikan langkah kaki nya dan menatap Ryhan yang sedang berada di hadapan nya dengan menaiki sepeda. "Naiklah, Kau tidak mungkin ke sekolah berjalan kaki" ucap Ryhan dengan menatap wanita itu.
"Tapi...."
"Kenapa belum...." Ryhan menarik tangan wanita itu hingga wanita itu memeluk nya.
"Kau akan terjatuh jika kau melepaskan pegangan" ucap Ryhan dan langsung mengayuh sepeda nya dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah. Nana yang tidak nyaman akan itu merenggangkan pegangan dan memegang almamater Ryhan.
Ryhan tidak memperdulikan nya dia mengerti akan ketidak nyamanan itu dan memilih diam dan terus saja mengayuh. "Apa...."
"Ah tidak" wanita itu menghilangkan pikiran nya yang hendak memikir aneh.
Beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai. Saat sampai di sekolah sudah banyak sekali murid yang datang. Nana turun dari sepeda begitupun dengan Ryhan dan Nana langsung melangkahkan kaki nya masuk ke dalam pekarangan kelas dan menelusuri lorong kelas dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kelas nya dengan Ryhan yang mengikuti nya dari belakang.
Brakk
Kepala Nana hampir saja terkena banyak nya buku ya g terjatuh di bawa oleh seorang lelaki untung nya Ryhan langsung menarik tangan nya dan saat ini tubuh Nana tengah menempel di tubuh Ryhan. Nana yang kaget tadi nya sontak langsung menutup mata nya dan setelah itu kembali membuka mata nya.
"Maaf" ucap lelaki yang membawa buku tadi dengan membereskan buku yang berserakan. Nana menundukkan kepala nya dan dia langsung menundukkan tubuh nya ikut membereskan buku yang berserakan.
"Aku juga minta maaf" ucap Nana dan membereskan buku yang berserakan. Ryhan melihat seluruh orang berkerumun di antara nya dan Nana dan lelaki yang membawa buku tadi.
"Kenapa kalian berkerumun di sini?" tanya Ryhan dengan wajah datar yang menyeramkan. Seluruh orang pergi dari sana saat mendengar pertanyaan Ryhan.
"Sayang" Dira yang baru datang berteriak dan langsung merangkul lengan Ryhan. Ryhan yang sedari tadi memasang wajah datar langsung menatap ke arah wanita itu, Tangan nya langsung menepis tangan Dira yang bergelayut di tangan nya.
"Ini" Nana menyodorkan buku yang di pungut nya tadi kepada lelaki tadi.
"Letakkan di atas na" ucap lelaki tadi. Buku yang tinggi membuat Nana harus menaikkan kaki nya untuk meletakkan buku tapi tidak bisa karna dia terlalu pendek. Ryhan berjalan mendekat dan mengambil alih buku itu dan meletakkan nya di atas banyak nya buku yang di bawa lelaki tadi.
"Ayo" Ryhan menarik tas Nana hingga Nana terseret hingga mereka masuk ke dalam kelas.
"Ryhan lepaskan" ucap Nana yang kesal di tarik tas hingga dia kesusahan berdiri dengan punggung tegak nya.
Ryhan mendudukkan tubuh nya di tempat nya dan setelah itu mendudukkan tubuh Nana pula di samping nya. "Kau duduk di sini" ucap Ryhan dengan wajah datar nya kepada istri nya.
Dira tidak terima akan itu dan berjalan ke arah Nana dan juga Ryhan dengan kaki yang di hentakkan kasar. "Sayang kenapa kau menyuruh nya duduk di tempat ku?" tanya Dira dengan wajah kesal nya. Dengan tidak tau malu nya dia masih saja memanggil Ryhan dengan sebutan sayang.
Weny yang baru saja sampai bersama dengan Yura langsung menarik tas Dira dan menyeret nya. "Hey apa yang kalian lakukan? Lepaskan" bentak Dira dengan kesal nya. Yura tidak menjawab nya dan mendudukkan kasar tubuh Dira di kursi paling depan kursi Nana dahulu.
Nana memperhatikan nya wanita itu nampak takut kedua teman nya berbuat lebih nanti. Ryhan mengangkat tangan nya dan menutupkan mata Nana menggunakan telapak tangan nya. "Tidak penting kau melihat nya, Lebih baik kau pokus untuk ujian nanti" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.
Nana yang tidak bisa melihat apa apa di depan langsung menoleh ke arah Ryhan.