
"Bagaimana bisa...."
Mata Ryhan membulat saat melihat sepasang bikini dalam di dalam lemari. "Kau tidak percaya ucapan ku" ketus Nana dengan wajah kesal nya.
"Shit kenapa malah baju renang bikini ini?" umpat Ryhan kesal saat melihat nya.
"Kenapa kau malah diam?" ketus Nana.
"Kenakan saja itu, Aku akan kembali melanjutkan renang ku" jawab Ryhan dan langsung berlalu dari sana dan kembali masuk ke dalam kolam renang.
"Tidak apa bukan jika dia mengenakan bikini haram itu? Toh memang tujuan awal ingin menerkamnya hari ini dan di sini juga hanya aku dan dia, Tidak masalah bukan?" tanya lelaki itu dengan tersenyum lebar dan langsung berenang.
"Akan aku coba mengenakan nya sekaligus menggoda nya, Apa dia tergoda atau tidak" ucap Nana dan mengganti pakaian nya dengan bikini yang sudah disiapkan.
"Astaga bikini haram ini" ucap Nana saat melihat tubuh nya di cermin lemari di vila itu. Nana menarik baju handuk dan langsung mengenakan nya dan setelah itu baru dia ke luar dan menuju ke kolam.
Ryhan yang sedang minum langsung menoleh ke arah wanita nya dan terlihat dia tengah mengenakan baju handuk. "Kenapa kau malah menggunakan handuk?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.
"Kau kenapa melihat ke sini? Kau ingin melihat tubuh ku?" ketus Nana.
"Jelas saja iya, Jika tidak tidak mungkin aku pergi dan mengosongkan vila ini" jawab Ryhan dengan nada rendah dan langsung membalikkan tubuh nya. Nana yang melihat Ryhan sudah tidak melihat nya langsung melepaskan baju handuk nya dan perlahan masuk ke dalam kolam renang.
"Ini berapa meter kedalaman nya?" tanya Nana.
"Astaga aku lupa dia tidak bisa renang" ucap Ryhan yang langsung berenang mendekat ke arah istri nya yang baru menuruni beberapa anak tangga masuk ke kolam.
"Ini cukup dalam, Kedalaman nya dua meter" jawab Ryhan dengan menggapai tangan wanita nya. Bukan dua meter melainkan hanya satu meter agar istri nya hendak berenang bersama nya makanya dia memilih untuk berbohong.
Mata yang tidak bisa berbohong menatap dari atas hingga ke bawah yang masih bisa di lihat nya bayang bayang tubuh istri nya. "Sejak kecil aku hidup bersebelahan rumah dengan nya dan aku tidak sadar jika tubuh nya sebagus ini" guman Ryhan dengan menelan air liur nya memperhatikan tubuh putih nan bagus milik istri nya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Nana dengan menyembunyikan tubuh nya di air.
"Aku tidak pernah melihat wanita menggunakan bikini seperti ini apa lagi secara nyata" guman Ryhan yang jujur.
"Kau tergoda ya dengan tubuh ku?" tanya Nana yang mengejek suami nya yang memperhatikan nya.
"Tidak" jawab Ryhan berbohong padahal milik nya sudah bangkit saat baru melihat bagian dada wanita nya. Nana tidak menjawab nya dan langsung melingkarkan kaki nya di pinggang Ryhan dan tangan yang melingkar di leher suami nya. Ryhan langsung membuang pandang nya dari istri nya dan membiarkan wanita itu di pelukan nya.
"What it's?" guman Nana saat melompat ke pelukan Ryhan merasakan ada yang keras di bawah.
Nana sangat tidak nyaman akan Ryhan yang menatap bagian dada nya. Dia langsung melepaskan tangan nya dari leher suami nya dan menurunkan pelan kaki nya ke bawah. Baru saja hendak pergi dari sana tapi Ryhan langsung menahan nya, Di pegang nya pinggang wanita itu agar tidak pergi dari nya.
Ryhan menatap lekat wajah wanita nya, Wajah yang memerah akibat malu terhadap suami nya. "L-lepaskan aku, A-aku ingin renang" ucap Nana yang gelagapan saat di perhatikan Ryhan.
"Kau tadi menggoda ku dan sekarang kau mau pergi? Kau tidak mau bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan kepadaku?" tanya Ryhan dengan tersenyum nakal penuh arti menatap istri nya.
"A-aku tadi hanya bergurau, Lepaskan aku ya" jawab Nana dengan tersenyum berharap suami nya melepaskan nya.
"Kau sudah beberapa kali menggoda ku tapi saat itu aku tidak mau mengganggu mu karna kita waktu itu sama sama masih dalam keadaan ujian jadi aku tidak mau mengganggu konsentrasi mu, Tapi saat ini...."
"Mungkin aku bisa mengabulkan keinginan mu dan juga keinginan papa" ucap Ryhan dengan menyelipkan rambut istri nya di sela sela telinga.
"Me-mengabulkan keinginan papa mu? Maksud mu?" tanya Nana yang kebingungan tidak mengerti dengan ucapan Ryhan.
Ryhan tidak menjawab nya dan langsung melahap bibir manis yang sudah biasa di cicipi nya. Nana memberontak saat Ryhan mencium nya dan terus saja meminta di lepaskan hingga Ryhan melepaskan nya. "Maksud mu permintaan papa mu apa?" tanya Nana dengan wajah kesal nya akibat belum mendapatkan jawaban tapi Ryhan sudah menerkamnya.
"Papa mengetahui tentang pernikahan kita dan dia menginginkan cucu dari mu, Kau tidak masalah bukan?" tanya Ryhan yang mencoba membujuk agar tidak ada paksaan saat dia melakukan aksi nya.
"Bagaimana papa mu tau?" tanya Nana dengan wajah bersedih.
"Aku yang mencerita kan nya, Del aku sudah tidak tahan" jawab Ryhan yang kembali ******* bibir istri nya. Dia menikmati bibir manis itu dengan Nana yang membalas nya, Menerima perlakuan yang memang sejak dulu di inginkan oleh nya.
Pikiran bersih kembali kepada Nana hingga Nana melepaskan ciuman nya dari Ryhan. "Bagaimana nanti dengan mama mu?" tanya Nana yang ingat akan ibu Ryhan mertua nya tidak merestui hubungan nya dengan suami nya.
"Masalah mama kau tidak perlu memikirkan nya, Asal papa merestui kita itu sudah cukup" jawab Ryhan dengan wajah tulus nya, Sangat nampak jika dia takut di tolak oleh istri nya.
"Tapi nanti jika..."
"Nanti jika kita sudah memiliki anak mama pasti akan merestui hubungan kita, Kau takut aku meninggalkan mu setelah kita memiliki anak?" tanya Ryhan yang berharap bukan itu yang di takutkan istri nya. Nana langsung menganggukkan kepala nya dengan kepala yang masih menunduk.
"Aku tidak akan melakukan hal bodoh itu, Kau adalah istri ku satu satu nya dan sampai kapanpun akan tetap seperti itu, Kita hanya perlu menambah kebahagiaan lagi di hidup kita dengan memiliki buah hati" jelas Ryhan saat melihat anggukan istri nya.
"Tapi kau bilang......"
Ucapan Nana terpotong saat Ryhan langsung ******* bibir nya. Dengan nafsu yang sudah di ubun ubun dia tidak melepaskan istri nya malam ini. Dia membawa naik istri nya dan membawa nya ke ranjang kamar vila mereka dan akhirnya mereka melakukan malam pertama mereka di vila tersebut.