Dear D

Dear D
Episode 95



"Memang nya kau bertanya apa?" tanya Ryhan dengan menatap istri nya dengan tatapan yang tulus.


"Nana" panggil Yura yang barus saja sampai dengan beberapa orang yang mengikuti dari belakang. Mata Nana membulat saat melihat Qori dan juga Terie yang juga ikut dan itu membuat nya sontak berdiri dari duduk nya tapi tidak dengan Ryhan yang duduk seperti semula.


"Kalian dari mana saja? Kami mencari kalian dari tadi malam" ketus Yura dengan melototkan mata nya kepada Nana dan juga Ryhan.


"Jelas saja istirahat tadi malam, Banyak bertanya" ketus Nana pula dengan nada rendah untung saja dia mengenakan pakaian cukup sopan ke pantai dengan kaos putih dan celana pendek jeans tapi tidak dengan kedua teman nya.


"Apa kalian sudah sarapan? Kalian ingin sarapan apa?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya tanpa berdiri dari duduk nya.


"Kita belum sarapan sih tapi kita ingin bermain" jawab Yura sedangkan Weny hanya diam memperhatikan Nana dan juga Ryhan secara bergantian.


"Hubungan kedua nya nampak membaik, Syukurlah" guman Weny dengan tersenyum di hati nya tanpa menampakkan di wajah nya.


"Yasudah sarapan saja dahulu, Ayo" ajak Nana.


"Kau yang membayar?" tanya Yura dengan nada sedikit meninggi.


"Aku akan membayar, Ayo" balas Ryhan akan pertanyaan Yura yang tidak di jawab oleh Nana.


"Yasudah ayo" ajak Yura pula.


"Kau kenapa hanya diam?" tanya Qori kepada Weny yang berjalan di belakang kedua sahabat nya begitupun dengan Qori yang memang selalu berjalan di belakang untuk mengawasi kedua nya.


"Tidak diam" ketus Weny dan mempercepat langkah kaki nya dan menyusul kedua sahabat nya.


Mereka semua mendudukkan tubuh di tempat yang kosong saat duduk menghentakkan bagian belakang nya membuat Nana memasang wajah kesakitan nya akibat terhentak tadi membuat bagian pangkal paha yang masih terluka kembali sakit. "Ah shit" umpat Nana dengan memegang perut nya dan tidak mungkin dia memegang pangkal paha nya.


"Masih sakit?" tanya Ryhan dengan memegang tangan yang memegang perut itu.


"Sedikit" jawab Nana.


"Jika masih sakit kembali ke vila saja" ajak Ryhan dengan nada rendah penuh kasih sayang kepada istri nya.


"Kau sakit na?" tanya Weny dengan suara meninggi hingga membuat seluruh orang yang duduk di meja yang sama menatap ke arah nya.


"Kau yakin?" tanya Qori pula sedangkan Ryhan hanya diam dengan tangan nya yang tersembunyi masih memegang tangan istri nya.


"Hem" jawab Nana dengan tersenyum.


"Selamat menikmati" ucap pelayan yang sudah meletakkan makanan di atas meja mereka yang mereka pesan sebelum nya.


"Terima kasih" ucap Nana, Weny dan juga Yuta bersamaan sedangkan para lelaki hanya diam dan memasang wajah datar mereka. Nana mengopor makanan tersebut kepada orang orang di dekat nya hingga mendapatkan semua dengan Ryhan yang di samping nya dan Qori di hadapan nya.


"Selamat makan" ucap Yura dan mulai melahap makanan milik nya. Nana ikut makan begitupun dengan yang lainnya yang juga ikut memakan makanan mereka masing masing.


"Kau tidak ingin yang lain?" tanya Ryhan kepada istri nya. Nana langsung menggelengkan kepala nya menandakan dia tidak menginginkan makanan yang lain lagi.


"Makan lah perlahan seperti tidak makan satu hari saja" ucap Ryhan dengan mengusap sudut bibir istri nya yang meninggalkan bekas makanan. Qori sedari tadi memperhatikan mereka dengan dahi yang mengerut akibat bingung akan kedua nya yang nampak akrab.


"Ehem" Qori batuk dan hal tersebut membuat semua yang ada di meja itu yang sedang pokus makan menoleh ke arah nya.


"Makanya perlahan makan" ucap Yura dan menyodorkan air kepada Qori. Nana nampak kaget akan hal tersebut tapi dia tidak terlalu memperdulikan nya sedangkan Ryhan hanya menatap datar ke arah lelaki itu dan menurunkan tangan nya dari wajah istri nya dan kembali melanjutkan makan nya.


Setelah selesai makan.


Ryhan berdiri dari duduk nya begitupun dengan semua nya tapi mereka keluar dari area tempat makan. "Ikut" ucap Nana.


"Tidak masalah" jawab Ryhan. Nana tersenyum dan kedua nya menuju ke kasir untuk membayar.


"Hah? Black Card?" guman Nana saat melihat kartu hitam yang di keluarkan oleh Ryhan dan di berikan nya kepada kasir.


"Tuan Ryhan bukannya..."


"Berapa semua nya?" tanya Ryhan dengan.melototkan mata nya sebelum Nana tau apa yang sebenar nya. Pelayan nampak bingung tapi Ryhan terus saja melototkan mata nya hingga membuat kasir mengerti dan menyebutkan harga makanan yang di pesan tadi. Ryhan memberikan kartu nya tadi dan membayar nya.


"Ini pak" ucap pelayan dengan menyodorkan kartu milik Ryhan.Ryhan menerima nya dan meraih tangan wanita nya.


"Ayo" ajak Ryhan dan berjalan keluar dari tampat makan itu menyusul para teman teman mereka.