
"Mungkin mereka memang tidak ada di rumah sekarang sayang" ucap Andra saat melihat wajah kecewa dari istri nya.
"Memang nya mereka kemana? Apa mereka memang tidak mengizinkan mama untuk memperbaiki diri?" tanya Merri dengan masih saja menatap dengan tatapan kecewa kepada suami nya tersebut.
"Sebentar papa telpon Ryhan dahulu" ucap Andra dan langsung mengambil ponsel nya. Andra langsung mencari nomor anak nya Ryhan dan langsung menghubungi nya dan syukur nya telpon itu terhubung.
"Siapa?" tanya Nana saat memilih milih apa yang ia mau dan mendengar suara ponsel suami nya.
"Papa" jawab Ryhan saat melihat papa nyalah yang menelpon nya.
"Yasudah angkat" ucap Nana. Ryhan mengangguk mengiyakan nya dan langsung mengangkat telpon dari ayah nya tersebut.
"Halo pa" ucap Ryhan saat telpon sudah terangkat.
"Halo nak, Kau dan Nana di mana? Tadi mama mengirimkan makanan ke apartemen kalian tapi Gofood nya mengatakan bahwa tidak ada orang di apartemen kalian" ucap Andra yang langsung mengatakan apa yang ingin ia katakan tanpa basa basi.
Ryhan menatap ke istri nya yang nampak menatap lekat wajah nya. "Kami memang sedang tidak berada di rumah" jawab Ryhan dengan nada dan wajah datar yang sudah menjadi ciri khas nya.
"Memang nya kalian di mana nak?" tanya Andra kembali.
"Aku dan Delina sedang berada di minimarket membeli kebutuhan kami yang sudah habis" jawab Ryhan yang masih saja dengan wajah dan nada datar nya.
"Ah pantas saja, Baiklah kapan kalian pulang?" tanya Andra kembali kepada anak nya.
"Tidak tau, Iyapun kami segera pulang Ryhan harap tidak ada kunjungan apapun hari ini. Hari ini Ryhan ingin menghabiskan waktu berdua dengan Delina di rumah" jawab Ryhan dengan wajah datar nya. Dia tidak mau ibu nya mengunjungi apartemen nya dan kembali menyakiti hati istri nya yang sudah dia bahagiakan dengan kerja keras dan usaha yang cukup banyak.
"Mam..."
Tutt..tutt
Telpon langsung putus akibat Ryhan mematikan nya terlebih dahulu. Bukan tidak sopan melainkan dia tidak mau berdebat hanya untuk menghentikan ayah nya yang memaksakan untuk ke tempat nya dengan dia yang tidak mengizinkan.
"Kau berbicara terlalu kasar kepada papa mu" ucap Nana saat melihat suami nya yang nampak memasang wajah datar nya setelah menerima telpon dari ayah nya.
"Jika tidak berbicara seperti tadi dia akan terus memaksa ingin bermain ke apartemen sedangkan mau masih takut terhadap mama, Mama yang terlalu memaksa untuk dekat dengan mu dan berbuat baik tanpa kita ketahui apa niat buruk nya" jelas Ryhan dengan wajah datar. Dia takut ibu nya kembali menyakiti istri nya yang sama sekali tidak memiliki salah apapun kepada ibu nya itu.
"Tapi kau juga tidak boleh seperti itu, Mau bagaiamanapun prilaku nya dia tetaplah mama mu" ucap Nana yang mencoba menyadarkan suami nya yang sudah berada di jalan yang salah dan memperlakukan ibu sendiri layak nya musuh.
"Aku tau apa yang aku lakukan kau mau mama menyakiti mu lagi?" tanya Ryhan dengan menatap tajam ke arah istri nya tersebut.
Nana diam dia belum menjawab pertanyaan dari suami nya tersebut dan menatap lekat kembali wajah suami nya. "Aku yang mengembalikan hati kau yang sudah retak akibat perlakuan buruk orang kepada mu, Aku sudah mengembalikan hati mu kembali saat semua orang meninggalkan mu dan tidak semudah itu untukku menerima kembali dan mudah percaya dengan mama yang menjadi salah satu pelaku dari banyak nya pelaku" jelas Ryhan yang cukup kesal mengingat perlakuan ibu nya terhadap istri nya.
Nana masih saja diam dan masih juga menatap suami nya itu. "Sudahlah ayo kembali memilih apa yang kita mau" ajak Ryhan kembali mengakhiri perdebatan itu saat melihat istri nya yang hanya diam dan tidak merespon nya.
Ryhan memasukkan makanan yang ia sukai sedangkan Nana memperhatikan nya dan sesekali memasukkan apa yang ia mau pula. Hingga menghabiskan waktu satu jam kedua nya berada di dalam minimarket itu dan membawa dua keranjang.
"Sudah tidak ada lagi yang kau mau?" tanya Ryhan kepada istri nya.
"Em" Nana menuju ke tempat eskrim dan mengambil tiga kotak eskrim yang berukuran jumbo di sana dan setelah itu kembali ke dekat suami nya yang masih berada di kasir.
Ryhan mengambil eskrim yang di ambil istri nya tersebut dan memberikan nya kepada kasir. "Sudah ini saja?" tanya Ryhan kembali memastikan agar istri nya tidak tertinggal membeli apapun.
"Ini" ucap Nana dan mengambil coklat beberapa batang. Ryhan kembali memberikan nya kepada kasir dan kasir kembali menambahkan nya ke nota pembayaran.
"Sudah?" tanya Ryhan kembali memastikan nya kembali.
"Sudah" jawab Nana dengan senyum nya.
"Persaudaraan kalian akur sekali" ucap orang tua yang menuggu di belakang hingga membuat Nana an juga Ryhan menoleh ke belakang.
"Loh Nana? Pak Ryhan?" ucap Fany saat melihat Nana dan juga Ryhan berada di hadapan dia yang sedang mengantri.
"Kak Fany?" sapa balik Nana saat melihat Fany. Ryhan kembali membalikkan tubuh nya menghadap ke kasir dan memberikan kartu ATM nya membayar apa yang mereka ambil tadi.
"Kau dan pak Ryhan kenapa ada di sini?" tanya Fany saat melihat Nana yang bersama dengan Ryhan dan nampak akrab.
"Mata mu melihat nya bagaimana?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya. Mood yang sudah rusak akibat ayah nya yang menelpon nya tadi membuat nya menjawab seperti itu. Meskipun begitu dia tidak berbicara dengn nada datar lagi kepada wanita nya dalam keadaan mood nya bagaimanapun.
"Ah maaf pak" jawab Fany dengan senyum nya.
Ryhan tidak menjawab nya dan mengambil tiga tootbag yang berisikan apa yang ia beli dengan istri nya. "Ambil itu, Kita pulang" ucap Ryhan yang tidak bisa mengambil ATM nya karna sedikit kesusahan membawa barang barang yang sangat banyak itu.
"Sini aku bantu membawakan" ucap Nana saat ATM suami nya sudah ia masukkan ke dalam tas nya.
"Aku menyuruh mu membawa ATM bukan ini" ucap Ryhan dengan nada rendah nya dan langsung melangkahkan kaki nya berlalu dari sana.
"Kak saya permisi" pamit Nana kepada Fany dan langsung berlalu menyusul suami nya. Fany menatap kepergian bos nya dan juga Nana yang sudah ia anggap adik sendiri.
"Kedua nya nampak dekat, Apa hubungan mereka? Apa mereka memiliki hubungan spesial di luar kantor?" guman Fany dengan menatap kepergian Ryhan dan juga Nana yang sudah keluar dari minimarket tersebut.
.
.
.