Dear D

Dear D
Episode 49



"Kau sudah sarapan?" tanya Ryhan. Nana langsung menganggukkan kepala nya menandakan dia sudah selesai sarapan pagi.


"Bersama kak Anggi tadi?" tanya Ryhan lagi.


"Em" dia kembali menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan kedua.


"Ah baiklah" jawab Ryhan yang tidak tau lagi ingin berbicara apa, Berbicara sedikit saja sudah syukur untuk nya apa lagi mencari pembicaraan lain toh dia tidak pernah memulai berbicara saat dengan lawan jenis ataupun sejenis.


Ryhan hanya bisa mengusap punggung wanita itu dan menenangkan nya hingga wnita itu tenang.


Di tempat lain.


Anggi nampak diam dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun, Dia malas untuk menatap ibu nya itu. "Apa yang kau lakukan di rumah anak itu tadi?" tanya Hariny dengan wajah datar nya.


"Bukan urusan mama" jawab nya dengan wajah datar nya tanpa menatap ibu nya itu.


"Kakak ada hubungan apa dengan wanita jalang itu kak?" tanya Dira dan itu membuat Anggi menatap ke arah nya baru sadar akan kehadiran wanita itu.


"Jaga ucapan mu, Memang nya dia seperti mu" ketus Anggi dengan wajah datar nya akibat tidak suka akan ucapan Dira tadi.


"Memang nya aku pernah merebut lelaki orang?" ketus Dira.


"Kau tidak ingat waktu itu ka..." ucap nya terpotong saat melihat ibu nya yang menatap nya dengan tatapan penasaran. Anggi kembali membuang wajah nya dan memperhatikan jalanan.


"Kenapa kau berbicara tidak sampai ujung?" tanya Hariny kepada anak nya itu.


"Tidak penting" jawab nya dengan wajah datar nya.


"Sambung ucapan mu tadi" ucap Hariny kepada anak nya.


"Tante sudahlah" ucap Dira dan itu membuat Anggi kembali menatap ke arah nya dengan tatapan datar.


"Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya kepada mama yang sangat menyayangi nya?" guman Anggi dengan menatap ibu nya itu.


"Turun kami di depan dan antarkan Anggi pulang, Jangan sampai dia kabur dari rumah" ucap Hariny dan beranjak turun dari mobil begitupun dengan Dira yang mengikuti nya dari belakang. Anggi tidak memperdulikan ibu nya yang singgah entah di mana dan sibuk dengan pikiran nya sendiri.


Sopir kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang kembali ke kediaman tuan nya.


Dira dan Hariny masuk ke dalam SMK yang tidak berpenghuni akibat hari ini hari minggu tapi mereka hanya ingin melihat lihat sekolah itu. "Di mana kelas Ryhan ya tan?" tanya Dira kepada Hariny.


"Pak kelas sebelas teknik di mana ya?" tanya Hariny kepada satpam yang ada di depan.


"Di lantai dua bu" jawab satpam.


"Ayo kita lihat" ajak Hariny akan keponakan nya. Dira menganggukkan kepala nya dan mengikuti tante nya dari belakang.


Di tempat lain.


"Tidak ada yang memandang keluarga mu rendah, Hanya firasat mu saja" jawab Ryhan.


"Bukan, Ini memang benar, Banyak dari mereka yang selalu saja mengataiku jalang mentang mentang aku banyak dekat dengan lelaki padahal mereka yng mendekatiku bukan aku, Aku sama sekali tidak pernah mendekati lelaki terlebih dahulu ya kecuali kau" jelas nya dengan merendahkan nada saat mengatakan kecuali kau.


"Apa?" tanya Ryhan.


"Bukan apa apa, Aku hanya heran saja kenapa banyak orang yang memandang orang lain dari harta dan tahta mereka, Padahalkan aku bukan jalang" ucap Nana dengan wajah sedih nya mengingat sudah beberapa orang yang mengatai nya jalang.


"Jujur aku sedih sekali mendengar itu, Ingin melawan mereka memiliki kekuasaan, Bukannya takut melainkan aku segan mengeluarkan suara emasku ini untuk melayani mereka yang suka mengataiku" sambung nya lagi yang membuat Ryhan tertawa.


"Kenapa kau malah tertawa? Aku sedang berbicara serius" ucap Nana dengan wajah kesal nya.


"Itu karna kau terlalu percaya diri mengatakan suara mu suara emas, Memang nya kau jika berbicara mengeluarkan emas hem?" tanya Ryhan dengan tersenyum lebar menatap wanita nya.


"Y-ya bukan seperti itu juga, Kau ini" ketus nya yang tidak tau lagi ingin menjawab apa.


"Kau itu wanita kuat, Kau percara tidak jika tuhan tidak akan memberikan cobaan di batas kemampuan mu?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita nya. Nana mengangkatbkepala nya dan menatap lekat wajah lelaki nya itu.


Ryhan bisa melihat kekecewaan, Kesedihan dan keputus asaan di wajah wanita yang berada di hadapan nya ini. "Percayalah kau itu wanita kuat dan bisa menghadapi seluruh masalah mu dengan baik tanpa harus melayani ucapan mereka" ucap nya dengan tersenyum menatap wanita di hadapan nya itu. Nana terdiam dan menatap sendu ke arah lelaki nya.


"Tapi jika aku terus terusan seperti ini aku takut aku akan despresi" ucap Nana dengan menundukkan kepala nya akibat ketakutan nya.


"Jika kau takut itu kau akan mengalami nya, Makanya kau jangan takut dan hadapi semua nya, Kau kan tadi bilang sendiri jika tidak ingin mengeluarkan suara emas mu untuk meladeni mereka, Jadi yang terbaik saat ini diam dan terus berusaha, Buktikan kepada mereka yang sering menghina ataupun merendah mu bahwa kau juga bisa dan lebih dari mereka" jelas Ryhan dengan memegang bahu wanita nya itu.


"Apa benar aku bisa?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah Ryhan.


Ryhan tersenyum. "Percaya kepada diri sendiri" jawab Ryhan dengan memegang bahu itu.


"Yang harus kau lakukan saat ini adalah belajar dan belajar, Apa yang menjadi hoby mu kau lakukan" sambung nya lagi dengan memegang bahu wanita nya.


"Em, Aku harus melakukan itu" jawab Nana dengan tersenyum lebar menatap suami nya.


"Tapi kau jangan terlalu keras dengan diri sendiri, Kau juga manusia, Ingat" ucap Ryhan.


"Em" jawab nya menganggukkan kepala nya.


"Memang nya hoby mu apa?" tanya Ryhan dan itu membuat senyuman di wajah itu menghilang.


"Jika di tanya hoby, Aku tidak memiliki hoby dan aku suka bermalas malasan" jawab Nana dengan wajah yang tidak bisa di baca.


"Astaga mulia sekali hoby mu" ucap Ryhan dengan menggelengkan kepala nya mendengar hoby wanita nya.