
Ryhan yang melihat Nana yang termenung pun langsung mengambil alih masakan yang di kendalikan oleh Nana dan membuat Nana tersadar dan sedikit bergeser. Nana menatap lekat wajah suami nya yang sangat tampan berdiri di samping nya itu dan senyuman nya langsung mengembang saat melihat ketampanan lelaki nya.
Kaki wanita itu menjinjit dan sontak wanita itu mencium wajah Ryhan. Ryhan kaget akan hal itu dan menoleh ke arah istri nya yang berada di samping nya itu. Nana kembali berdiri seperti semula dan menundukkan kepala nya malu. Ryhan menatap lekat wajah wanita itu dan sedikit bingung dan bahagia yang cukup besar.
"Shit, Apa yang aku lakukan?" ketus nya kepada diri sendiri dan langsung berlalu dari sana.
Brak
Ryhan sedari tadi memperhatikan wanita itu dan Nana menabrak kursi. "Apa kau baik baik saja?" tanya Ryhan.
"A-aku tidak apa apa" jawab nya dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi di sana. Ryhan menatap bingung ke arah wanita itu dan setelah itu dia kembali membalikkan tubuh nya dan tersenyum lebar.
Ryhan memegang wajah nya yang di cium oleh wanita nya dengan perasaan bahagia setelah itu dia kembali melanjutkan masak nya. Nana menoleh ke belakang dan terlihat Ryhan sedang memasak dengan wajah datar nya tanpa memberikan ekspresi setelah di cium oleh nya. "Harga diri ku menjadi rendah setelah mencium nya, Tapi dia malah biasa saja" guman nya dan membalikkan tubuh nya kembali.
"Kau sendiri kenapa mencium nya tadi bodoh" ketus nya dengan memukul wajah nya pelan. Ryhan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya dan menghentikan tangan yang memukul wajah sendiri itu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ryhan dengan memegang kedua tangan nya. Nana membuka kembali mata nya dan menatap suami nya yang ada di hadapan nya itu.
"Ini makanlah" ucap Ryhan dan menyodorkan makanan yang ia masak tadi kepada istri nya. Nana menerima nya dengan senang hati dan tersenyum lebar, Dia mengambilkan sendok dan mencoba makanan itu.
"Bagaimana?" tanya Ryhan.
"Enak" jawab nya dengan senyum dan melahap makanan itu dengan lahap. Ryhan tersenyum lebar menatap itu, Tangan nya terangkat dan mengusap bekas makanan yang menempel di sudut bibir istri nya itu. Nana menghentikan makan nya akibat Ryhan yang menyentuh bibir nya, Dia menoleh ke arah Ryhan dan menatap entah tatapan apa itu.
Ryhan ikut menatap lekat wajah wanita itu. "Ada apa?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita yang berada di hadapan nya itu. Nana langsung menggelengkan kepala nya menandakan tidak apa apa dan kembali membalikkan wajah nya dari pandangan Ryhan dan melahap kembali makanan nya.
Beberapa menit makan dengan sedikit kecanggungan bagi Nana dan akhirnya dia pun selesai makan, Dia membereskan bekas makan nya sendiri sedangkan Ryhan belum selesai makan. Ryhan selesai makan dan langsung berdiri di samping istri nya dan ikut membersihkan bekas makan nya. "Sudah selesai?" tanya Nana dengan mengambil alih piring di tangan lelaki nya tersebut.
"Mau apa?" tanya Ryhan yang menahan piring itu.
"Mau di bersihkan" jawab nya dan menyingkirkan tangan Ryhan dari sana dan membersihkan piring itu. Hanya memerlukan waktu Beberapa menit untuk nya membersihkan piring piring kotor itu hingga selesai. Setelah selesai dia membersihkan tangan nya dan kembali menatap ke arah suami nya.
"Ada apa lagi?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wanita nya.
"Ah tidak apa apa" jawab nya dan langsung membalikkan tubuh nya, Nana melepaskan celemek yang melekat di tubuh nya sedari tadi dan setelah itu langsung berlalu dari sana.
"Ah ada apa dengan ku" guman Nana dan memukul wajah nya, Dia merasa aneh akan diri nya sendiri dan membuatnya kebingungan dengan diri nya sendiri.
"Aku semakin mencintai nya" guman nya kembali dengan tersenyum lebar dengan mata yang terpejam.
"Kenapa kau tersenyum sendiri?" tanya Ryhan dan mendudukkan tubuh nya tepat di samping istri nya tersebut. Nana membuka kembali mata nya dan menatap ke arah Ryhan dengan tatapan termenung.
"Are you oke?" tanya Ryhan dengan menempelkan punggung tangan nya ke dahi wanita nya. Nana langsung tersadar akan lamunan nya itu dan menggelengkan kepala nya hingga tangan Ryhan yang berada di dahi nya terlepas.
"Aku baik baik saja" jawab nya dan langsung mengalihkan pandang nya dari Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya lagi dan mengambil remot televisi yang ada di atas meja di hadapan nya dan langsung menghidupkan televisi.
Seperti biasa Ryhan yang menyukai film hollywood pun melanjutkan tontonan yang terjeda kemarin dan membuat Nana yang menatap ke depan juga bisa menonton acara televisi itu. Hanya keheningan yang menghiasi ruangan itu dengan suara televisi yang terdengar di sana.
"Huh, Huh" terdengar nafas berat yang terdengar sangat nyaring di telinga kedua orang itu dan ternyata suara itu keliar dari televisi. Nana dan Ryhan memperhatikan betul adegan apa yang di lakukan di dalam film itu dan ternyata adegan itu adegan panas (gak perlu di jelasin).
Nana sedikit menganga melihat itu sedangkan Ryhan meneguk siliva nya saat melihat hal itu. Nana tidak suka akan hal itu dan langsung merampas remot televisi dari tangan suami nya dan langsung mematikan televisi itu. Ryhan langsung menatap ke arah wanita nya dengan tatapan bingung menatap nya. "Kenapa di matikan?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita nya itu.
"Adegan 18+ itu" ketus Nana.
"Aku sudah sembilan belas tahun" jawab Ryhan.
"Shit tapi kita tidak pantas menonton nya" teriak Nana.
"Kenapa?" tanya Ryhan.
"Adegan itu hanya untuk orang yang sudah menikah bukan untuk kita yang masih sekolah" jawab Nana.
"Kau tidak ingat jika kita sudah menikah? Kau takut kita melakukan nya? Kau takut dosa? Bukankah kita sudah halal?" Ryhan melontarkan pertanyaan bertubi tubi kepada wanita itu dan membuat nya terdiam.
"Astaga kami memang sudah menikah" guman Nana dan menundukkan kepala nya. Hanya beberapa detik dia menundukkan kepala, Kepala nya kembali terangkat oleh tangan Ryhan yang memegang dagu nya.
"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya Ryhan dengan nada rendah nya dengan menatap lekat bibir wanita nya yang sangat menggoda itu.