
"Kenapa cepat sekali? Kau iri dengan perlakuan ku kepada istriku?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya dan kembali menyuapi wanita nya.
"T-tidak tuan hanya saja saya tidak enak mengganggu waktu kalian berdua" jawab Jony dengan menundukkan sedikit kepala nya.
"Makanya cepatlah cari istri agar kau bisa merasakan bagaimana rasa nya memiliki pasangan yang sudah di sahkan" ucap Ryhan kembali.
"Ah kenapa kau mencubit pinggang ku?" ketus Ryhan dengan menatap istri nya hingga membuat Nana tersenyum menatap Jony.
"Maafkan ucapan Ryhan pak, Dia jika berbicara memang seperti ini tidak tau tata krama" ucap Nana dengan senyum nya menatap Jony.
"Hey jangan berani berani kau tersenyum kepada lelaki lain" ketus Ryhan dengan menutup wajah istri nya menggunakan tangan nya dan untung saja tidak tersentuh jika tersentuh akan mengakibatkan hangan di wajah istri nya akibat tangan nya yang masih ada sisa cabai.
"Shit kau tidak lihat tangan mu ini? Bagaimana jika mengenai mataku?" ketus Nana dengan menepis tangan lelaki nya tersebut.
"Ya maaf" jawab Ryhan dan mencuci kembali tangan nya hingga bersih.
"Tuan apakah saya boleh pulang?" tanya Jony yang tadi sedikit menertawakan tuan dan nona nya yang berdebat di hadapan nya.
"Em, suruh sopir mengantarkan mu atau tidak bawa mobil ke rumahku dan tukar dengan mobil lain dan bawakan mobil ku kemari" ucap Ryhan yang masih saja memerintah lelaki itu.
"Hey kau ini tidak lihat dia itu kelelahan dan kau masih saja ingin menyuruh nya" ketus Nana akan suami nya yang menyuruh nyuruh Jony yang nampak kelelahan itu.
"Tidak aku hanya bercanda, Antarkan Jony pulang" teriak Ryhan kepada bodyguard yang tidak jauh dari sana.
Bodyguard langsung mendekat ke arah Ryhan. "Antarkan dia pulang dengan selamat" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.
"Baik tuan" jawab bodyguard tersebut.
"Mari tuan" ucap bodyguard tersebut mempersilahkan Jony berjalan terlebih dahulu.
"Tuan, Nona saya permisi" pamit Jony. Nana menganggukkan kepala nya dengan senyum nya menatap Jony dan Jony langsung berlalu dari sana.
"Kau sudah kenyang?" tanya Ryhan kepada istri nya.
"Makanan sudah habis, Jelas saja sudah kenyang" jawab Nana dan membersihkan tangan nya yang terkena sambal.
"Jika saja kau masih belum kenyang aku akan menyuruh pelayan membuatkan makanan lagi untuk mu" ucap Ryhan dan berdiri dari duduk nya.
"Boleh juga" jawab Nana.
"Tidak, Kau makan sebanyak tadi apa tidak takut akan sakit perut?" ketus Ryhan dengan melototkan mata nya.
"Aku hanya bergurau ayo ke tengah" ajak Nana dengan senyum nya menatap lelaki tercinta nya. Ryhan mengiyakan nya dan mendekat ke arah istri nya tersebut dan berjalan bersama menuju ke ruang utama.
"Kau belum membersihkan tubuh mu, Apa kau tidak risih?" tanya Nana kepada suami nya yang bau keringat itu.
"Tidak, Kita duduk sebentar setelah itu baru aku akan membersihkan tubuh ku dan kau istirahat" jawab Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di ruang utama.
"Baiklah" jawab Nana dan mendudukkan tubuh nya pula.
"Ryhan" panggil Nana dengan mata yang menatap televisi.
"Em, Ada apa sayang?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wanita nya yang saat ini berada di hadapan nya.
"Ah tidak apa apa, Hanya ingin memanggil mu" jawab Nana dengan senyum nya. Ryhan menatap lekat wajah wanita nya tersebut, Kebohongan sangat terlihat jelas di mata nya saat menatap wanita nya yang tidak pandai berbohong itu tapi dia memilih diam dan tidak ingin bertanya kembali dan menatap kembali ke televisi.
Hanya beberapa puluh menit kedua nya betah berada di hadapan televisi tanpa mengeluarkan suara apapun membuat kedua nya sangat tidak nyaman dengan suasana tersebut. "Sayang kau tidak ingin mandi?" tanya Nana kepada suami nya.
"Tidak biasa nya kau memanggilku sayang, Coba ulangi kembali" ucap Ryhan dengan senyum nya.
"Sayang kau tidak ingin membersihkan tubuh mu?" tanya Nana kembali dengan senyum nya menatap suami nya.
"Tolong matikan televisi" ucap Ryhan kepada bodyguard yang ada di sana dan membawa wanita nya tersebut masuk ke dalam kamar dengan wanita nya yang masih berada di pelukan nya.
"Harus terima selalu pemandangan yang tidak mengenakan mata seperti ini" guman bodyguard dan mematikan televisi.
"Kau mau mandi bersama?" tanya Ryhan kepada istri nya.
"Aku sudah selesai mandi, Kau saja aku akan menunggu mu di sini" jawab Nana dengan senyum nya.
"Di mana? Di pelukan ku?" tanya Ryhan dengan senyum nya.
"Tidak sayang, Aku akan menunggu di kamar ini" jawab Nana dan mencium wajah lelaki nya tersebut.
"Em baiklah, Aku sebenar nya menginginkan mu hari ini, Tapi kau seperti tidak memiliki tenaga yang cukup jadi aku biarkan kau lepas hari ini" ucap Ryhan dan mendudukkan tubuh istri nya di atas ranjang dengan mencubit wajah wanita nya yang menggemaskan bagi nya.
"Aku akan mandi sebentar" ucap Ryhan dengan senyum nya.
"Em" Nana menganggukkan kepala nya dan Ryhan langsung berlalu dari sana masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
"Brosur yang di cetak nya kemarin aku tidak melihat nya di rumah" ucap Nana dan melangkahkan kaki nya berlalu dari sana mencari brosur di dalam kamar itu saja.
Ryhan yang sudah selesai mandi langsung keluar dari kamar mandi dan terlihat wanita nya nampak tengah mencari sesuatu. Dia melangkahkan kaki nya mendekat ke arah wanita nya tersebut. "Kau sedang mencari apa?" tanya Ryhan dengan ikut menundukkan sedikit tubuh nya.
"Astaga" ucap Nana yang terkejut dengan kehadiran lelaki nya.
Ryhan tersenyum menatap nya dan kembali berdiri seperti semula. "Kau sedang mencari apa?" tanya Ryhan kembali yang masih belum mendapatkan jawaban dari wanita nya tersebut.
"Aku sedang mencari brosur yang kau bilang sedang di cetak, Di mana brosur nya? Aku tidak melihat nya dari tadi" ucap Nana.
"Sudah aku sebarkan separuh ke orang orang" jawab Ryhan dan berjalan menjauh dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang akibat sangat kelelahan.
"Hah? Kapan kau menyebarkan nya?" tanya Nana.
"Tadi, Hanya separuh" jawab Ryhan dengan masih saja hendak tersenyum dengan keadaan nya yang kelelahan saat ini.
"Pantas saja dia nampak kelelahan hari ini, Dia menyebarkan brosur" guman Nana saat melihat wajah kelelahan lelaki nya tersebut.
"Sini kemarilah istirahat" ucap Ryhan. Nana menganggukkan kepala nya dan mendekat ke arah suami nya dan mendudukkan tubuh nya di hadapan suami nya itu.
"Tidak usah hawatir aku kelelahan atau tidak, Yang penting kau yang tidak kelelahan" ucap Ryhan saat bisa melihat jelas wajah hawatir wanita nya.
Satu minggu berlalu.
"Kita ke rumah sakit hari ini?" tanya Nana kepada suami nya dengan wajah girang nya.
"Jelas saja, Melihat perkembangan bayi ini" jawab Ryhan dengan mengusap perut yang sedikit membuncit itu.
"Baiklah ayo" ajak Nana dengan semangat dan menggandeng tangan suami nya itu dan kedua nya keluar dari rumah.
"Keluarga kecil yang begitu bahagia" ucap pelayan saat melihat senyum yang mengembang di kedua wajah pasangan itu.
.
.
.
.