Dear D

Dear D
Episode 115



Ting, Tong


Bel apartemen berbunyi menandakan ada yang bertamu. "Siapa bertamu sepagi ini?" guman Nana saat baru saja hendak mencari makanan untuk di masak.


"Siapa yang pagi lagi sudah bertamu?" tanya Ryhan kepada istri nya.


"Ini aku baru ingin melihat nya" jawab Nana dan kembali berjalan mendekat ke pintu. Ryhan mengenakan jas nya dan ikut berjalan mendekat ke pintu untuk memastikan yang datang bukanlah penjahat.


Nana membuka pintu apartemen dan terlihat pengirim makanan yang datang. "Nona makanan untuk anda" ucap orang itu.


"M-makanan? Saya tidak memesan nya" jawab Nana dengan wajah bingung saat kurir makanan tersebut memberikan nya makanan itu.


"Ini memang bukan pesanan anda tapi dari...."


"Merri safira" jawab kurir dengan melihat nama pengirim.


"Dari mama?" tanya Ryhan saat mendengar nama ibu nya. Nana langsung membalikkan pandang nya dan menatap suami nya yang berada di belakang nya.


"Kembalikan saja kepada nya, Kami tidak memerlukan nya" jawab Ryhan dan menarik bahu istri nya untuk kembali masuk tapi Nana tidak mau.


"Saya terima ya pak" ucap Nana dan menerima dengan senang hati makanan tersebut.


"Tanda tangan di sini nona" ucap kurir. Nana mengiyakan nya dan menandatangani buku yang di sodorkan oleh kurir tadi.


"Kenapa kau...."


"Masuk" ucap Nana dengan melototkan mata nya kepada suami nya dan mendorong suami nya hingga masuk kembali ke dalam sedangkan kurir berpamitan kembali ke pekerjaan nya.


"Kenapa kau menerima nya?" ketus Ryhan akan istri nya yang malah menerima makanan dari ibu nya.


"Ibu mu yang mengirimkan nya, Kita harus menghargai usaha nya yang masak makanan untuk kita sepagi ini" jawab Nana.


"Tapi jika dia memberikan racun untuk makanan ini bagaimana? Kita akan sakit" tanya Ryhan dengan kesal nya akan istri nya yang selalu saja membantah.


"Kita bisa memeriksa nya" jawab Nana dan mengambil alat pendeteksi baik atau tidak nya sesuatu yang ada di sana.


"Biarkan aku yang memeriksa" ucap Ryhan dan mengambil alat tersebut dari istri nya dan memeriksa ternyata makanan itu baik baik saja seperti makanan pada umum nya tidak ada racun ataupun kotoran di dalam nya.


"Bagaimana?" tanya Nana dengan tersenyum. Hati nya sedikit bisa menerima Merri yang ingin pensiun dari jahat nya tapi tidak dengan Ryhan yang masih sangat berhati hati terhadap ibu nya.


"Tidak ada, Makanan nya baik baik saja dan tidak ada apa apa" jawab Ryhan.


"Jadi kita bisa memakan nya, Lagi pula tidak sempat memasak" ucap Nana dan mengambil salah satu rantang dan memulai memakan nya.


Ryhan memperhatikan wanita yang nampak lahap memakan pun langsung mengambil makanan lain nya dan ikut memakan.


"Syukurlah mereka menerima makanan dari mama" ucap Merri dengan tersenyum lebar saat melihat tanda pengiriman jika makanan sampai di tempat.


"Palingan Nana yang menerima nya" balas Andra.


"Dia kan takut terhadap mama" ucap Merri.


"Dia takut saat melihat mama bukan berarti dia tega melihat Ryhan berbicara seperti kemarin dengan mama" jawab Andra.


"Papa tau betul bagaimana sifat Nana, Biarpun dia takut ataupun benci terhadap orang dia akan tetap menerima barang pemberian orang tersebut, Dia sangat menghargai orang lain apa lagi jika orang itu menghargai nya" sambung Andra dengan tersenyum lebar menatap istri nya.


"Berarti tidak salah mama merestui Ryhan dengan nya bersama" ucap Merri dengan tersenyum pula menatap suami nya.


"Perlahan makan nya" ucap Ryhan saat melihat mulut istri nya yang penuh hingga keluar makanan yang ada di dalam nya. Ryhan mengusap makanan yang ada di sudut bibir istri nya.


"Cepat selesaikan makan mu, Kita berangkat" ucap Nana dengan menyingkirkan tangan suami nya. Ryhan tidak menjawab nya dan menghentikan makan nya akibat sudah kenyang.


"Aku akan mengambil tas ku dahulu" ucap Ryhan dan berjalan menuju ke kamar dan mengambil tas nya. Nana tidak menjawab nya dan menunggu suami nya di luar apartemen.


Saat Ryhan keluar Nana langsung mengajak nya menuju ke lift dan menuju ke kantor. Di dalam mobil Nana nampak merapikan penampilan nya hingga membuat Ryhan sedari tadi menoleh ke arah nya. "Kau terlalu merapikan penampilan mu untuk bertemu siapa?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya kepada istri nya yang nampak merapikan rambut, Baju dan mengenakan lipstik di bibir nya.


"Warna bibir mu terlalu merah, Diam di sana" ucap Ryhan dan menghentikan mobil nya. Dia langsung mencium bibir istri nya dengan ******* bibir itu agar lipstik yang baru saja di kenakan oleh istri nya itu menghilang.


"Em" Nana memberontak agar di lepaskan tapi Ryhan tidak memperdulikan nya dan terus saja ******* bibir itu hingga akhirnya Nana menyerah dan ikut menikmati ciuman tersebut.


Titttt


Salah satu mobil di belakang mobil mereka mengklakson sangat kencang dan berkali kali hingga hal tersebut menyadarkan kedua nya. Ryhan melepaskan ciuman nya dan tersenyum menatap istri nya, Bagaimana tidak dia tersenyum, Bibir istri nya sudah kembali seperti semula meskipun sedikit merah karna hisapan nya tadi.


"Cepat jalankan mobil" ketus Nana akibat tidak kuat mendengar klakson mobil di belakang. Ryhan tidak menjawab nya dan masih saja tersenyum dan kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor.


"Shit kau ini, Hilang semua nya" ketus Ara saat melihat bibir nya kembalu pucat dan hendak mengenakan lipstik lagi.


"Eits, Kau mau aku lakukan seperti tadi memasang nya kembali?" ancam Ryhan dengan wajah kesal nya.


"Tapi bibir ku terlalu pucat" jawab Nana padahal tidak.


"Bibir semerah itu di bilang pucat, Buta?" ketus Ryhan dengan melototkan mata nya.


"Awas aja pasang akan aku cium kau di depan banyak orang nanti" ancam Ryhan kembali sehingga hal tersebut membuat Nana kesal dan memilih untuk mengikuti kemauan suami nya.


Saat sampai di kantor kedua nya langsung turun dan berjalan masuk ke dalam perusahaan. "Harap berkumpul semua" ucap Ryhan yang baru saja sampai kepada seluruh pekerja yang ada di sana. Semua nya langsung berkumpul.


"Perkenalkan ini adalah pekerja baru di sini yang menggantikan saya, Silahkan perkenalkan nama anda" ucap Ryhan mempersilahkan istri nya memperkenalkan diri.


Nana mengangguk mengiyakan nya. "Selamat pagi perkenalkan nama saya Delina narselia biasa di panggil Nana" ucap Nana dan kembali memundurkan tubuh nya sejajar dengan suami nya.


"Baik hanya itu, Kalian berprilaku baiklah kepada pekerja baru agar dia betah di perusahaan ini dan jangan ada yang membuli nya ataupun sampai bertengkar dan pekerjaan kalian jangan kalian berikan kepada nya, Bukan berarti dia pekerja baru di sini kalian seenak nya menyuruh nya. Mengerti?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya, Dia takut istri nya akan di jauhi banyak orang nanti.


"Mengerti ppak" jawb mereka bersamaan.


"Baiklah kembali ke tempat kerja masing masing, Del, Ah Nana ini tempat untuk mu" ucap Ryhan yang sngat tidak nyaman memanggil istri nya dengan sebutan Nana.


.


.


.


.


.


.


.