
"Tidak menjadi masalah jika nona tidak stres dan selalu makan makanan yang sehat" jawab dokter dengan senyum nya.
Ryhan menoleh ke arah istri nya yang nampak tersenyum mendengar ucapan dari dokter tapi dia langsung memasang wajah datar dengan mata yang menatap tajam istri nya tersebut.
"Baiklah tuan nona saya permisi, Jika memang nona masih lemah akan saya kirimkan vitamin kemari" ucap dokter dengan senyum nya.
"Kirimkan saja cepat vitamin nya kemari" jawab Ryhan yang masih saja menggunakan wajah datar nya.
"Apa perlu langsung testpack untuk memastikan apa nona benar bemar hamil atau tidak?" tanya dokter kepada Ryhan.
"Iya" jawab Ryhan.
"Baiklah tuan saya permisi" pamit dokter.
"Sayang tunggu sebentar ya aku mengantar dokter ke depan" ucap Ryhan dan mencium pucuk kepala istri nya tersebut yang lemah.
Setelah mengantarkan dokter sebatas pintu Ryhan kembali masuk dan mengambilkan buah buahan yang segar di dalam kulkas yang ada di dapur. Dia membawa nya ke kamar bersamaan dengan pisau untuk mengupas nya dan setelah itu kembali menuju ke kamar nya dan juga istri nya.
Nana nampak kembali menatap ke pintu saat mendengar langkah kaki dan terlihat suami nya masuk dengan membawakan buah buahan. Ryhan tersenyum saat melihat istri nya menatap nya dan mendudukkan tubuh nya di samping wanita nya tersebut dengan buah buahan tadi yang ia letakkan di samping ranjang. "Perut mu masih sakit?" tanya Ryhan dengan menyentuh perut yang sudah di nyatakan mengandung namun masih datar itu.
"Sedikit" jawab Nana dan mengalihkan tubuh nya menatap suami nya dan memeluk paha itu.
"Tunggu lah sebentar lagi sampai vitamin dan obat datang agar sedikit mengurangi rasa sakit nya" ucap Ryhan dengan mengusap kepala yang menempel di paha nya itu.
Nana hanya diam dan tidak mengeluarkan suara nya hingga beberapa saat dia kembali berbicara dengan pikiran yang penuh tentang kehamilan nya. "Jika aku sudah hamil seperti ini apa aku masih boleh nanti bekerja?" tanya Nana dengan berharap jawaban yang menyenangkan menatap suami nya tersebut.
"Tergantung" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.
"Tergantung bagaimana?" tanya Nana kembali yang tidak mengerti.
"Ya tergantung jika kau dan dede bayi lemah kau tidak bekerja, Jika kalian berdua sehat terserah kau jika mau bekerja atau tidak" jelas Ryhan dengan wajah datar nya menatap suami nya tersebut.
"Aku akan selalu sehat" jawab Nana dengan tersenyum menatap suami nya.
"Yasudah makan buah ini, Sayuran hanya tersedia kol saja di kulkas" ucap Ryhan dengan meletakkan pisau sehabis mengupas buah. Nana mengiyakan nya dan duduk dari baring nya tadi dan menerima buah yang di sodorkan suami nya tersebut.
Nana nampak malahap buah tersebut sedangkan Ryhan membereskan rambut istri nya yang berantakan itu. "Tidak aku sangka aku akan memiliki anak bersama mu, Hal yang tidak pernah di bayangkan sekarang terjadi, Hidup bersama sejak kecil membuatku jauh lebih mengerti diri mu dari pada kau sendiri tanpa kau ketahui, Tapi tidak apa apa, Aku benar benar mencintai mu" guman Ryhan dan mencium dahi istri nya yang tengah makan itu.
Nana tidak mempermasalahkan hal tersebut dan terus saja melahap buah yang di berikan suami nya tadi.
Ting..Tong
"Sebentar ya" ucap Ryhan dan langsung berlalu keluar saat mendengarkan suara bel apartemen berbunyi. Nana menatap kepergian suami nya tersebut dan menghentikan makan nya.
"Aku akan memiliki anak" guman Nana dengan senyum nya dan tangan yang mengusap perut datar nya.
"Dalam kondisi mama yang baru hendak memulai berjuang dengan masa depan mama kau hadir, Mama akan tetap menjaga mu meskipun mama sibuk, Mama tidak akan membuat mu sakit, Kau sehat sehat ya sayang" bisik Naan dengan senyum yang mengembang dan tangan yang mengusap perut nya tersebut.
"Terima kasih" ucap Ryhan saat menerima paket dari dokter tadi dan kembali masuk dan mengunci pintu dan setelah itu kembali menuju ke kamar nya.
Nana menatap ke depan saat mendengar kembali suara langkah kaki seseorang dengan wajah yang masih saja tersenyum hingga membuat Ryhan yang melihat nya ikut tersenyum. "Ini vitamin dan testpack yang di kirimkan dokter untuk mu" ucap Ryhan dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping istri nya.
"Testpack?" tanya Nana.
"Baiklah" jawab Nana dan kembali mengambil buah nya dan kembali melahap nya.
"Kau mau makan apa? Biar aku yang menyiapkan nya" ucap Ryhan.
"Eh tidak usah, Kau belum mandi begitupun dengan aku, Setelah aku selesai mandi nanti aku yang akan masak" jawab Nana.
"Kau ingin mandi bersama ku hingga melarangku?" tanya Ryhan dengan senyum menggoda istri nya.
"Sedikit mau, Tapi dede masih lemah jadi tidak boleh" jawab Nana dengan wajah sedikit kecewa dan mengusap perut datar nya tersebut.
"Dede? Panggilan nya?" tanya Ryhan.
"Kan kau yang awal nya memanggil nya dede makanya aku ikut" ketus Nana dengan wajah kesal nya menatap suami nya tersebut.
"Em, Aku menyukai nya, Dede baik baik ya di dalam jangan nakal" ucap Ryhan berbisik ke perut datar nya.
Plakk
"Kenapa kau memukul ku?" ketus Ryhan akan istri nya yang memukul kepala nya.
"Maaf, Tangan ku sontak saja memukul mu saat merasakan geli tadi" jawab Nana dengan wajah datar dan membuang pandang dari suami nya, Ryhan tidak menjawab nya dan menatap tajam ke arah istri nya tersebut.
"Aku mandi terlebih dahulu" ucap Nana saat melihat tatapan tajam dari suami nya.
"Hati hati" ucap Ryhan saat melihat istri nya yang turun dari ranjang. Nana tidak menjawab nya dan terus saja melanjutkan niat nya hingga dia sampai di kamar mandi dan membersihkan tubuh nya sendiri.
Ryhan yang melihat istri nya sudah masuk ke dalam kamar mandi memilih menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan sehat untuk istri nya. Ryhan nampak mencari makanan apa yang sehat untuk istri nya dan hanya ada kol saja sayuran nya. "Tidak apa apa kan?" guman Ryhan saat melihat daging pula.
"Aku masakkan saja" ucap Ryhan dan mencampurkan kol tersebut dengan bahan lainnya.
"Eh, Wangi sekali" ucap Nana saat bisa mencium bau makanan hingga ke dalam kamar mandi.
"Apakah Ryhan memasak?" tanya Nana saat mencium bau itu semakin memasuki hidung nya.
"Tapi bau nya enak sekali, Apakah benar dia memasak?" guman Nana yang nampak bingung mencium bau makanan tersebut.
"Ah iya aku lupa diakan memang mengetahui segala nya jadi tidak heran untuk nya bisa memasak makanan dengan bau wangi dan enak mungkin" ucap Nana dan mengeringkan tubuh nya dan langsung keluar dengan menggunakan baju handuk.
.
.
.
.
.
.