Dear D

Dear D
Episode 217



"Aku tidak akan kemana mana" jawab Nana.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Ryhan dengan tatapan mata hawatir dan tangan yang merapikan rambut wanita nya yang tidak berantakan itu.


"Tidak membicarakan apa apa" jawab Nana berbohong.


"Kau terlalu bodoh untuk berbohong" ucap Ryhan dengan memundurkan kepala wanita nya menggunakan telunjuk dan menatap ke Anggi.


"Kalian membicarakan apa kak?" tanya Ryhan dengan Anggi.


"Nana masih berharap jika ibu nya akan kemari menemui nya" jawab Anggi dengan wajah datar nya.


Ryhan langsung menatap ke istri nya. Tatapan sedih sangat terlihat jelas di mata wanita nya tersebut hingga membuat Ryhan membuang nafas panjang saat melihat wajah itu. "Kau tidak usah terlalu berharap, Jika dia kembali syukur jika tidak ya tidak apa apa" ucap Ryhan dengan senyum nya menatap wanita nya tersebut.


"Tapi aku ingin sekali tau siapa ibu ku" jawab Nana.


"Kau akan mengetahui nya nanti, Sekarang ayo kita masuk, Devan aku tinggal sendiri di kamar" ajak Ryhan dengan memegang bahu wanita nya.


"Baik" jawab Nana dan mengikuti lelaki nya kembali masuk ke rumah.


"Ryhan seperti nya tau tentang ibu Nana" guman Anggi.


Beberapa hari berlalu.


"Aku sudah mendapatkan toko untuk mengganti tempat butik di depan" ucap Ryhan dengan senyum nya.


"Benarkah? Di mana?" tanya Nana dengan berdiri dan Devam berada di gendongan nya.


"Tidak jauh dari sini, Kau bersiap siaplah dahulu aku akan menemani mu melihat lihat di sana" jawab Ryhan dengan senyum yang mengembang.


"Siap" jawab Nana dengan semangat dan segera bersiap siap dengan Devan yang di letakkan nya di ranjang.


"Ibu mu bahagia sekali saat mengetahui papa mendapatkan tempat untuk butik baru nya" ucap Ryhan dengan tersenyum lebar menatap bayi nya tersebut.


"Ini tempat nya" ucap Ryhan saat sudah sampai dan turun dari mobil nya.


"Bukankah ini terlalu besar?" tanya Nana yang tidak yakin saat melihat itu gedung bukan toko.


"Tidak ada yang terlalu besar, Hanya penglihatan mu saja yang terlalu kecil, Ayo masuk lihat lihat di dalam" ajak Ryhan dengan menggendong anak nya yang juga ikut bersama dengan nya.


Kedua nya masuk ke dalam dengan di sambut oleh para pekerja yang dahulu nya bekerja di butik Nana. "Kalian sudah kemari terlebih dahulu?" tanya Nana.


"Tuan meminta nya nona agar kami membereskan dan merapikan tempat ini" jawab salah satu pekerja.


Nana menoleh ke arah suami nya. "Jika sudah di buat seperti ini tidak ada alasan lagi untuk kau menolak, Gedung ini sudah aku beli beserta isi nya agar aman aku sengaja memilih lokasi ini" ucap Ryhan saat melihat wajah bingung wanita nya.


"Tapi....."


"Tentang uang kau tidak perlu hawatir, Kau mau membeli dunia pun akan aku belikan, Jadi kau tidak perlu hawatir tentang uang, Jalankan saja bisnis mu dengan baik, Ada kendala tentang dana aku yang akan mengurus nya, Tidak usah bersusah payah mengeluarkan uang tabungan mu untuk Devan itu" jelas Ryhan.


"Aku tau jika tuan kaya raya namun tidak juga untuk tuan bisa membeli dunia" guman salah satu pekerja saat mendengar ucapan Ryhan.


"Kau tidak percaya jika aku dapat membelikan apapun untuk istri ku?" tanya Ryhan kepada pekerja yang berguman tadi hingga membuat pekerja tersebut sedikit kaget.


"Ah tidak tuan, Saya percaya" jawab pekerja tersebut.


"Tuan ini seperti bisa mendengar isi hati orang saja" guman pekerja itu kembali.


"Yasudah semua nya sudah siap, Kau tidak perlu setiap hari kemari namun aku mengizinkan mu untuk mendesain di rumah, Tidak ada bantahan" ucap Ryhan langsung.


"Baiklah" jawab Nana yang sangat pasrah akan hal tersebut.


Beberapa bulan berlalu.


"Saat ulang tahun kedua mu nanti mama dan papa akan mengadakan pesta sekalian untuk pernikahan mama dan papa" ucap Nana dengan senyum nya kepada anak nya saat semua nya sudah di siapkan dengann gaun yang di berikan Rendi kepada nya sudah di simpan oleh Ryhan dengan baik dan hanya tinggal menunggu hari H saja saat anak nya menginjak usia dua tahun.


Dritttt


Ponsel Ryhan berbunyi menandakan ada yang menghubungi nya.


"Halo, Ada apa?" tanya Ryhan.


"Saya sudah menemukan pelaku pembakaran butik nona dan orang itu orang yang sama dengan yang mencuri desain nona tapi...."


"Dia sudah mengklarifikasi semua nya di hadapan publik dan saya juga sudah memasukkan nya ke penjara namun dia adalah orang suruhan nyonya Merri" jawab Jony kembali.


"Apa?" teriak Ryhan.


"Hey kenapa kau berteriak?" tanya Nana yang masuk ke dalam kamar nya.


"Aku bahas nanti" ucap Ryhan yang langsung mematikan telpon tersebut.


"Sayang aku akan keluar sebentar tidak apa apa?" tanya Ryhan.


"Mau kemana? Kau kan mau menemani ku dan Devan ke minimarket hari ini" ucap Nana.


"Aku ada urusan sangat penting, Besok saja kita ke minimarket nya ya" ucap Ryhan.


"Em baiklah, Hati hati ya" ucap Nana dengan senyum nya. Ryhan membalas senyuman itu dan mencium wanita nya tersebut.


"Em aku akan pulang dengan keadaan baik baik saja jangan terlalu menghawatirkan ku ya" jawab Ryhan dengan senyum nya.


"Papa akan pergi jaga mama ya" ucap Ryhan dengan mencium anak nya yang tengah berada di dalam mainan dan dia langsung keluar.


"Perlu di antar tuan?" tanya bodyguard.


"Tidak perlu jaga anak dan istri ku" ucap Ryhan dan langsung masuk ke dalam mobil nya. Dia langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya.


Sudah cukup lama menempuh jalan akhir nya mobil terhenti tepat di depan gerbang rumah nya. "Aku sudah berjanji pulang dengan selamat setelah keluar dari rumah ini dengan istri ku" guman Ryhan dan membuang nafas panjang.


Ryhan keluar dari mobil dan memarkirkan mobil di depan gerbang itu. "Tuan" ucap satpam saat melihat Ryhan.


"Mama di mana?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"Nyonya ada di dalam tuan" jawab satpam. Ryhan tidak mengeluarkan suara nya lagi dan berjalan masuk ke dalam area perumahan yang sangat besar itu dan masuk ke dalam rumah.


"Mama" panggil Ryhan saat melihat Merri dan juga Ferisa yang tengah bersantai di ruang utama. Andra yang baru saja keluar dari kamar nya menatap ke bawah dan terlihat ada anak nya di bawah.


"Sayang kau kemari? Di mana Nana dan juga Devan?" tanya Merri yang nampak senang dan mencari keberadaan Devan dan juga Nana yang tidak di temui nya.


"Tidak usah berpura pura, Mama bukan yang membayar orang untuk membakar butik Delina?" tanya Ryhan langsung tampa basa basi dan menatap tajam ibu nya.


"Hah?" Merri nampak bingung saat mendengar pertanyaan itu.


"benar itu ma? Apa mama yang melakukan nya?" tanya Andra dengan wajah datar nya.


"Bukan mama, Mama tidak tau apa apa tentang kebakaran butik Nana" jawab Merri.


"Benarkah? Lalu ini apa?" tanya Ryhan dan menyalakan rekaman yang di mintai nya dari orang suruhan Merri.


"Nyonya Merri yang menyuruh saya membakar butik bu Nana, Nyonya Merri jugalah yang sudah mencuri desain nona Nana dan menjual nya kepada orang lain" rekaman yang di terima nya saat dalam perjalan ke rumah itu dan sudah di dengar nya juga.


"Bagaimana mama menjelaskan nya?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"Mama, Aku kira mama benar benar sudah berubah namun mama malah berbuat lebih kembali" ucap Ferisa yang tidak percaya akan ibu nya yang di kira nya sudah berubah itu.


"Nana, Sayang" sapa Anggi yang datang ke rumah itu.


"Eh ada paman sayang" ucap Nana saat melihat Anggi.


"Kebetulan sekali kakak datang, Susu Devan sudah habis apa mau menemani Nana membeli nya?" tanya Nana.


"Ryhan di mana memang nya?" tanya Anggi.


"Dia ada urusan jadi tidak bisa, Dia mengajak besok namun susu Devan benar benar sudah habis" jawab Nana.


"Ah baiklah, Ayo" ajak Anggi dan menggendong Devan.


.


.


.