Dear D

Dear D
Episode 179



Nana yang melihat mobil suami nya langsung keluar dari butik di ikuti oleh bodyguard yang mengawasi nya sejak tadi. Ryhan langsung turun dari mobil dan Nana yang awal nya hendak memeluk nya mengurungkan niat nya saat melihat wajah kelelahan suami nya tersebut.


Nana berjalan mendekat ke arah suami nya dan terlihat suami nya membawa banyak makanan. "Aku membawakan makanan untuk mu" ucap Ryhan dengan senyum nya berusaha baik baik saja dan menghilangkan raut wajah kelelahan nya saat melihat istri tercinta nya.


Jony ikut keluar dari mobil. "Ini kunci mobil anda tuan" ucap Jony dengan menyodorkan kunci mobil kepada Ryhan. Ryhan menatap bodyguard dan bodyguard langsung mengambil kunci mobil yang di sodorkan oleh Jony tadi.


"Pak Jony" sapa Nana.


"Nona" sapa balik Jony dengan senyum nya.


"Tuan saya permisi untuk kembali ke tempat saya" pamit Jony dan melangmahkan kaki nya menjauh.


"Hey siapa yang mengizinkan mu pergi?" ketus Ryhan dengan wajah datar nya dan menatap tajam Jony yang baru melangkahkan kaki beberapa langkah dari nya. Jony langsung membalikkan tubuh nya dan kembali menatap ke arah Ryhan.


"Kau tadi belum makan juga, Ayo makan bersama di rumah" ajak Ryhan. Jony nampak ragu dan belum menjawab nya akibat tidak mau menolak tapi tidak enak menerima.


"Ayo pak ikut makan bersama" ajak Nana dengan senyum nya menatap Jony.


"Tidak apa apa memang nya tuan, Nona?" tanya Jony.


"Tidak apa apa, Mari" ajak Nana yang hendak mengambil makanan di tangan Ryhan tapi Ryhan tidak memberikan nya.


"Mau apa kau?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"Membawakan makanan" jawab Nana dengan wajah polos nya.


"Tidak usah, Aku tidak memerlukan bantuan mu, Ayo masuk" jawab Ryhan dan masih sempat sempat nya melingkarkan tangan nya yang penuh itu di pinggang istri nya dan membawa nya masuk ke dalam rumah.


"Aku akan menyiapkan nya terlebih dahulu" ucap Nana saat sudah berada di tempat makan dan menuju ke dapur mengambil piring dan alat alat makan lainnya tapi terhenti oleh Ryhan.


"Apakah kekurangan pelayan di rumah hingga kau yang menyiapkan makanan?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya dan membuat seluruh pelayan yang berada di dapur bisa mendengarkan nya dan langsung menyiapkan alat makan membawa nya ke meja makan.


"Duduk" ucap Ryhan. Nana tidak menjawab nya dan malas untuk berdebat dan memilih mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di sana.


"Apa yang kau lakukan hari ini?" tanya Ryhan dengan senyum nya saat melihat ketegangan di wajah istri nya.


"Menjahit" jawab Nana dengan wajah biasa saja saat ada nya Jony.


"Kau kenapa tegang seperti itu? Takut dengan Jony?" tanya Ryhan dengan menatap lekat dan tersenyum menggoda istri nya.


Nana langsung mendongakkan kepala nya dan menatap ke Jony dan terlihat Jony tersenyum melihat nya. Nana langsung menginjak kaki suami nya dan mototkan mata nya kepada suami nya. "Aku baru sadar dengan pak Jony yang belum mengetahui hubungan kami" guman Nana yang baru ingat akan hal tersebut.


"Kenapa sayang? Kau berpikir jika Jony belum mengetahui tentang pernikahan kita?" tanya Ryhan yang kembali mencoba menggoda istri nya.


Pelayan datang dan membawakan makanan untuk majikan nya dan meletakkan nya di atas meja makan di sana. "B-benar itu?" tanya Nana yang entah mengapa agak sedikit takut Jony mengetahui tentang hubungan nya dan suami nya.


"Iya nona, Anda seperti nya takut saya mengetahui ini, Saya adalah asisten pribadi tuan sebelum anda menikah dengan nya" jelas Jony dengan senyum nya.


"Sudahlah jangan membahas itu lagi cepat makan" ucap Ryhan dan mengambilkan makanan untuk istri nya yang tengah melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Makanlah" ucap Ryhan dan menyodorkan makanan tersebut kepada istri nya yang masih saja melamun.


"Em" Nana langsung menganggukkan kepala nya dan melahap makanan nya dengan sangat perlahan akibat masih memikirkan perkataan Jony tadi.


"Jadi sejak dahulu Ryhan sudah bekerja di kantor?" guman nya dengan mulut yang mengunyah.


"Jika memang iya kenapa seperti nya lelaki ini tidak pernah membahas hal hal kantor dan selalu sekolah layak nya anak sekolah pada umum nya" sambung nya.


"Sepintar itukah dia hingga di umur masih sangat sangat muda sudah memimpin perusahaan sebesar itu?" guman nya kembali yang masih saja bingung dan sibuk dengan pikiran nya sendiri dengan tangan yang terus menyuapi mulut nya dan mulut yang terus saja mengunyah makanan.


Ryhan dan Jony baru saja menyelesaikan makan mereka tapi tidak dengan Nana yang nampak masih mengunyah hingga piring itu kosong. Nana menatap ke beberapa makanan yang tersisa dan setelah itu menatap ke suami nya yang juga menatap nya dengan tatapan tajam nya. "Mau nambah lagi?" tanya Ryhan yang masih saja memasang wajah datar nya menatap istri nya.


Sedangkan Jony dia nampak sedikit kebingungan tapi wajah kebingungan nya tersebut ia tutupi dengan senyum terpaksa. "Em, Bolehkan aku menghabiskan nya?" tanya Nana berharap suami nya mengizinkan nya menghabiskan beberapa udang yang tersisa.


Ryhan membuat nafas panjang dan kembali mencuci tangan nya dan melepaskan kulit udang yang melekat di udang untuk istri nya hingga tersisa daging saja. "Astaga kasihan sekali diri mu Jony, Menyaksikan keromantisan di posisi kau yang tidak memiliki pasangan seperti ini" guman Jony yang sedih dengan diri nya sendiri.


"Ini" ucap Ryhan dengan menyuapi udang tersebut ke mulut wanita nya. Nana dengan senang hati menerima nya dan mengunyah nya dengan sangat lahap dan tersenyum lebar tanpa memperdulikan Jony yang masih ada di sana.


Ryhan nampak memejamkan kasar mata nya dan setelah itu membuka nya kembali hingga membuat Nana yang terseyum kembali seperti semula saat melihat wajah lelah lelaki nya. "Aku bisa sendiri kemarikan" ucap Nana dan mengambil alih piring dari tangan suami nya.


"Tidak usah, Kau makan saja biar aku yang membersihkan nya" jawab Ryhan yang kembali menarik piring itu kembali dan menjauhkan dari istri nya agar istri nya tidak bisa mengambil nya dan kembali mengupas seluruh kulit udang itu dan menyuapi istri nya setelah kulit terlepas.


"T-tuan terima kasih makan malam nya, Saya boleh permisi untuk kembali ke rumah?" tanya Jony yang sudah tidak tahan melihat adegan di depan mata nya yang membuat nya sedikit tidak nyaman dan juga sedikit iri.


"Kenapa cepat sekali? Kau iri dengan perlakuan ku kepada istriku?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya dan kembali menyuapi wanita nya.


.


.


.


.