Dear D

Dear D
Episode 201



"Fashion show?" ucap Ryhan.


"Em, Apakah bisa baju baju butikku masuk di sana?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah suami nya tersebut. Ryhan ikut menatap wanita tersebut dan sangat terlihat harapan akan jawaban nya yang menyenangkan.


"Jelas saja bisa" jawab Ryhan sedikit mengekuarkan suara gelak tawa nya.


"Benarkah? Jika begitu aku ingin ikut" ucap Nana.


"Tapi kau sedang hamil besar sekarang" ucap Ryhan pula.


"Aku akan berhati hati, Lagi pula bukan aku yang menjadi model nya" jawab Nana dan mendaftarkan diri sebagai peserta yang akan memasukkan gaun ke acara fashion week tersebut.


"Sayang tapi..."


"Selesai, Cara akan di laksanakan satu bulan lagi jadi aku harus ke butik untuk membuat gaun nya, Jaga diri baik baik di kantor jangan berani berani kau menggoda pekerja wanita, Aku ke butik" ucap Nana dan mencium wajah suami nya tersebut dan langsung keluar dari rumah menuju ke butik.


"Delina" teriak Ryhan dan berlari menyusul istri nya yang sudah masuk butik.


"Apa kau sudah memasukkan gaun yang di buat?" tanya Dara.


"Sudah buk" jawab orang itu.


"Baiklah simpan baik baik gaun tersebut dan jangan sampai ada sedikit saja perbedaan nya dari saat ini" ucap Dara dengan tersenyum melihat gaun desain nya tersebut.


"Untung saja hanya sedikit lagi, Ini adalah desain pertama ku yang tidak ada orang miliki di dunia ini" ucap Nana saat melihat gaun yang di buat nya belum sempurna.


"Kalian jaga Delina baik baik, Jangan sampai dia kenapa kenapa" ucap Ryhan kepada beberapa penjaga akibat ingat dengan meating penting hari ini.


Ryhan masuk ke dalam butik dan langsung mencium pucuk kepala istri nya di depan umum tanpa di sadari oleh Nana yang sedang menyempurnakan gaun buatan nya. "Aku akan pergi ke kantor, Jaga diri baik baik jangan sampai kelelahan sampai jumpa nanti" ucap Ryhan yang kembali mencium kepala itu.


"Em" Nana hanya menjawab singkat dan mencium punggung tangan suami nya tersebut dengan mata yang berpokus ke gaun dan setelah itu dia langsung melepaskan tangan nya.


Ryhan yang sedikit kesal akibat di acuhkan membiarkan nya dan keluar dari butik tersebut dan langsung masuk mobil. Sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor Ryhan.


Satu bulan berlalu.


Tibalah hari di mana fashion show di adakan. Layak nya lomba banyak para desainer yang membawa baju desain mereka ke tempat acara. "Kenapa wajah mu seperti ini?" tanya Ryhan dengan memegang wajah wanita nya.


"Semua yang menghadiri tempat ini adalah orang kelas atas" ucap Nana.


"Jadi kau pikir kita kelas bawah?" tanya Ryhan. Nana diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.


"Sudah ayo masuk, Jangan memikirkan apa yang tidak perlu di pikirkan kau sedang hamil besar sekarang" ucap Ryhan dengan melangkahkan kaki masuk ke tempat acara begitupun dengan Nana.


Banyak nya orang yang menyaksikan fashion show tersebut membuat Ryhan yang sudah menyiapkan tempat paling depan duduk di depan bersamaan dengan Nana dan Jony yang ikut. Saat acara di mulai model model mulai berlenggak lenggok di hadapan seluruh hadirin yang menyaksikan hingga membuat Nana melihat betul bagaimana bagus nya pakaian pakaian dari desainer lain.


"Bagus bagus sekali" ucap Nana dengan nada rendah dan mata yang kagum melihat keindahan di hadapan nya.


"Eh?" mata wanita itu sedikit menyipit hingga dahi nya mengerut saat melihat baju yang di buat nya ada yang sama dengan baju desainer lain.


"Itu adalah desain ku" ucap Nana hingga membuat Ryhan ikut menoleh ke arah tatapan istri nya dan benar saja ada baju yang sama dengan baju yang di buat istri nya.


"Itu sangat mirip hanya saja berbeda warna"


"Mungkin saja yang membuat warna hitam plagiat"


"Setauku yang membuat gaun yang berwarna hitam adalah pemilik butik N yang tidak terlalu besar namun memang desain desain di sana bagus"


"Tapi itu jelas jelas desain dari butik A yang di tunjukkan kepada publik satu minggu lalu mana mungkin dia yang meniru"


Ryhan menatap ke sekeliling yang nampak mengumpat gaun buatan istri nya hingga membuat Ryhan menoleh ke arah istri nya. Nana nampak masih bisa tenang dan menikmati model yang lalu lalang di hadapan nya membuat Ryhan mengenakan earphone ke telinga wanita nya tersebut agar tidak mendengar ucapan orang sekitar.


Banyak yang menatap tajam ke arah Nana dengan mulut yang mengumpat membuat Nana membuang nafas panjang. "Nana ingatlah jika kau sedang hamil" guman nya mencoba tenang saat masih bisa mendengar umpatan banyak nya orang di sana.


"Kau tenang saja, Mata mereka tidak baik dalam melihat makanya berbicara seperti itu" ucap Ryhan dengan tersenyum menatap wanita nya.


Nana hanya membalas nya dengan senyuman mencoba untuk tidak mengambil pusing masalah tersebut.


Sudah tiga jam akhir nya fashion week tersebut selesai. Ryhan keluar dari tempat tersebut begitupun dengan Nana dan Jony. "Dasar desainer murahan, Bisa bisa nya kau meniru gaun buatan perusahaan kami" teriak orang orang di luar dengan melemparkan telor, tomat dan sebagai nya kepada Nana hingga membuat mata Ryhan membulat dan langsung melindungi wanita nya tersebut begitupun dengan Jony.


"Sadar desainer tidak tau malu"


"Sudah tidak terkenal sekarang malah meniru"


"Dasar plagiat"


"Tidak kreatif hingga mengambil desain orang"


"Dasar murahan"


"Dasar gaun murahan itu tidak pantas ada di fashion week ini"


"Musnahkan gaun murahan itu"


"Jangan berani kau mengambil desain gaun idola ku"


Banyak lagi teriakan yang di dapat oleh wanita itu atas tuduhan plagiat hingga membuat Jony dan Ryhan terus berusaha melindungi Nana dari serangan banyak nya fans dari model pemilik desain tersebut.


"Ah, Perutku sakit" ucap Nana.


"Hah? Tahanlah sebentar" ucap Ryhan yang langsung menggendong wanita nya tersebut dan membawa nya menuju ke mobil yang sudah ada di depan.


"Perutku sakit sekali" ucap Nana kembali dengan memegang perut nya.


"Cepatkan laju mobil nya" teriak Ryhan dengan wajah emosi saat melihat wajah istri nya yang sudah memerah akibat kesakitan.


.


.


.


.


.